
"Kalian berhentilah memuji diriku. Aku hanyalah sedang beruntung saja memiliki suatu bakat. Lagipula aku memang tidak akan membiarkan siapapun menyakiti keluargaku." ucapnya menoleh ke arah Chen long.
Chen long terperangah melihat tatapan Hana yang tidak biasa 'Apa dia sedang menyindirku?' batin Chen long.
Yang lainnya juga terkejut dengan tatapan Hana yang menatap Chen long dengan tatapan yang tak biasa 'Ada apa sebenarnya? Apa Hana mengetahui sesuatu?' mungkin itulah pikiran mereka.
Ehem
"Hana, Ayah rasa sudah waktunya Ayah menjelaskan tentang...." ucap Tabib Ji namun tiba-tiba ucapannya terpotong oleh kata-kata Chen long.
"Ayah mm maksudku Tuan lebih baik kita bicarakan itu nanti." ucap Chen long menatap penuh arti pada Tabib Ji.
Semua orang diam membeku tak berani melihat ke arah Hana.
"Ada apa? Apa yang kalian sembunyikan dariku?" ucap Hana keheranan.
Padahal mereka sudah salah sangka terhadap Hana. Sebenarnya yang dilihat Hana bukanlah Chen long namun sesuatu yang lain. Dia adalah seekor kadal yang merayap di dinding tepat dibelakang Chen long ukuran tubuhnya sama dengan ukuran anak usia 7 tahunan lebih besar dari ukuran kadal pada umumnya, memiliki sepasang sayap hijau dan berkepala manusia dengan wajahnya yang mengerikan mirip penyihir dengan hidung besar yang melengkung. Rambutnya sangat buruk berwarna putih sebahu dan tak beraturan, lehernya ia panjangkan sehingga wajahnya tepat disebelah Chen long ia mengendus-ngendus leher Chen long ia terlihat menyukainya dan tertawa kegirangan. Tatapan mata hijaunya berbinar melihat hal yang disukainya begitu mengerikan. Dia menampakkan dirinya karena melihat ada manusia yang memiliki aura yang berbeda. Kemungkinan tujuan hanya untuk mengetahui Hana bisa melihat dirinya atau tidak. Namun melihat Chen long ia seolah teralihkan dari niat awalnya, ia sangat menyukai Chen long bahkan sesuatu yang lain terpikat oleh ketampanan Chen long. Tapi saat akan meneruskan kesenangannya ia terganggu dengan tatapan mata Hana. Sorot matanya memiliki kemampuan untuk membuat 'sesuatu yang lain' itu meringkuk ketakutan dan segera pergi dari sana.
Darimana Hana mendapatkan kemampuan seperti itu? adalah sejak ia menerima pesan dan simbol pertarungannya yaitu Belati Hitam.
.
Kembali pada pertanyaan Hana tadi.
"Ada apa? Apa yang kalian sembunyikan dariku?" ucap Hana keheranan.
Tentu saja keluarganya tidak bisa melihat apa yang Hana lihat. Namun justru dihari itulah awal pembuka misteri yang disembunyikan keluarganya setelah Hana bangun dari tidur panjangnya.
__ADS_1
Tabib Ji hendak melanjutkan bicara namun ia berfikir 'Chen long benar jika mengungkapkan sekarang maka bisa dipastikan Hana akan marah besar.' Karena baru kemaren Hana bertemu Ibunya dan kini mereka baru saja gembira dengan berkumpulnya semua keluarga. Tabib Ji tidak ingin berita ini malah merusak suasana hati Hana.
Tiba - tiba Audrey berbicara sambil menggandeng lengan Tabib Ji "Sayang kenapa tidak diceritakan saja untuk apa kalian menutupinya?" ucap Audrey dengan senyum penuh makna.
'Oh ya Tuhan' kata-kata Audrey seakan memang menegaskan ada suatu rahasia yang disembunyikan. Tabib Ji memijit kepalanya, Chen long memalingkan wajahnya sementara Fangyin dan yang lainnya menunduk tak berani menatap Hana hanya Ibunya yang menatapnya dan tersenyum penuh arti.
Tiba-tiba pikiran Hana menyatu dengan semua kejadian yang pernah terjadi sejak Hana bangun dari tidur panjang.
'Oh tidak! Jangan-jangan....'
"Ayah dimana token identitasku?" tanya Hana dengan wajah merah padam.
"Hana tenanglah. Ayah akan jelaskan."
"Tidak! Aku mau token itu sekarang. Aku akan mengecek sendiri di kantor Pengurusan Administrasi Kerajaan."
.
Hana jatuh terduduk ia sudah kesal setengah mati ditambah dengan pria satu ini dengan tubuh besarnya menutupi jalanan Ibu kota 'Sial'.
"Hei kamu gadis dari keluarga mana? kenapa tidak bisa melihat jalan dengan benar!" ujar satu pria disamping pemuda itu.
Dari pakaiannya sepertinya ia adalah seorang bangsawan atau mungkin anak pejabat kerajaan. Hana berdiri dan dengan tenang membersihkan pakaiannya. "Maafkan saya tuan-tuan. Tadi saya tidak sengaja sungguh saya terburu-buru karena suatu urusan hingga tidak melihat dengan benar." ucapnya seraya membungkuk memberi hormat.
Pemuda itu tersenyum dibalik kipas tangannya "Baiklah saya akan anggap anda tidak sengaja. Silahkan lanjutkan tujuan anda."
"Tapi dia sudah...." ucap pria disamping pemuda itu.
__ADS_1
Pemuda itu mengangkat satu tangannya memberikan kode agar pria itu tidak melanjutkan ucapannya.
"Silahkan" ucapnya pada Hana.
"Terima kasih tuan." ucap Hana
Hana segera bergegas pergi dari sana, ia tidak ingin ada masalah baru. Ia hanya ingin segera ke tempat tujuannya. Baru beberapa langkah tiba-tiba ia dihentikan oleh suara
"Nona...nona...eh gadis berbaju merah muda yang menabrakku." serunya.
'Apa lagi' batin Hana. Ia berbalik dan menghampiri pria muda yang memakai kipas itu. "Ya tuan" ucap Hana yang suaranya begitu merdu meski setengah wajahnya tertutup kain.
"Token anda terjatuh tadi." ucapnya sambil memberikannya pada Hana.
"Terima kasih tuan. Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda." ucap Han dengan memberi hormat. "Saya permisi".
"Uh dasar tidak tahu sopan santun. Ia pergi begitu saja tanpa menanyakan nama penyelamatnya." ucap pria yang bernama Hang
Ha..ha..
"Sudahlah Hang aku tidak mempermasalahkannya karena aku sudah tahu namanya. Lebih baik kita bersenang-senang di kedai makanan di depan." ucapnya sambil tersenyum dibalik kipasnya.
'Sudah tahu. Berarti tadi tuannya sudah membaca nama yang tertera di token itu. Pasti tuan akan menemukan gadis itu.' batin Hang
"Tunggu..tunggu aku tuan." ucap Hang yang melihat tuannya sudah berjalan jauh di depannya.
.......................
__ADS_1
Wah...wah ada pria lagi di episode ini siapa ya? dan apa sebenarnya ditutupi oleh keluarganya sampai membuat Hana tergesa-gesa menuju kantor Pengurusan Administrasi Kerajaan. Ada yang tahu? please comment dan like dan kasih banyak banyak dukungan buat author ya makasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻