
Sttstt
"Kakak kamu sudah sadar?" ucap Hana sambil membantu Fangyin untuk duduk dan bersandar.
"Hana...apa yang terjadi padaku? Kenapa kepalaku terasa pening?" ucap Fangyin sambil memijit kepalanya
"Minum ini dulu kakak."
Hana meletakkan kembali gelas yang telah kosong di meja.
"Apa kakak tidak ingat kenapa tadi malam kakak pingsan?"
"Tidak. Memang aku...kenapa denganku Hana?"
"Aku menemukan kakak terbaring di depan tangga dan dalam keadaan tidak sadar. Apa Kakak tidak ingat?" tanya Hana
"Tidak...aku...akh.." Fangyin kembali memijit dahinya.
"Sudah...tidak usah Kakak pikirkan. Yang penting sekarang kakak baik-baik saja."
Hana berdiri lalu berkata "Aku akan mengambilkan makanan untukmu kak. Kita makan pagi bersama-sama disini."
.
__ADS_1
Malam harinya udara begitu dingin menusuk tulang. Walaupun kamar telah bercahaya meski sedikit redup dan ditemani selimut tebal yang lembut tak mampu membuat gadis itu merasa nyaman di ranjangnya. Fangyin terus bergerak gelisah berguling ke kanan dan ke kiri lalu ia memaksa dirinya bangun dari tempat tidurnya. Ia menggigil kedinginan dan menggosok kedua telapak tangannya 'Dingin sekali'. Perasaan Fangyin kembali tidak enak...'apakah dia akan datang lagi?' batinnya.
Rupanya Fangyin memang sengaja menyembunyikan kejadian yang sebenarnya pada Hana. Ia berfikir jika menceritakan apa yang terjadi padanya di malam itu, pasti semua orang menganggapnya berhalusinasi dan akan dicap sebagai Fangyin si Penakut. Ketidakpercayaan mereka sangat masuk akal dikarenakan memang baru kali inilah hantu itu berulah dan menampakkan diri. Padahal sudah sebulan mereka tinggal di rumah itu, tapi tak ada tanda-tanda bahwa penghuni lain di rumah itu tidak nyaman dengan keberadaan mereka.
Memang banyak orang yang sudah mengingatkan betapa angkernya rumah itu. Meski demikian semua orang yang tinggal disana, tidak terlalu menggubris gosip miring yang beterbangan di luar. Karena mereka yakin setiap tempat dimanapun itu, meski tempat itu berpenghuni manusia maupun tidak pastilah ada makhluk lain atau sesuatu yang lain ikut mendiaminya. Jadi mengapa harus terlalu dipikirkan. Menggelikan bukan! Mereka adalah orang-orang yang bermental dan berhati kuat.
Namun tidak bagi Fangyin, sejarah mengenai pembunuhan yang terjadi di rumah itu dulunya, pasti membuat aura di rumah itu menjadi gelap dan suram. Seakan rumah itu menjadi tempat atau sarana bagi sesuatu yang lain berkumpul karena telah terjadi kejahatan dan ketidakadilan di rumah itu, pastilah jiwa para korban pembunuhan itu menjadi arwah yang bergentayangan. Yang mengerikannya lagi hantu itu muncul berselang 1 hari pasca Hana terbangun dari tidur panjangnya. Apakah mereka menunggu semua anggota keluarga lengkap dahulu sebelum mereka menyebarkan terornya? Sangat menakutkan bukan, jika para makhluk atau sesuatu yang lain merencanakan demikian? Atau hanya kebetulan saja? Entahlah! Yang jelas saat ini korban pertama teror mereka adalah Fangyin.
Suara-suara aneh terdengar diluar kamarnya.
Srek...srek..srek
Srek...srek...srek
Suara itu mirip seperti seseorang yang menyeret-nyeret kakinya. Tapi Siapa? Dirumah ini tidak ada yang lumpuh. 'Apakah itu sesuatu yang lain?' batinnya. Oh tidak dia sedang sendirian dikamar sekarang!
Srek...srek..srek
Srek...srek...srek
Jantung Fangyin berdetak kencang. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya supaya tidak menjerit. Air mata ketakutan mengalir di kedua matanya. Dan kini suara aneh itu seperti benar - benar berhenti di depan kamarnya sekarang. Tangan dan kakinya gemetaran. 'Apa yang harus aku lakukan?'
Dug..dug
__ADS_1
Makhluk itu berdiri di depan kamar Fangyin. Ia tak memiliki sepasang tangan, mukanya penuh goresan, matanya merah dan kakinya patah. Sungguh mengerikan!! Sesuatu yang lain itu sepertinya berusaha masuk ke kamar Fangyin menggunakan dorongan kepalanya.
Dug...dug
'Tolong...tolong aku! Aku takut!' batin Fangyin.
To...long..to.. long a..aku
Suara mengerikan itu terdengar di luar kamar
Dingin...dingin...
Makhluk itu bersuara kembali seperti meminta pertolongan kepada Fangyin.
Akh..mmm
Fangyin terkejut setengah mati karena tiba-tiba dari arah samping sebuah tangan hitam menutup mulut Fangyin.
Pstst
"Tenang, ini aku kak" ucap Hana dengan suara berbisik.
"Aku akan menangkap sesuatu itu untukmu. Dengarkan aku....."
__ADS_1
Lalu Hana melesat lincah melompati jendela kamar Fangyin dengan berpakaian serba hitam.
.....................