Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
37. Audrey Lao Ming


__ADS_3

Pesan Author


Sebelumnya author minta maaf ya readers karena baru up. Hp author bermasalah lagi kemaren. Gitu aja cerita singkat author yuk Monggo dilanjut bacanya 🙏🙏


.............


Di sebuah ruangan bercahaya yang redup dan berbau pengap, sesosok gadis tertunduk dengan wajah yang hampir tertutup rambutnya yang pirang dan panjang. Dua tangan putih pucatnya terentang dan dirantai demikian juga dengan kedua kakinya.


"Buka!" suara wanita terdengar membangunkan kesadaran gadis itu. Suara itu pula yang membuat para penjaga patuh dan segera membuka kunci jeruji besi itu untuknya.


Wanita berjubah hitam itu berjalan menghampiri gadis yang dirantai, menarik paksa dagunya membuat si pemilik wajah terpaksa menatapnya. "Cukup berani. Aku terkesan dengan keberanianmu." ucap wanita itu. Ia menggerakkan wajah gadis itu ke kiri dan kanan dengan kasar. Membuat wajah si gadis terpampang jelas, separuh kulit wajahnya terluka parah seperti tak pernah ada kulit yang pernah menempel hanya tampak daging yang memerah seperti matang karena sesuatu. Lalu setelah melihat wajah si gadis, wanita itu menghempaskan wajah si gadis dan berkata "Merusak sebagian wajahmu tidak akan menyelamatkan dirimu dan pelayanmu dari hukumanku. Lagipula dengan wajah yang menjijikkan itu, aku semakin bersemangat untuk segera melenyapkanmu." ucap wanita itu dengan sinis.


Hhhh akhh


Jerit gadis itu dengan ekspresi menyeramkan.


Wanita itu bersiaga dan perlahan mundur. "Kau takut" ucap gadis itu mengejek. Belum sempat wanita itu menjawab, Si gadis tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


Ha..haa..ha...


"Kamu takut? kamu pantas takut karena aku lah orang yang pantas untuk kamu takuti. Sebab... bisa jadi aku adalah malaikat pencabut nyawa untukmu."


"Ho ho....pencabut nyawa? Lihatlah kondisimu sekarang. Kamu hanyalah seorang tahanan dengan hukuman mati dan yang lebih menyedihkan kenapa kamu harus repot-repot melukai wajahmu sendiri jika kematianmu tinggal menghitung hari."


"Menyedihkan lagi dirimu, dengan mudahnya tertipu olehku memasukkan aku ke dalam sektemu kemudian tanpa kesulitan aku memusnahkan seluruh pengikut sektemu. Lihatlah kamu bukanlah pemimpin tanpa adanya pengikut."


"Ya kamu benar! Semua pengikutku telah mati tapi kamu lupa selama aku masih hidup dengan mudahnya aku bisa membuat seseorang menjadi pengikutku."


Tangan gadis itu mengepal. Ia sungguh telah berusaha saat itu untuk membunuh mereka semuanya namun entah mengapa wanita ini bisa lolos dari maut.

__ADS_1


Wanita berjubah hitam itu kembali melangkahkan kakinya mendekatinya sambil tertawa menyeringai ia berkata "Bawa dua pelayan menyedihkan itu masuk!"


Seorang pengawal memasukkan dua orang gadis dengan keadaan yang menyedihkan. Kondisi mereka tak jauh berbeda, pakaian mereka berwarna lusuh dengan robek disana sini karena bekas cambukan. Dengan tubuh lemas mereka berjalan terseok-seok, karena dirasa lambat pengawal itu langsung menarik paksa mereka dan mendorong tubuh mereka hingga terjerembab di lantai yang dingin di bawah kaki wanita berjubah hitam. Melihat perlakuan kasar pada pelayan - pelayannya membuat gadis itu seakan murka. Ia menarik - narik rantai yang mengikatnya seolah ingin membalas perlakuan pengawal itu.


Ha..ha...ha..


"Kau sudah tidak sabar? Baiklah akan ku mulai pertunjukannya."


"Tidaaakkk!! Jangan kau sentuh mereka. Mereka keluargaku!!" Air matanya menetes atas ketidakberdayaan dirinya.


"Keluarga? Bodoh!! Akulah keluargamu!" kata wanita itu dengan suara menggelegar.


Wanita itu mendekati kedua pelayan itu dengan menjambak rambut salah satu pelayan itu. Pelayan yang ia tarik rambutnya memiliki wajah dengan bekas luka memanjang dari dahi hingga ke pipi seperti bekas tebasan pedang yang tajam dan panjang.


Ho..ho...


"Lihat pelayan ini wajahnya sama dengan dirimu. Wajah cacat tak berguna untukku namun....untuk kesenanganku aku akan memberinya kenikmatan mati secara perlahan." sambil melepas tarikan itu dengan kasar.


Tes..tes..


Darah yang menetes berwarna hitam kental ia tampung lalu didekatnya pada bibir pelayan yang bernama Ying.


"Hentikaann!! Jika kamu melakukannya aku benar-benar akan membunuhmu. Aku Audrey Lao Ming tidak pernah mengingkari ucapanku." ucapnya dengan derai air mata.


"Audrey ku sayang...kenapa kamu begitu membela mereka yang hanya pelayan rendahan. Kamu seharusnya berdiri disisiku bukan melawanku!"


"Keluarga macam apa dirimu. Kamu hanyalah monster pembunuh manusia yang tak berdosa. Aku benci dengan semua manusia terkutuk seperti dirimu."


"Baiklah Audrey sampai akhir pun kamu tidak pernah menyerah. Jangan salahkan aku jika tidak berbelas kasih kepadamu!"

__ADS_1


Wanita itu membuka tudung jubahnya tampaklah wajah wanita tua dengan rambut putihnya.


Wanita tua itu mendekati Ying dan memaksanya menenggak darah hitam di cawan itu meskipun ia berusaha menghindar dengan memalingkan mukanya namun sayang wanita itu tua sangat kuat tenaganya tak selaras dengan tubuhnya yang tua. Ying memegang lehernya seolah ribuan jarum memasuki tubuhnya melewati kerongkongannya. Ia menggeliat menggelepar di tanah seperti cacing. Tubuh perlahan menghitam.


Hi...hi...hi


"Selanjutnya kamu Jingmi" ucapnya pada pelayan Audrey yang satunya lagi.


Pelayan bernama Jingmi menatap tuannya dengan sendu "Nona Audrey aku tak pernah menyesal melayanimu. Aku menganggapmu seperti keluargaku." Jingmi menundukkan kepalanya dengan hormat pada Audrey untuk terakhir kalinya. Sungguh pemandangan yang memilukan.


Akh..hiks..hiks


Jerit Audrey


"Bagus Jingmi kamu pelayan yang setia berwajah cantik. Aku suka dengan semua kesempurnaan dan kulit yang belia." Ia mencengkram leher Jingmi, merobek leher gadis itu dengan kukunya menghisap habis darahnya.


Tubuh Jingmi seketika mengering dan tergeletak di lantai yang dingin itu.


Ha..ha..


"Begitu menyenangkan." suara wanita itu berubah demikian pula dengan rambut putihnya yang kembali menghitam. Tubuhnya kembali muda hanya dalam sekejap.


Tiba-tiba pengawal yang bertugas berjaga diluar mengatakan "Nyonya segera kembali!! Pasukan kerajaan Matahari sudah menerobos pertahanan."


"Bakar tempat ini, tutup pintunya jangan sampai seseorang menemukan tempat ini sebelum semuanya terbakar habis."


"Selamat tinggal Audrey ku sayang" ucapnya dengan sinis.


"Ibu, Ingatlah setiap perbuatan yang keji akan ada balasannya!" ucap Audrey dengan tubuh lemas.

__ADS_1


................


Waow banyak misteri yang belum terbuka. Penasaran yuk terus like and vote yang banyak buat author ya makasih 🙏🙏


__ADS_2