Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
104. Identitas Hana


__ADS_3

"Taiyang, Hang bukan bawahan kalian lagi. Dia adalah anak salah satu pejabat setia kerajaan Ming, asal kerajaanku." ucap Audrey


"Ibu.." ucap Hana dengan kerinduan dan hendak memeluk Ibunya


"Berhenti kalian. Berhenti ditempat kalian. Tak kan ku ijinkan kalian bahagia! Aku tidak kalah. Kemenangan selamanya hanya milikku."


teriak Ibu Suri dengan penuh amarah. Guratan guratan nadinya mencuat, kuku-kukunya memanjang dan menghitam.


"Sadarlah Ibu, bertobatlah!" ucap Audrey mengingatkan agar Ibunya berhenti menyakiti manusia. Sekecil apapun kemungkinannya, Audrey masih berharap bahwa Ibunya mau berubah.


"Ibu" gumam Pangeran Zhang yang shock melihat perubahan itu, demikian pula dengan semua orang disana. Hanya Hana dan Audrey yang dari raut wajah mereka tak terpengaruh melihat perubahan yang aneh itu.


"Di..dia I..bu..ibuku kenapa dia bisa seperti itu?" tanya Taiyang tergagap


"Dia bukan Ibumu Kaisar, namanya Hermosa dan dia adalah Nenekku. Ibu dari Ibuku, istri dari kaisar Ming terdahulu." jawab Hana


Ha...ha...ha


"Kalian sudah gemetar ketakutan? Pesta yang sebenarnya akan dimulai." ucapnya dengan seringaian giginya yang langsung menajam dan tanpa aba-aba muncul dua orang berjubah hitam hadir disisi kanan dan kiri Hermosa.


"Ling'er?" gumam Taiyang yang tambah terkejut setelah dua orang disamping Ibu Suri membuka tudung jubah mereka. Ternyata mereka adalah Menteri Keuangan dan putrinya, Ling'er kekasih Taiyang yang dulu dibunuh oleh Permaisuri He Hua. Meskipun putri Menteri Keuangan itu bisa bergerak dan terlihat hidup tapi ia hanya seperti mayat hidup berjalan. Dan demi membangkitkan anaknya yang telah tiada itu ternyata Menteri Keuangan rela mengabdikan hidupnya dan bersekutu dengan iblis.


"Tunggu apalagi bunuh mereka semua!" perintah Hermosa pada kedua orang disampingnya.


Semua orang ketakutan berlari tunggang langgang Menteri Keuangan dan putrinya bak monster tak berhati yang menyerang semua orang membabi buta. Kekuatan dan kecepatan mereka benar-benar luar biasa, mereka menggigit dan mengoyak tubuh para prajurit dengan kuku dan gigi mereka yang tajam seperti pisau.


Akhhhh!!!


Jeritan kesakitan dan merahnya darah mewarnai tanah rerumputan yang tadinya berwarna hijau menjadi pemandangan yang begitu mengerikan. Organ dalam yang terburai tercecer dimana-mana, kaki dan tangan yang terlepas dari tubuh pemiliknya yaitu beberapa prajurit yang tak sempat menyelamatkan diri. Dalam hitungan menit banyak prajurit yang tiada, baik dari Kerajaan Qin maupun dari Kerajaan Matahari.

__ADS_1


Melihat terpecah belahnya semua orang, Pangeran Tian Zhang berteriak "Jangan lari! kita hadapi bersama-sama monster-monster itu."


Tian Zhang berlari dan mengejar Menteri Keuangan ia berlari cukup kencang agar bisa menangkap monster itu. Melihat keberanian Tian Zhang membuat Pangeran Zhang dan beberapa orang prajurit saling membantu dan mereka menyerang Menteri Keuangan bersama-sama dan meringkusnya. Mereka menahannya dengan melilitkan lima buah rantai di tubuhnya yang ditarik belasan orang.


Demikian pula dengan Taiyang melihat keberhasilan Tian Zhang, ia pun mengumpulkan keberaniannya bersama dengan Hang dan Anming dia meringkus Ling'er yang tengah melahap tangan salah satu prajurit dengan rakusnya. Mereka pun juga berbuat sama merantai tubuh Ling'er dengan lima buah rantai yang ditarik belasan orang. Hingga Menteri Keuangan dan putrinya mengerang kesakitan


"Maafkan aku Ling'er, sungguh maafkanlah aku." ucapnya sambil memalingkan wajahnya karena tidak tega melihat wajah kesakitan kekasihnya itu.


Melihat kegagalan anak buahnya, Hermosa segera mengejar Audrey dan hendak membunuhnya. "Jika aku pergi ke neraka maka aku akan pergi bersamamu." ucap Hermosa hendak mencabik tubuh Audrey


Sring


Bunyi aduan cakar kuku Hermosa dengan pedang Hana terdengar begitu nyaring.


"Bermimpilah. Kau ibu yang buruk." ucap Hana dengan emosi. Sampai kapanpun Hana akan menghadang bahaya demi ibunya terlebih saat ini karena ia tahu keadaan Ibunya sangat lemah, Ibunya tak kan mungkin melawan Hermosa.


Pertarungan mereka cukup sengit. Saat Hermosa mengayunkan tangannya ke wajah Hana dengan sigap Hana memiringkan pedangnya untuk menghadang serangan itu. Ia menahan sekuat tenaga dan menendang tubuh Neneknya itu hingga terdorong beberapa langkah.


"Lumayan" seringai Hermosa


Sampai saat Hana menunduk menghindari cakaran Neneknya itu, keadaan itu langsung dimanfaatkan Hermosa untuk menendang Hana hingga ia terlempar beberapa meter dari tempatnya bertarung.


"Hana!" seru Audrey dengan wajah cemas


"Istriku!" seru Tian Zhang berlari hendak membantu


"Tidaak. Jangan bantu aku. Percayalah padaku. Tahan saja mereka" ucap Hana dengan wajah memerah menahan rasa sakit.


"Ah...sudah kesakitan rupanya. Kamu hanya manusia lemah. Rasakan ini!" ucap Hermosa mendekat dan langsung menginjak tubuh Hana tanpa rasa iba.

__ADS_1


Krak....Akh!


Jerit Hana. Ia seperti merasakan kesakitan yang amat sangat karena retaknya tulang punggungnya.


"Ini belum apa-apa jadi jangan menjerit dulu" ucapnya sambil menjabak rambut Hana dan menyeretnya paksa mendekat ke arah Tian Zhang dan Taiyang.


"Lepaskan mereka, maka akan kulepaskan istrimu dan istrimu" ancam Hermosa sambil menunjuk Tian Zhang dan Taiyang bergantian


"Apa maksudmu? Apa kamu menahan istriku Mei Lan?" tanya Taiyang


Hermosa menormalkan bentuk wajah dan giginya "Oh kasihan sekali, cucuku sudah melalui banyak masalah tapi tak pernah bisa memberitahu identitas sebenarnya tentang siapa dirimu. Baik karena aku Nenekmu akan kubantu saja kamu bicara ya Hana." ucap sambil mengerlingkan sebelah matanya


"Jangan ka..ta..kan..apa..pun" ucap Hana terbata-bata


Hermosa langsung mencekik leher Hana "Diam! Hanya aku yang berhak bicara."


"Hana ini adalah Permaisuri He hua. Istri pertamamu yang kau lenyapkan bersama Mei lan beberapa tahun lalu. Bagaimana terkejut bukan?"


Shock dengan ucapan Hermosa, Taiyang sangat-sangat terkejut sampai tubuhnya langsung jatuh terduduk ke tanah.


"Lihatlah Hana betapa baiknya diriku, mem..ban..tu..mu...meluruskan persoalan hidupmu. Baiklah apa ada yang mau melakukan negosiasi denganku?" tanya Hermosa dengan nada angkuh


................................


Ah hampir finish ampek ngos-ngosan karena nulis ini malam-malam auto mimpi yang gak2 ini 😱😱😖


Makasih buat semua dukungan kalian readers aku gak bs balas satu2 tapi makasih banyak untuk seluruh doa dan dukungan kalian. I love it. Bangeetttttsss!!!!


Doaku untuk kita semua beserta keluarga agar selalu dilindungi di masa pandemi ini dan semoga pandemi ini segera berakhir 🤲🤲🤲

__ADS_1


__ADS_2