
Seorang berpakaian pria serba hitam seperti ninja masuk ke dalam rumah tua yang tak berpenghuni dengan mengangkut karung besar di punggungnya. Dilihat dari postur tubuhnya yang ramping orang tak akan menyangka bahwa ia mampu mengangkat beban lebih dari tujuh puluh kilogram jauh melebihi berat badannya sendiri. Kecepatan dan kekuatannya sungguh patut diacungi jempol. Rumah yang ia masuki itu cukup besar sehingga dari luar orang tak akan menyangka bahwa ada manusia yang tinggal disana. Diletakkannya hati-hati karung itu kemudian ia berkata pada seseorang yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Nyonya aku menemukannya."
"Bagus Ying. Bukalah aku tidak ingin ia mati kehabisan nafas sebelum mengatakan kebenaran."
Ying segera membuka ikatan yang menutup karung besar itu. Tampaklah seorang pria pendek bertubuh tambun yang mata dan mulutnya ditutup dengan kain tangan dan kakinya terikat. Ying mendudukkan pria itu di sebuah kursi dan melepas kain yang menutup mata dan ku juga mulut pria itu.
Mata pria itu mengerjap beberapa kali menyesuaikan Indra penglihatannya dengan situasi di hadapannya. Ia lemas ketakutan melihat situasinya sekarang dahinya merespon dengan mengeluarkan keringat dingin yang mengalir deras.
"S...sia..pa k..kalian? Apa yang kalian mau?"
"Bagus! Cepat memahami situasi membuat seorang manusia bisa bertahan hidup di situasi apapun." ucap wanita yang memakai separuh topeng di wajahnya.
"Aku ingin mengetahui apakah kamu yang memberikan informasi kepada para penyair jalanan dan menyebarkan isu kepada masyarakat mengenai seseorang" ucapnya mendekat dan mengacungkan pedangnya.
"S..siapa..aku tidak paham apa yang kamu bicarakan."
"Oh jadi kamu benar-benar tidak tahu kita membicarakan siapa? Akan kubantu kamu untuk mengingatnya."
Ying bergerak menarik meja dan melepaskan ikatan pria itu.
"Mau apa kalian menjauh dariku, tolooongg.. seseorang tolong aku!" jeritnya.
Tangan Ying menarik paksa tangan kanan pria itu dan meletakkannya di atas meja.
"Potong satu jarinya. Supaya dia sedikit ingat. Rasa sakit terkadang akan memaksa kejujuran keluar dari tempatnya."
__ADS_1
"Baik" ujar ying
Ying mengambil belatinya dan akan memotong telunjuk pria itu.
"Tidak kalian hanya perempuan lemah. K...kalian tidak akan memiliki keberanian untuk melukaiku."
Ha..ha..ha..
"Justru kaulah yang lemah. Bisa-bisanya pria bertubuh besar sepertimu tertangkap oleh anak buahku yang bertubuh kecil. Jadi jangan anggap semua perempuan lemah!"
"Aiya...terlalu banyak bicara yang tidak penting membuat darahku mendidih." ucap Audrey. Ia mengambil pedangnya dan akan menebas leher pria tambun itu.
"J..jangan baik...baik aku akan bicara tapi tolong berjanjilah jangan mengambil nyawaku" ucapnya memohon dengan linangan air mata.
Audrey memasukkan pedangnya pada tempatnya. "Katakan!"
"Apa dia tidak mengatakan siapa tuannya?"
"Tidak nona. Aku bersumpah hanya itu yang aku ketahui. Berita mengenai keburukan Permaisuri semua berasal dari mulut pelayan itu."
"Ada lagi?" tanyanya dengan nada menekan.
"A...aku hanya menambahkan sedikit bumbu untuk berita itu agar tuannya senang dan memberiku tambahan sekantung emas." ujarnya dengan suara kecil
"Wah bagus bagus sekali. Sebetulnya Aku benci dengan para penyebar gosip. Mereka menyebarkan berita tanpa mengetahui kebenarannya. Apalagi aku yakin Permaisuri He Hua pasti tidak mengenalmu dan tidak memiliki sangkut paut dengan dirimu tapi dengan mudahnya kamu menjelek - jelekkannya. Apa kamu tidak takut arwah permaisuri menghantuimu."
Akh...
__ADS_1
"T..tidak...aku aku akan minta maaf dimakannya dan meminta pengampunan dari Tuhan. A...aku berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi." ucapnya meyakinkan.
"Aku suka dengan kejujuranmu maka sesuai janjiku aku akan melepaskanmu."
"Benarkah? Sungguh kalian nona nona berhati mulia. Aku berjanji tidak akan membicarakan orang istana lagi." ucapnya
"Minum ini." Ying menyodorkan segelas air pada pria tambun itu.
Pria itu hanya diam dan memandang gelas itu penuh curiga.
"Minumlah! Itu bukanlah racun. Kulihat tadi anda begitu ketakutan jadi maafkanlah kami tuan."
Glek..glek
Pria itu meminum air itu hingga habis.
Tiba-tiba pandangannya buram dan berangsur-angsur kesadarannya menurun.
.
"Nyonya aku telah meletakkan pria itu kembali. Apa pria itu akan.."
Audrey tersenyum sambil menepuk perlahan pundak Ying. "Ying kamu tahu diriku. Aku tidak membiarkan masalah lainnya timbul. Air itu selain membuatnya pingsan sementara, juga bercampur dengan zat yang akan membuat lidah orang itu lumpuh beberapa tahun jadi dia tidak akan bisa menjadi penggosip dan penyebar fitnah yang merugikan orang lain lagi. Tentu saja dia tidak akan bisa menceritakan kejadian apa yang baru di alaminya pada orang lain."
...................
Semanggaaat✊✊ Hayuk semuanya juga semangat kasih vote dan likenya eh iya juga comment nya biar author tambah semangat
__ADS_1