
"Ah terlalu lama" ucap Hana
Hana mengeluarkan belatinya dan meremas dagu pemuda itu.
"Aku...aku akan katakan. Tolong..tolong jangan sakiti aku...aku belum menikah nona." ucap pemuda itu dengan mengiba.
"Aku......sebenarnya aku tidak tahu namanya."
Brakk
"Apaa...beraninya kamu mempermainkan kesabaranku ha.." teriak Hana dengan emosi sambil menggebrak meja.
Fangyin dan yang lainnya mengelus dada karena terkejut dengan tindakan Hana. Betapa mengerikannya Hana saat ia marah. Pantas saja ia dijuluki Permaisuri Jahat.. kemarahannya bisa mengintimidasi seseorang. Bahkan sekalipun orang itu hanya mendengar suaranya saja.
"Bukan..bukan begitu. Aku bersumpah memang aku tidak tahu nama dan bagaimana rupanya karena dia sama sepertimu memakai pakaian hitam tertutup." sambil gemetar ketakutan.
"Tapi kami akan bertemu saat matahari terbenam di kedai minum yang berada di tengah kota." lanjutnya lagi meyakinkan.
.
Saat ini dua orang sedang mengintai pergerakan pemuda tadi dari atap bangunan disebelah kedai minum tersebut. Pemuda itu masuk dalam gang kecil disamping kedai untuk menunggu seseorang. Tak berapa lama orang yang ditunggunya telah datang dari pakaian hitamnya nampaknya ia adalah orang suruhan istana. Karena pakaian hitamnya mencerminkan dia seperti prajurit bayangan istana. Pemuda itu menerima 1 buah kantung sepertinya kantung itu berisi perak. Kemudian pemuda itu mendekat dan terkejut dengan apa yang disampaikan oleh penyewa jasanya. Pemuda itu berkata "Selesai?" dan dibalas anggukan
Hana dan Chen long terus mengamati mereka dengan posisi tengkurap namun karena berada di atap membuat Chen long waspada dengan memegang tangan Hana. Ia tidak ingin Hana jatuh dan terluka. 'Menyebalkan. Kenapa juga Ayah menyuruh Kak Chen menemaniku. Padahal aku bisa menjaga diriku sendiri.' batin Hana
"Apa kamu tidak apa-apa?" ucap Chen long sambil berbisik
__ADS_1
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu karena mukamu merah seperti udang rebus. Apa itu efek karena memegang tanganku." ucap Hana dengan polos.
"Ti..tidak hanya saja udara begitu panas." jawab Chen long.
Hana memutar bola matanya malas, ya anggap saja jawaban Chen long benar yang jelas sekarang matahari sudah terbenam bagaimana bisa udara menjadi panas.
Setelah bertransaksi, pemuda tadi segera pergi dari tempat itu.
Kemudian Hana dan Chen long melompat turun mengikuti kemana sosok itu pergi.
Rupanya sejak tadi sosok itu menyadari bahwa dirinya diikuti. Dia melirik ke samping lalu tersenyum mengejek. Ia membuka ikatan tali kudanya dan melompat di punggung kuda miliknya dan memacunya dengan cepat.
Sial!!
Hana celingukan mencari Chen long. Ah merepotkan disaat seperti ini Chen long malah menghilang. Hana tak ingin tertinggal, ia pun ikut berlari mengejar sosok misterius itu yang menembus keramaian. Hana berlari kencang kekuatan lari Hana malah membuatnya terlihat seperti seorang pria dewasa.
Rupanya dari belakang Chen mengejar Hana dengan memacu kuda miliknya.
"Naik" ucapnya sambil sebelah tangan kirinya direntangkan pada Hana dan tangan kanannya memegang tali pacu kudanya.
Hana yang berlari menggenggam tangan Chen Long dan membuatnya terbantu dengan mudah untuk menaiki kuda Hitam milik Chen long.
Tap
Hana kini telah duduk dibelakang Chen Long. "Ayo sedikit cepat." ucap Hana tak sabar.
__ADS_1
Hia...hia..hia
Setelah cukup lama mengejar sosok itu hari pun tampak semakin gelap. Kuda mereka pun melambat karena memasuki pemukiman warga.
Sial! Mereka kehilangan jejak sosok itu. Sekarang mereka malah berada di pinggiran kota dengan bangunan-bangunan kuno yang tak terawat.
"Lebih baik kita kembali. Besok kita akan mencarinya." ucap Chen long sambil mengedarkan penglihatannya.
"Aku rasa dia berada tak jauh dari sini."
"Hana jangan gegabah. Kita tidak tahu ini jebakan atau tidak. Aku harus pastikan keselamatanmu."
Hana cemberut dan mengatakan "Aku bisa menjaga diriku sendiri." Kemudian ia turun dari kuda itu dan berjalan sambil mengeluarkan sebilah belatinya.
'Hana kenapa kamu bersikeras'. Tampaknya dia sengaja menggiring mereka kemari. Karena khawatir Chen long juga turun dari kudanya dan mengikuti Hana.
Tampak sebuah obor menyala di tangan seorang berjubah hitam. Sebagian wajahnya tertutup dengan topeng. Rasa penasaran yang begitu kuat membuat hati Hana tergerak untuk mempercepat langkahnya mendekati sosok itu.
"Hati-hati Hana" ucap Chen long berteriak setelah dia merasa Hana jauh dari jangkauannya.
Setelah jarak antara dirinya dan wanita itu dekat, Hana menghentikan langkahnya ia memasukkan kembali belatinya. Hatinya berdebar begitu kencang dan air matanya keluar mengalir begitu saja melihat sosok dihadapannya.
"Selamat datang" ucap sosok yang ternyata bersuara wanita itu.
"Ibu" ucap Hana dengan suara bergetar menatap wanita bertopeng di hadapannya.
__ADS_1
.....................
Hai para readers jangan lupa kasih like dan comment yang seru ya biar author semangat💪💪