Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
53. Hanya Kakak


__ADS_3

Setelah jarak antara dirinya dan wanita itu dekat, Hana menghentikan langkahnya ia memasukkan kembali belatinya. Hatinya berdebar begitu kencang dan air matanya keluar mengalir begitu saja melihat sosok dihadapannya.


"Selamat datang" ucap sosok yang ternyata bersuara wanita itu.


"Ibu" ucap Hana dengan suara bergetar menatap wanita bertopeng sebelah di hadapannya.


Hana memang tidak tahu bagaimana rupa ibunya, iya hanya mendengarkan bagaimana Ayahnya menggambarkan sosok Ibu kandung Hana. Sekalipun Hana tak pernah melihatnya sejak ia kecil tapi wanita itu mampu mendebarkan hati Hana hanya dengan menatapnya. Getaran akan perasaan rindu yang teramat sangat mengalir di hatinya membuatnya yakin bahwa yang berada dihadapannya adalah Ibu kandungnya.


Wanita itu tersenyum dan berkata "Selamat datang putriku."


Mendengar panggilan itu Hana begitu bahagia hingga air mata kebahagiaan mengalir di kedua matanya. Kini ia merasa paling bahagia di dunia ini karena memiliki sebuah keluarga yang lengkap.


Hana berjalan perlahan dan hendak memeluk ibunya namun sebuah pikiran melintas di kepalanya. 'Tunggu dulu!'


Ia bisa sampai disini karena mengejar sosok prajurit bayangan dan pada akhirnya bertemu ibunya. 'Kebetulan' yang serasa seperti disiapkan. Apa memang ini adalah siasat ibunya atau apa? Namun pertanyaan besarnya adalah pemuda yang meracuni Kak Fangyin dengan Datura metel begitu terkejut jika anak perempuan Tabib Ji ada 2 ini berarti, bisa jadi pemuda itu tidak tahu jika seorang tabib Ji memiliki 2 orang anak. Pemuda itu hanya diperintahkan oleh prajurit itu untuk meracuni anak perempuan tabib Ji. Ini berarti bisa jadi yang seharusnya diracuni oleh pemuda itu adalah dirinya. Namun untuk tujuan apa? dan bisa jadi prajurit itu sengaja mengarahkannya pada ibunya. Ia memang sangat yakin bahwa wanita yang ada di depannya ini adalah ibunya. Tapi bagaimana dengan prajurit itu apakah dia orang suruhan istana yang mengetahui identitas aslinya dan menggunakan ibunya untuk menjebaknya?


Kerinduan Hana yang membuncah tadinya segera tergantikan dengan kewaspadaan. Ia mengambil kembali belati yang ada di kantung samping pakaiannya.


"Jadi semua ini adalah rencana Ibu agar aku menemuimu atau rencana...?"


Sebelum Hana melanjutkan kata-katanya seseorang mendekatkan sebuah pedang ke lehernya dari arah belakangnya "Jatuhkan jika tidak ingin aku menggores leher cantikmu!"

__ADS_1


Dengan kecepatan tangannya Hana memukul ujung ganggang pedang yang berada di tangan kanan prajurit itu, membuat pegangan prajurit itu pada pedangnya sedikit melonggar. Hana dengan sigap memanfaatkan situasi dengan menurunkan tubuhnya berguling, membalikkan badannya dengan cepat dan menendang perut prajurit itu.


Prajurit itu mundur hingga kaki Hana hanya seolah menendang udara kosong. Segera Hana mengambil belatinya untuk mempertahankan diri. Prajurit itu hendak menyerang Hana kembali tapi dari arah belakang Chen long menendang prajurit itu hingga ia jatuh tersungkur.


Ia segera berdiri lalu berkata "Jadi kalian ingin bermain bersama? Baiklah."


Prajurit itu maju hendak menyerang Hana dengan pedang panjangnya, Chen long menghadang pergerakan pedang itu dengan pedang miliknya.


Tring...tring


Bunyi tajamnya kedua pedang beradu dengan dahsyatnya.


Chen long terperanjat tapi tidak dengan Hana. Semua dugaan Hana memang benar. Prajurit ini dan juga yang terjadi saat ini adalah rencana Ibunya.


"Apa kamu tak ingin memelukku Hana?" ucap Audrey dengan meletakkan obor dan merentangkan kedua tangannya.


"Tentu. Jika anda tak memiliki rencana lainnya lagi untukku." ucap Hana menyindir.


Ha...ha....ha


"Aku menyukai dirimu yang kini lebih waspada dan terbuka Hana." ucap Audrey yang lebih dulu mendekati Hana dan memeluknya erat, membuang semua kerinduan yang ada dalam hatinya lewat pelukan lama dan hangat itu. Terlihat sekali bahwa Audrey memang sangat amat merindukan Hana namun memang ia harus sedikit kejam pada anak kandungnya itu.

__ADS_1


Hana membalas pelukan ibunya dan memegang wajah Ibunya yang memakai topeng di sebelah wajahnya. "Ibuku memang cantik. Tidak salah jika Ayah mencintai anda dan setia menunggu bertahun-tahun." ucap Hana tulus mencium pipi ibunya berkali-kali.


Pemandangan yang mengharukan itu membuat Ying dan Chen long meneteskan air mata haru mereka. Namun dengan cepat Chen long mengusap air matanya supaya tak tampak oleh semua orang disana. Gerak gerik Chen long tentu saja tak luput dari lirikan Ying.


'Akhirnya kalian bertemu' batin Chen long. Kemudian Audrey melepas pelukannya dan berkata sambil menatap Chen long "Jadi dia adalah menantuku? Apa kamu mau mengenalkannya pada ibu Hana?"


Chen long tersenyum sambil membungkuk memberikan hormatnya.


"Menantu apa ibu? Dia hanya seperti kakak untukku." jawab Hana dengan cepat. Jawaban Hana membuat sedikit guratan kekecewaan di wajah Chen long.


"Oh begitukah?" ucap Audrey menatap mata Hana.


"Iya hanya kakak." ucap Hana melihat ke arah lainnya. Ying tersenyum kecil melihat perilaku Hana.


"Sebaiknya kita semua masuk. Udara sudah terlalu dingin." ucap Ibu menggandeng Hana masuk menuju sebuah bangunan kuno yang tak terawat.


Ying memberikan hormat kepada Chen long lalu mempersilahkannya untuk mengikuti Nyonya dan putrinya.


.........................


Jangan lupa yak...vote, jempol dan comment nya maturnuwun 🙏🏻🙏🏻🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2