Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
75. Dua mata pisau


__ADS_3

Tabib Ji, Audrey, Fangyin dan Chen long terkejut dengan darah yang menempel di baju Chen long. "Siapa yang terluka?" tanya Audrey dengan wajah khawatir.


"Anak itu Ibu, aku menemukannya. Ia di tusuk di lengan kirinya. Sepertinya benda tajam yang menusuknya mengandung racun."


Qiang melihat wajah anak itu dan betapa terkejutnya dia. "I...ini..." Seluruh badan Qiang gemetar dan wajahnya memucat.


Brukk


Qiang berlutut di depan semua orang ia berkata "Ini anakku Tabib Ji, kumohon selamatkan nyawa anakku...aku mohon."


"Anakmu atau bukan, kamipun tetap akan berusaha menolongnya Qiang. Bagi kami menolong sesama adalah kewajiban. Tenang dan berdoalah semoga Tuhan memberikan kemudahan untuk kita." ucap Tabib Ji


"Kalian keluarlah dulu biarkan aku, suamiku dan Hana memeriksanya." ucap Audrey


Setelah Qiang, Fangyin dan Chen long keluar, mereka segera memeriksa tubuh anak yang malang itu.


"Ayah, Ibu bagaimana?" tanya Hana


"Aku tidak pernah tahu ada racun mematikan seperti ini. Tusukannya baru namun mampu membuat jaringan di sekitarnya menghitam seperti akan membusuk." ucap Tabib Ji


"Ini adalah racun dari darah makhluk itu suamiku dan kamu sudah benar Hana memberikan ramuan obat itu untuk tindakan awal sehingga racunnya tidak menyebar ke area lainnya terutama jantung. Namun obat itu tidak akan bertahan lama karena racunnya akan aktif kembali dan segera menyebar."

__ADS_1


"Lalu apa yang harus kita lakukan Ibu?" tanya Hana


"Ini sangat rumit dulu aku mengekstrak darahku dan bahan obat lainnya di benua barat. Masalahnya tanaman obat itu tidak tumbuh disini. Stok ekstrak tanaman obat milikku pun sudah habis. Apalagi butuh waktu untuk mengekstrak darah kita tidak boleh gegabah. Dan lagi anak ini masih kecil, imun tubuhnya belum terbentuk sempurna. Aku tidak yakin dia akan mampu bertahan." ucap Audrey sambil mengurut keningnya.


"Ibu, gunakan darahku. Kita akan mencobanya, aku yakin Tuhan akan menolong kita." ucap Hana meyakinkan


"Ah baiklah kita akan mencobanya" ucap Audrey dan mereka berembuk untuk mempersiapkan bahan-bahan obat dan apa saja yang diperlukan nantinya.


Tabib Ji dan Audrey segera membersihkan tubuh anak itu. Sementara Hana dengan cekatan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Ia juga langsung mensterilkan semua peralatan.


"Kamu sudah menyiapkan semuanya Hana, duduklah ibu akan mengambil beberapa tetes darahmu." Setelah Hana duduk, Audrey mengambil pisau dan menggores jari Hana hingga darah segar keluar dari jarinya. Audrey menampungnya dalam botol yang telah berisi ekstrak daun kari dan beberapa tetes minyak jinten hitam.


"Sekarang kita akan menunggu dan berdoa semoga anak itu dapat melalui masa kritisnya." ucap Tabib Ji


Mereka terus menunggui anak itu hingga beberapa menit kemudian tubuh anak itu kembali menggelinjang. Hana melihat asap hitam yang samar keluar dari mulut anak itu. Kemudian ia terbatuk-batuk, yang awalnya batuk itu perlahan hingga batuknya menjadi-jadi lalu darah hitam mengalir keluar dari mulutnya.


Tabib Ji segera memeriksa anak itu. "Syukurlah, denyut jantung normal. Tampaknya obat itu bereaksi cepat."


Audrey tampak berfikir raut wajahnya kemudian berubah cemas, kemudian ia membuka balutan luka anak itu. Dugaannya benar lukanya berubah warna yang tadinya agak menghitam kini berwarna normal bahkan lukanya tak sedalam tadi.


"Ada apa Ibu?" tanya Hana heran.

__ADS_1


"Lukanya sembuh dengan cepat." ucap Audrey terduduk lemas.


"Bukankah itu bagus istriku?" heran Tabib Ji


"Ya aku sependapat dengan Ayah itu bagus kan Ibu obatnya bereaksi cepat sehingga nyawa anak Kak Qiang tertolong." ucap Hana.


"Itu memang bagus untuk anak itu tapi takkan bagus untuk keluarga kita terutama dirimu Hana." ucap Audrey mengepalkan tangannya


"Maksud Ibu?"


"Apa kamu melihat sesuatu yang aneh di sekitar anak itu? Atau ada hal yang janggal yang berada dalam tubuh anak Qiang?" tanya Audrey


"Ya, aku melihat ada asap hitam yang samar keluar dari tubuhnya."


"Anak ini adalah salah satu korban makhluk itu. Selama ini makhluk itu tak pernah melepaskan mangsanya dalam kondisi hidup, setelah terkena racunnya tidak ada satupun yang selamat hanya Ying seorang yang berhasil aku selamatkan. Meskipun dia tahu bahwa kami berhasil lolos dari kebakaran waktu itu, dia tetap tidak akan bisa menemukan kami. Karena aku dan ying menyamarkan aura dan aroma kami dengan meminum obat yang sudah lama kupersiapkan." kemudian Audrey mendekati anak itu sambil menghela napasnya kemudian ia berkata kembali "Tapi dengan menolong anak ini kita seperti berada di antara dua mata pisau, di satu sisi nyawa anak ini di ujung tanduk namun di satu sisi lainnya ketika nyawa anak ini tertolong maka makhluk itu akan mengetahuinya dan akan mencari keberadaannya juga siapa penolongnya. Karena Makhluk itu tahu tidak ada tanaman obat di dunia ini yang bisa mengobati korbannya, mereka semua pada akhirnya akan mati setelah terkena racunnya. Kedepannya hidup kita tidak akan mudah, kita harus berhati-hati terhadap semua kemungkinan."


"Kalau begitu rahasiakan apa yang terjadi hari ini. Jangan biarkan anak Qiang keluar dari kediaman ini, kita harus saling melindungi." ucap Tabib Ji


............................


Info penting : Teknik pengobatan dan ramuan penyembuh adalah benar-benar berdasarkan pengalaman kehaluan author😁😁 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2