Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
9. Kebangkitan


__ADS_3

Air mata menetes di ujung mata Sang Tabib.


"Sudah berakhir. Aku tak bisa merubah takdir."


Ucapnya menunduk pasrah.


"Tunggu sebentar tuan, bisakah aku mencoba untuk menolongnya?" ujar Chen Long sambil mengeluarkan botol keramik kecil dari dalam bajunya.


"Apa yang akan kau berikan Chen?"


"Ramuan Nigella Sativa dan Madu, saya akan meminumkan ramuan ini." jawab Chen meyakinkan tuannya.


Ji Hua berfikir itu mungkin usaha yang sia-sia, karena ia tak bisa mendeteksi denyut nadi He Hua. Namun jika itu adalah upaya terakhirnya untuk menyelamatkan Sang Permaisuri, tidak ada salahnya untuk mencoba mungkin kali ini takdir berpihak.


Tabib Ji Hua menganggukkan kepala tanda persetujuannya.


.


Tampak taman terhampar sangat luas, berbagai tanaman dan bunga berwarna-warni hidup berdampingan disana. Udara begitu sejuk dengan semilir angin sepoi-sepoi membawa harum bunga yang menenangkan setiap jiwa disana. Sangat menakjubkan dan indah!!


Seorang gadis cantik tertidur pulas beralaskan rumput. Tidurnya begitu damai dan tenang. Tiba-tiba ia merasakan lengan hanfunya ditarik-tarik seseorang serasa terusik dengan gangguan dari seseorang.


"Hei Gadis kecil bangun!! Sudah 3 hari disini dan kau selalu saja tidur. Aku punya cerita bagus untukmu."


"Hei...banguuunnn, ayolah." rengek pria bertubuh mempesona itu.


Jika para wanita kekaisaran bisa melihat pria itu mereka akan berteriak histeris. Bagaimana tidak pria itu tinggi, tampan dengan tubuh beraroma harum seperti bunga. Bahkan tubuhnya pun berkerlap-kerlip seperti batu berlian. Begitu INDAH.


"Hmm..ya ya lihatlah aku sudah membuka mataku. Apa yang ingin kamu ceritakan?"


"Tadi saat Pintu langit terbuka, aku singgah ke tempat saudara tercintamu. Kau tahu aku sedikit menggodanya." sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Dan ia pun melanjutkan ceritanya dengan antusias bla...bla..bla...


Diakhir ceritanya gadis itu kemudian tertawa ringan, Ha..ha..ha...


"Kau pria yang nakal, bagaimana kalau Tuhan menghukummu."


He..he..


pria itu hanya bisa tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku rasa, Tuhan akan menghukummu seperti ini..." sambil mengambil beberapa rumput dan bunga lalu melemparkan ke muka pria itu.


Ha..ha..ha ...


gadis itu segera berlari kencang menghindari pria itu.


"Awas ya kamu."


Wuzz..wuzz


Sayap putih besar dan indah keluar dari punggung pria itu.


Wuzz...wuzz


Ia terbang meliuk-liuk. Dalam sekejap..ia telah berada di depan gadis dan tap...kaki putihnya yang halus menyentuh permukaan tanah.


"Haiz mau lari kemana kamu?" tanyanya dengan tersenyum mengejek.


He..he.. tawa gadis itu dengan malu-malu.


Tiba-tiba angin bertiup berbeda dari biasanya. Pria itu tersentak dan termenung.

__ADS_1


Saat melihat pria itu hanya diam mematung. He Hua menatapnya seolah bertanya 'ada apa?'


Namun pria itu hanya menjawab "He Hua waktumu di Lembah Penantian telah selesai. Waktumu untuk kembali. Hadapi takdir yang menanti."


Setengah jiwa He Hua berada di alam yang berbeda, mereka menyebutnya Lembah Penantian. Disana tempat jiwa-jiwa yang belum sepenuhnya meninggalkan raganya, antara hidup dan mati.


He Hua melangkah pergi ke arah yang ditunjukkan pria itu. 2 Pilar terjulang tinggi seperti pembatas antara Lembah Penantian dengan dunia lainnya. Kilatan Cahaya menyala-nyala di dalamnya. He Hua berhenti sejenak menoleh kebelakang untuk melihat pria itu untuk terakhir kalinya. Perasaannya benar-benar sedih serasa kehilangan sosok sahabat yang belum pernah ia miliki selama di dunia.


Dengan wajah sendunya ia mengucapkan "Terima kasih kawan." sambil memaksa dirinya tersenyum.


Lalu melangkahkan kembali kakinya kedepan



sambil memejamkan matanya pria itu berdoa dalam hati 'Ya Tuhan berikanlah ia kehidupan baru yang lebih baik.'



...


Uhuk..


Darah berwarna kehitaman keluar mengalir dari setiap lubang panca indranya. Perlahan-lahan tubuh berdaging tipis itu menghangat. Gerakan tulang dada yang teratur, membuktikan tubuhnya bisa bernafas normal.


Setiap orang yang berada diruangan itu bernafas lega penuh syukur dan menatapnya penuh haru. Akhirnya setelah beberapa upaya yang dilakukan Sang Permaisuri berhasil di BANGKITKAN dari kematiannya.


..........................


Nigella Sativa atau jinten hitam adalah salah satu tanaman obat semusim. Selama ribuan tahun tanaman ini digunakan sebagai obat dan rempah. Tanaman ini berfungsi sebagai antibakteri, antivirus, anti parasit dan digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman dan bakteri. Hasil Penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986 dan laporan penelitian lainnya seperti tertera dalam Jurnal Farmasi Pakistan, 1992[butuh rujukan]. Semua info yang author dapat diatas berasal dari pencarian di berbagai sumber pada media internet.


Makasih atas semua dukungan kalian semua readers, mohon jangan lelah untuk mendukung author ya. Tetap klik like dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2