Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
70. Penobatan


__ADS_3

Pagi hari semua orang bersiap menghadiri upacara penobatan permaisuri baru mulai dari Pejabat, bangsawan berpengaruh hingga beberapa tamu kehormatan diantara tabib Ji beserta keluarganya. Mereka semua menjadi saksi Pengangkatan Selir Mei Ling menjadi Permaisuri Kaisar Taiyang.


Mereka duduk dengan pengaturan yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara acara kerajaan. Tabib Ji duduk berdampingan beserta beberapa pejabat istana sementara keluarga duduk di barisan belakang. Sebenarnya Hana dan keluarga heran, mereka tidak mendapatkan undangan apapun dari istana jauh-jauh hari sebelumnya. Namun undangan itu datang mendadak 2 hari sebelum acara. Untungnya Ibu Hana memiliki pakaian yang indah namun tak terlalu mencolok untuk mereka berdua kenakan. Dalam mengikuti acara hanya diperbolehkan maksimal 3 orang saja. Mengerti karena tidak ingin orang istana ada yang mengenal dan mengingatnya, Fangyin meminta Hana saja yang menghadirinya.


Tibalah acara utama dimulai, bunyi yang cukup keras seperti gong dipukul menandakan kepada semua undangan untuk berdiri menyambut kedatangan Petinggi Kekaisaran.


Ada semacam aura aneh yang berwarna kehitaman menyebar perlahan masuk melalui pintu utama.


Deg!


Jantung Hana berdegup tak nyaman.


Audrey melirik Hana, menangkap kesan ada sesuatu yang aneh yang membuat Hana tidak nyaman. Apakah perasaan lama anaknya bertemu dengan mantan suaminya dan saingannya membuat rasa ketidaknyamanan itu. Ataukah perasaan lainnya karena akan bertemu dengan Ibu Suri Shuwan? Entahlah! Yang pasti perasaan Audrey pun sama, ia juga merasa tidak nyaman.


Seorang Kasim berteriak "Yang Mulia Ibu Suri memasuki ruangan."


Tak..tak..tak

__ADS_1


Derap langkah anggun seorang wanita dengan segala hiasan rambut dan jubahnya berwarna merah keemasan sungguh semua orang terpukau dengan kecantikannya, semua orang menyambutnya dengan berseru "Panjang umur Yang Mulia Ibu Suri, semoga dianugerahi dengan ribuan kebaikan dari Langit!"


Ia seolah menjawab seruan mereka dengan senyuman dan anggukan kepala diikuti beberapa pelayan yang mengikutinya dari belakang. Setelah ia duduk, kasim kembali berteriak "Yang Mulia Kaisar Taiyang dan Permaisuri Mei Lan memasuki ruangan."


Semua pasang mata menatap kembali ke arah pintu masuk aula itu, tampaklah seorang kaisar berjubah besar berwarna emas, tubuhnya yang tinggi, tampan dan gagah memasuki aula besar itu diikuti oleh Permaisuri yang memakai pakaian berwarna senada dengan hiasan di kepalanya yang gemerlap. Semua orang kompak berseru kembali "Panjang umur Yang Mulia Taiyang dan Permaisuri, semoga di anugerahi ribuan kebaikan dari langit!"


Setelah mereka berdua duduk di singgasana. Kasim kembali mengumumkan kedatangan para selir lainnya. Audrey menyenggol Hana dan berbisik "Luar biasa mantan suamimu memiliki istri sebanyak itu." Hana hanya menatap datar Ibunya seolah malas menimpali ucapan ibunya itu. Semuanya pun kembali menyambut kedatangan para selir dengan berseru yang sama. Semua orang kini dipersilahkan untuk duduk dan menyaksikan acara selanjutnya. Seorang tetua adat melakukan upacara pengangkatan permaisuri Mei Lan disertai doa-doa. Setelah beberapa saat akhirnya acara yang panjang dan cukup melelahkan di akhiri dengan perjamuan makan malam. Di luar istana semua rakyat bersorak sorai dengan perayaan dan pesta kembang api.


Semua orang saling berbincang-bincang kepada sesama tamu undangan ada yang hanya untuk berbasa basi, ada yang mencari jodoh untuk keluarganya, ada yang mencari muka pada kalangan pejabat istana bahkan ada yang menyebarkan gosip di sana sini. Hana yang melihat ibunya mendampingi ayahnya yang sepertinya sibuk dengan beberapa pejabat istana, tak ingin ikut serta ia memisahkan diri dengan keluar sebentar sambil membawa beberapa potong buah di mangkuk kecil yang ia bawa.


"Apa kamu tidak menyukai suara bising disana dan memilih untuk duduk disini sendirian?"


Hana setengah terkejut dengan suara itu dan menatap pria di depannya "Anda Yang Mulia."


Hana berdiri dan memberikan salamnya. "Sudah jangan terlalu formal, disini tidak ada yang akan menghukummu. Maaf tadi aku mengejutkanmu." ucapnya sambil tersenyum manis.


Hana memang terkejut tadi tidak biasanya ia seperti itu mungkin karena hatinya belum terbiasa melihat bagaimana mesranya mantan suaminya dan permaisurinya itu.

__ADS_1


"Tidak jangan meminta maaf padaku yang mulia itu tidak perlu. Seharusnya aku berterimakasih pada Anda karena telah berbaik hati mengundang kami." ucapnya karena ia yakin Pangeran Zhang lah yang mengundang Hana dan keluarganya.


"Mmm...kamu tahu dari..."


"Tidak, aku hanya menduganya saja. Mungkin anda berterimakasih padaku karena sudah menyembuhkan sakit anda. Tenang saja Pangeran, aku tidak akan menceritakan pada siapapun soal sakit anda kemaren." ucap Hana meyakinkan.


"Ah ya...kamu tahu itu adalah aku. Baiklah aku juga tidak akan menceritakan pada siapapun soal kekecewaanmu pada status barumu itu, termasuk pada kedua orang tuamu." balas Pangeran Zhang dengan menatap mata Hana.


Ha...ha...ha..


"Anda bergurau Pangeran mana ada pengantin baru kecewa dengan status barunya. Banyak keberkahan di dalamnya. Mengapa saya harus kecewa?" ucap Hana memalingkan wajahnya lalu sambil melangkah menjauh kemudian ia berbalik dan berkata "Maafkan kelancangan saya sebaiknya saya pergi mencari kedua orang tua saya mungkin sekarang Ayah dan Ibu saya sedang kebingungan dengan keberadaan saya."


Pangeran Zhang menatap punggung Hana yang menjauh kemudian ia bergumam "Dari jawabanmu, aku tidak yakin kamu bahagia Hana. Apalagi di acara sepenting ini tidak suami yang mendampingimu."


.........................


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga puasa kalian lancar ya...semangaaaat!!!! 💪💪

__ADS_1


__ADS_2