
Setelah menunggu hingga dini hari, para pemburu tidak juga menunjukkan batang hidungnya. Chen long pergi memeriksa hingga ke sisi luar hutan, dari jejak dan barang-barang perbekalannya tampaknya mereka telah pergi. Tapi Alasan apa yang membuat Lima Pemburu tiba-tiba menghentikan tujuannya dan pergi begitu saja. Entahlah. Yang penting saat ini keluarganya aman.
.
Saat Pagi menjelang He Hua mengajak Ling ling untuk mencari Ibu Tian. Tapi Ling ling beralasan tidak ikut karena merasa tidak enak badan.
Setelah melihat makhluk penunggu hutan sunyi, siapa yang mau untuk masuk lebih dalam lagi ke hutan sunyi. Mana tahu mereka akan bertemu dengan makhluk lainnya yang lebih menyeramkan dari yang tadi malam. Beruntung makhluk itu malah menolong mereka mengusir para bandit itu dan bukan malah menakutinya. Ling ling gemetaran menyelimuti dirinya dengan selimut tebal.
Yang lebih aneh tiga orang lainnya Ji Hua, He Hua dan Chen Long setelah mendengar cerita Ling ling perihal tadi malam, malah hanya diam tanpa ada guratan ketakutan di wajah mereka. Tentu saja mereka langsung percaya dengan cerita Ling ling karena
jejak yang ditinggalkan para pemburu yang diperiksa Chen long bersifat acak seolah - olah mereka berebutan berlari terburu-buru keluar hutan
sangat tidak mungkin kan pria berlima berperawakan sangar terkenal sebagai bandit dan pembunuh takut dengan wanita berjubah yang hanya seorang diri.
Malah He Hua berkata "Wajar saja dimanapun kita berada pasti ada saja makhluk ghaib, apalagi hutan sunyi ini yang tak pernah terjamah manusia." "Lagi pula mereka berniat buruk tentu saja 'mereka' tidak senang. Perkataan Nonanya membuat rahang Ling ling terbuka lebar. Ah sungguh mengelikan apakah karena nonanya ini telah menghadapi kematian jadi dia tidak takut dengan makhluk-makhluk lain seperti itu?
Akhirnya yang menemani He hua berangkat mencari keluarga tian adalah Chen long. Karena tidak tega tabib Ji hua lah yang berada dirumah gubuk menemani Ling ling.
Setelah sekian lama menyusuri hutan dengan keahlian Chen long yang mengenali jejak hewan karnivora itu akhirnya mereka menemukannya. Tempat itu tidak terlalu jauh dari tempat He hua menemukan tian.
__ADS_1
Gr...gr...gr..
Mendengar erangan satwa ganas itu Kak Chen bersiaga dengan situasi disekitarnya. Ia memegang lengan He hua menyuruhnya berlindung di belakangnya.
Deg.
He hua merasakan perasaan aneh masuk ke dalam hatinya. Dengan perhatian seorang laki-laki seperti itu perempuan mana yang tak tersentuh?
Namun dengan segera He hua menepis perasaan hatinya. 'Tidak! Dia hanya ingin melindungiku karena Paman Ji begitu menyayangiku lagipula aku perempuan buruk rupa di akui sebagai saudara perempuan itu sudah cukup.'
Chen long melihat ada bercak darah mengering di tempat itu. Tiba-tiba 'Hop' tian melompat dan berlari ke arah rerumputan yang menjulang tinggi tak jauh di depan m5erek, dia seperti mengenali bau induknya.
Miaow...miaow
Gr..gr...grr Mauw...
"Tenang...tenanglah...." ucap Chen dengan mengayunkan kedua tangannya perlahan kebawah seakan-akan menjinakkannya.
Setelah keadaan tenang dan ia berhasil menjinakkan binatang buas tersebut. Chen pun mengobati binatang itu.
'Hati kak chen sungguh mulia.' bathin He hua.
Selang beberapa jam kemudian sang harimau bangkit dari tidurnya. Ia seperti pulih cepat berkat obat tabib Ji hua, memang mujarab obat beliau pantas saja ia dijuluki tabib terhebat di kekaisaran Matahari.
__ADS_1
Namun sepertinya Sang harimau tidak ingin mereka kembali, dia menghalangi jalan mereka dan memperingatkan mereka dengan suara auman panjangnya.
Kak chen bersiaga, bagaimanapun kau merawatnya tapi tetaplah Harimau betina itu adalah hewan buas.
'Ada apa dengan harimau ini anaknya sudah kukembalikan dengan selamat dan kak chen juga sudah merawat lukanya. Lalu mau apa lagi dia? apa ingin kami menjadi makan malam untuknya dan anak-anaknya?
Harimau itu mendekati tempat kami berdiri dan berjalan sambil menoleh ke belakang dia mengaum, entahlah seolah firasat aku dan kak chen sama. Dia seperti menyuruh kami untuk mengikutinya.
Beberapa saat kemudian kami telah sampai di sebuah tempat yang seolah-olah berbau mistis. Dihadapan kami ada sebuah terowongan kecil kira2 kalau dimasuki dengan cara tiarap hanya muat 1 orang saja. Dari luarnya tampak didalam sana seperti ada setitik cahaya yang begitu redup.
Grr..grr
"Kak Chen sepertinya ia menyuruh kita untuk masuk ke dalam sana."
"Biar aku saja yang masuk."
Chen merunduk dan merayap, tubuhnya ia paksakan untuk masuk kedalam terowongan kecil itu. Beberapa saat kemudian Chen keluar dengan setangkai bunga aneh namun indah ditangannya. Bunga itu bercahaya terang seperti memiliki kekuatan tertentu.
.................
Hai semua readers doakan author ya sehat kuat perkasa kayak gatot kaca xixixi... jika kalian suka sama ceritaku, jangan bosan-bosan ya untuk like dan vote sebanyak-banyaknya. Makasih untuk semua komentar dan like kalian 🙏🙏.
__ADS_1