Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
100. Seraangg!!


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat sebuah titik kecil yang muncul di luasnya lautan, dalam hitungan menit titik-titik itu terlihat jelas. Rupanya itu adalah kedatangan belasan kapal besar berbendera kerajaan matahari yang memenuhi lautan. Pemandangan ini terlihat cantik apabila mereka tiba untuk kabar gembira. Namun tidak!


Hari ini adalah hari mendebarkan dan menakutkan. Hari ini adalah hari terakhir bertemu sanak saudara, keluarga bahkan hidup yang sehat. Hari ini adalah hari pemusnahan besar-besaran. Hari dimana Perang terjadi antar umat manusia melawan kejahatan makhluk yang telah memperdaya sebagian dari mereka.


Seorang perempuan bercadar memakai baju besi tampak begitu gagah berdiri di atas benteng, lambaian rambut kecilnya menari-nari namun tak mengganggunya dalam berkonsentrasi mengamati pergerakan kapal-kapal itu. Dengan begitu lantang, ia berteriak pada seluruh prajurit yang dipimpinnya.


"Wahai saudara-saudaraku sekalian, hari ini adalah hari pembuktian kerja keras, tekad dan usaha kalian. Kobarkan rasa cinta dan semangat juang kalian untuk mempertahankan negeri ini tempat dimana keluarga kita lahir dan hidup damai. Bersama-sama kita berjuang, menegakkan keadilan dengan keberanian yang membara seperti api yang tak pernah padam. Mereka yang di depan mata hanyalah sekumpulan prajurit lemah yang terpengaruh muslihat makhluk. Demi kedamaian umat manusia, aku disini sebagai saudarimu, aku disini bersama kalian sebagai pemimpinmu, kita rebut kemenangan dan kejayaan bersama-sama. Sampai detik nafas terakhirku, aku akan terus berjuang bersama kalian. Aku menyerukan pada kalian semua wahai saudaraku, tegakkan panji-panji kebenaran bersama-sama. Tak akan sia-sia keringat dan darah kalian. ATAS NAMA TUHAN, TAKLUKAN MEREKAAA!!!!


"Taklukan merekaaa!!!"


"Taklukan merekaaa!!!"


"Taklukan merekaaa!!!"


ucap seluruh prajurit serempak dengan berani dan semangat yang menggelora.


Genderang perang langsung di tabuh dan terompet besar dibunyikan dengan suara yang lantang begitu panjang pertanda mereka siap berperang.

__ADS_1


Begitu juga pihak kerajaan Matahari mereka membalas dengan membunyikan genderang perang dan terompet yang bunyinya sangat melengking sebagai penunjuk bahwa mereka pun tak gentar.


Dalam 1 jam kapal-kapal itu tiba, menurunkan jangkar mereka. Namun keadaan menjadi hening tak ada yang terjadi sampai beberapa detik kemudian 2 buah kapal yang bentuknya lebih besar daripada yang lain mengeluarkan beberapa ekor singa di dalamnya.


Haumm...haumm


Mereka mengaum ke arah benteng. Mereka tampak sangat buas dengan sorotan mata yang tajam tak bersahabat. Mereka saling menyeringai menunjukkan betapa tajam gigi-gigi mereka. Sampai beberapa prajurit dari dalam kapal kerajaan matahari menembakkan beberapa anak panah ke tembok besar. Para singa itu seolah menggila dan berebut mendekati panah-panah itu. Rupanya panah-panah itu berisi beberapa potong daging segar.


Para singa yang lain pun ikut langsung berlari mendekati tembok, mereka tak ingin kalah dari kawannya untuk mendapatkan makanan jadilah kawanan singa itu meloncat kesana kemari mengikuti arah panah itu ditembakkan. Mereka begitu buas dan lahap memakan daging-daging itu seakan mereka sudah sangat menantikan daging yang tertempel di panah itu selama berhari-hari karena kelaparan.


Memang taktik yang pintar dan licik. Jika para kawanan singa itu dihadapkan pada para wanita istri-istri Kaisar tentu mereka akan menjerit ketakutan. Tapi tidak dengan Hana, ia adalah permaisuri He hua. Mantan Permaisuri Kaisar yang sangat paham dan mengenal dengan baik pemikiran, ide dan taktik luar dalam istana.


"Perhatian, kelompok 1 tembaakk!!" perintah Hana


Panah itu beterbangan, namun hanya sekitar belasan anak panah yang terbang dan berakhir di tanah rerumputan di sekitar benteng itu saja.


"Apa mereka membuat lelucon?" ucap Kaisar pada Pangeran Zhang yang berdiri disampingnya

__ADS_1


"Aku tidak yakin Yang Mulia, lebih baik kita tunggu sebentar sebelum menyerang." jawabnya


Kemudian tiga anak panah berisi api terbang di udara dan kemudian.....


Buzz


Seketika panah-panah yang tadi telah mendarat ke tanah terpicu oleh api itu menyebabkan ledakan kecil lalu panah-panah itu mengeluarkan gas yang dengan cepat menyebar.


Beberapa saat kemudian terlihat singa-singa yang tadinya ganas dan buas, tiba-tiba lemas jatuh tak berdaya kemudian mereka tak sadarkan diri seperti tertidur karena sesuatu. Meskipun gas itu yang menyebar tidak seberapa pekat dan tebal namun mampu membuat siapapun yang menghirupnya akan tertidur sementara waktu.


"Kurang ajar mereka licik!" umpat Kaisar. Ia pun tak berani mengeluarkan tentaranya karena khawatir tentaranya akan jatuh pingsan sebelum menyerang. Kekuatan dan Jumlah tentara Qin jelas jauh sangat jauh dibawah tentara Kerajaan Matahari, namun dengan adanya Hana akan membuat perbedaan jauh itu menjadi persamaan yang mencengangkan.


Setelah beberapa saat kemudian....


"Semua bersiap, seraaanggg!!!" perintah Kaisar


...............................

__ADS_1


__ADS_2