
"Ibu...."
"Ibu..."
Audrey mengerjapkan matanya beberapa kali. "Ini benar kamu Hana" ucapnya sambil meraba wajah Hana. Audrey tampak begitu menyedihkan dengan beberapa luka dan pakaian yang lusuh. Baru 1 hari, Ibunya telah disiksa sedemikian kejam. Ini sungguh keterlaluan.
"Maafkan Hana Ibu, Hana terlambat. Ayo kita pergi dari sini, sudah cukup menahan diri melihat ibu diperlakukan seperti ini." ucap Hana sambil menitikkan air mata.
"Tidak Hana. Biarkan Ibu disini. Bawa pergi Bibimu dan obati dia. Nanti dia akan menjadi saksi utama adanya makhluk itu."
"Ibu, ini mustahil. Bibi kemungkinan telah...." ucap Hana dengan nada melemah
"Cepat periksa dia dan berikan darahmu pada lukanya" perintah Audrey pada puterinya
__ADS_1
Hana mendekati tubuh Ibu Suri lalu memeriksa dengan seksama. Tidak denyut nadi, namun masih ada hawa hangat di mulutnya 'apa mungkin......' Hana segera menyayat telapak tangannya dan mengarahkan tetesannya agar langsung mengenai luka pada leher Shuwan.
Tes...tes..tes
Selama beberapa detik tak ada pengaruh apapun pada luka sayatan yang telah menghitam itu. Namun beberapa menit kemudian perlahan warna kulit itu berubah menjadi kemerahan dan beberapa menit kemudian warna kulitnya kembali normal bersamaan dengan luka itu yang menutup perlahan. Ini pasti karena Ibu telah menotok tubuh Bibi sebelumnya dengan begitu peredaran darah melambat. Saat racun itu masuk, pergerakannya pun ikut melambat. Dan karena totokan itu pula cadangan darah dalam tubuh masih tersisa saat makhluk itu meminumnya, meski sedikit namun masih bisa untuk mempertahankan nyawanya.
"Hana, bagaimana kondisi bibimu?"
"Tubuh bibi masih merespon darahku Ibu. Tapi Ibu bagaimana dengan anda?" tanya Hana dengan cemas.
"Tapi Ibu aku tidak bisa meninggalkan..... "
"Cukup, pergilah. Ibu berjanji akan baik-baik saja." ucap Audrey sambil menggenggam tangan Hana
__ADS_1
"Baik Ibu." ucap Hana sambil mencium kening Audrey lalu dengan cepat Hana memijit hidung Audrey dan memasukkan sebutir pil buatannya pada mulut ibunya dan berkata "Maafkan perbuatanku Ibu, aku akan berjuang menyelamatkan kita semua. Pil ini akan mencegah darah Ibu diserang oleh racun." ucap Hana. Hana tahu tindakannya tidak pantas memaksa Ibunya meminum obat dengan cara seperti itu. Namun hanya dengan cara itulah ia yakin bahwa Ibunya benar-benar meminum obat yang ia buat. Dan hanya dengan begitulah ia bisa sedikit tenang meninggalkan ibunya seorang diri di penjara kerajaan.
.
"Ibu Suri memasuki aula" teriak seorang kasim. Semua orang menunduk mengucapkan puji-pujian yang mengantarkannya hingga duduk di singgasana tepat di sebelah kaisar. Setelah ia duduk, suasana menjadi hening. Banyak yang bertanya-tanya untuk apa Ibu Suri memanggil semua orang untuk mengadakan rapat mendadak di malam hari seperti sekarang. Apakah semuanya terkait persoalan Nyonya Hua yang membunuh pelayan setianya.
Pangeran Zhang maju ke tengah aula untuk memulai pembahasan mengenai tujuan Ibu Suri mengundang para pejabat.
"Selamat malam semuanya, sebelumnya saya ucapkan salam sejahtera untuk Ibu Suri, Kaisar dan para pejabat istana lainnya. Hari ini rapat di adakan secara langsung dikarenakan untuk mendengar berita penting yang akan disampaikan oleh Ibu Suri perihal keamanan dan ketentraman rakyat. Untuk itu kami persilahkan Yang Mulia Ibu Suri." ucap Pangeran Zhang dengan tatapan dingin dan datar.
Sebagian dari mereka berbisik "Apa maksud kata-katanya?"
Ibu Suri menatap kaisar sejenak saat akan berdiri dan kaisar pun mempersilahkan Ibu Suri untuk berbicara. Kaisar sebenarnya tidak tahu berita apa yang akan disampaikan oleh Ibunya itu. Ibu Suri berdiri dan menatap semua orang 'Akhirnya hari ini datang, semua orang akan takluk di bawah kakiku' batinnya
__ADS_1
"Pemberontakan. Ini semua di akibatkan niat terselubung untuk memisahkan diri." ucapnya dengan lantang membuat suasana di aula menjadi riuh oleh keterkejutan semua orang.
................................