Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
84. Yang benar saja


__ADS_3

Keesokan paginya harinya


"Hana, kita diundang oleh istana pagi ini. Kaisar jatuh sakit dan ada kejadian mengejutkan yang terjadi." ucap Audrey


"Sakit? Kemaren ia terlihat baik-baik saja." tanya Hana heran


"Itu hanya trik yang dilakukannya setelah melihatmu kemaren." ucap Chen long datar


"Hana dan Ibumu tidak mungkin menolaknya. Tenanglah mereka bisa menjaga diri." ucap Tabib Ji pada menantunya itu. "Kemungkinan kereta dari istana akan segera datang, lebih baik kalian bersiap-siap." ucapnya lagi pada Audrey dan Hana.


.


Di kamar Hana mengganti pakaiannya dan membawa pakaian ganti.


"Kamu masih memakai cadar itu? untuk apa mereka telah melihatnya?" tanya Chen long sinis


"Ini akan membuatmu percaya padaku." ucap Hana merapikan cadarnya


"Aku tidak memaksamu untuk memakainya lagi. Lagipula mantan suamimu itu pasti merindukanmu setelah melihatmu."


Tangan Hana terhenti, ia mendatangi suaminya dan memegang wajah suaminya.


"Lihat aku. Dia bukan mantan suamiku. Aku Hana bukan He Hua. Lihatlah apa suamiku ini masih marah? Aih lihatlah wajah tampanmu akan berubah menjadi tua." ucap Hana sambil tersenyum geli

__ADS_1


"Ini tidak lucu." ucap Chen long melepaskan tangan Hana dan duduk di tepi ranjang.


Hana mengikutinya dan duduk disampingnya "Bukankah tadi malam ada yang berkata akan memulainya dari awal. Percayalah, istrimu ini sudah berikrar dan aku tidak akan mengingkarinya." ucap Hana tersenyum.


"Maafkan suamimu ini yang sering....." kata-katanya terhenti saat sesuatu yang lembut menyentuh pipinya. Ada suatu ledakan perasaan mengguncang hatinya, benar-benar sesuatu yang dashyat. Ia meraba-raba pipinya seakan tak percaya apa yang barusan ia rasakan. Ada bibir yang lembut menyentuh pipinya dan masih hangat terasa di kulitnya. Ini luar biasa!


"Itu untuk awal hubungan kita. Suamiku, aku berangkat sekarang." ucap Hana yang segera keluar dari kamar itu dan menutup pintu dengan rapat.


Deg...deg..deg


Jantungnya berdegup kencang, dia begitu malu dengan tindakannya barusan. 'Aih kenapa aku menjadi buas, apa yang akan dia pikirkan nanti. Bodoh!' maki Hana dalam hati


.


"Hana...hana...apa yang kamu pikirkan sepanjang perjalanan kamu diam saja. Ada apa? Apa kamu memikirkan mantan suamimu?" tanya Audrey penasaran


Sesampainya mereka di Istana, mereka disambut oleh seorang kasim dan mempersilahkan mereka untuk menunggu sejenak di depan pintu kamar sang Kaisar Negeri itu.


Kasim memberitahukan kedatangan mereka melalui pengawal yang berjaga di tempat itu. Sesaat mereka dipersilahkan untuk masuk. Kaisar terlihat pucat dan lemah di tempat tidurnya.


"Mohon ijin untuk mendekati Anda Yang Mulia." ucap Audrey dan Hana bersamaan.


"Ya Silahkan. Kemarilah." ucapnya

__ADS_1


Audrey mendekat lalu memeriksa nadi Kaisar itu. "Apa yang Anda keluhkan Yang Mulia?" tanya Audrey


"Badanku terasa lemas, jantungku selalu berdebar-debar hingga aku tak bisa tidur semalaman."


"Ijinkan Hana memeriksa anda juga Yang Mulia, saya rasa agar pemeriksaan lebih akurat dan tepat karena Hana menguasai akupuntur." ucap Audrey sambil melirik Hana


'Ibu apa yang anda mau?' batin Hana kesal. Padahal Ibunya itu juga menguasai teknik akupuntur.


Hana pun mendekat lalu memeriksa denyut nadi Kaisar itu. Kaisar terlihat gugup saat tangan Hana menyentuh pergelangan tangannya.


"Yang Mulia ijinkan saya berdiskusi dengan Ibu hamba. Ini sedikit rumit, saya rasa Anda mengalami sedikit penyumbatan maksud saya ini seperti aliran darah yang tidak lancar." ucap Hana sambil menunduk


"Ya silahkan."


Hana mendekati Ibunya setelah mengajak Ibunya berdiri agak jauh dari Kaisar. Dengan cemberut Hana berkata "Pemeriksaan Ibu denganku pasti berbeda bukan?"


"Cerdas aku menyayangimu anakku." ucap Audrey sambil tersenyum


"Ibu, dia..ah.." ucap Hana kesal


"Kecilkan suaramu, mantanmu terkena penyakit kasmaran dan rindu berat padamu." ucap Audrey berbisik


Ya tadi saat Audrey memeriksanya, detak jantung, peredaran darah semuanya normal hanya memang ia sedikit lemas karena kurang tidur hanya itu. Audrey saat memeriksa juga tak sengaja melihat Kaisar yang melirik Hana diam-diam. Sehingga dia menyarankan agar Hana memeriksanya dan benar saja, hasil pemeriksaan mereka berbeda.

__ADS_1


Jantung berdebar-debar, keringat dingin di telapak tangan dan gemetar adalah salah satu reaksi alami tubuh karena adanya perasaan yang tidak nyaman terhadap hal-hal tertentu. 'Yang benar saja, ini menggelikan apa dia sedang jatuh cinta padaku' batin Hana


.............................


__ADS_2