Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
26. Hanya 1 Malam


__ADS_3

"Apa sabar? itu 2 tahun yang lalu sebelum aku mengetahui bahwa aku benar-benar tidak bisa memiliki keturunan." ucap Jian Lan


"Lagipula kamu berhutang budi pada ayahku. Ingat janjimu saat beliau menempatkanmu disisiku adalah untuk melindungiku seumur hidupmu." lanjutnya.


brukk


tabib jian jatuh bersimpuh di lantai ruangan itu. Dia memang telah berjanji pada mendiang ayah jian lan akan menjaganya seumur hidupnya. Dia dulu memanglah anak jalanan, beruntung ia bertemu mendiang ayah jian lan. Beliau memungutnya memberikan kehidupan yang layak bahkan beliau juga menyekolahkan Ji hua. Rasa hutang budi itulah membuatnya berjanji pada sosok yang dianggapnya seorang ayah bahwa ia akan menjadi pelindung putra semata wayangnya.


Ingatan Ji hua kembali, lalu ia berkata


"Jika aku memberikan anakku padamu, semua orang tahu jika anak itu adalah anakku lagipula aku tidak bisa membuat Audrey memberikan anak pertama kami." ucapnya.


'Kasihan sekali anakku, belum juga genap 4 bulan kandungan istriku tapi sudah diperebutkan' bathin tabib ji.


Tiba-tiba pandangan mata Jian Lan menggelap. "Ya kamu benar, semua orang di kediaman ini sudah tahu bahwa anak dikandungan istrimu pastinya adalah anakmu dan tidak mungkin lagi bagiku untuk memilikinya.."


Jian lan meraih pundak kawannya itu membuatnya untuk berdiri sejajar dengannya. Lalu membisikkan lanjutan ucapannya yang terputus tadi "Namun..istriku masih bisa hamil anak darimu."


Seketika setitik air mata turun begitu saja di mata Sang Panglima Perang itu, kata-kata itu sangat sakit untuk ia ucapkan namun ia terpaksa 'tidak ada jalan keluar lainnya.'


Tabib Ji mendorong kasar sahabatnya itu. "Kamu gila!! Benar-benar GILA!!" Teriak Ji hua


'Apa yang mendasari ketidakwarasan pria dihadapanku ini mengucapkan kata-kata biadab seperti itu?'


Ha...ha..ha..


"Gila aku memang gila. 2 atau 3 tahun lagi mungkin orang diluar sana tidak akan ada yang membicarakan keluargaku tapi beberapa tahun kemudian akan banyak orang yang menertawakan istriku menuduhnya sebagai wanita mandul dan mereka akan memaksaku untuk menikah lagi. Dan meskipun aku menikahi 10 orang wanita sekaligus tetap saja mereka tidak akan hamil. Karena disini yang bermasalah adalah AKU!!."

__ADS_1


"Aku mandul. Kamu tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini."


Ji hua memang menyadari Jia lan memang telah lama menginginkan penerus. Usia pernikahannya sebelum perang terjadi sudah berjalan 3 tahun lebih. Jika mereka gusar belum juga memiliki anak wajar saja karena usia pernikahan kini telah memasuki tahun ke - 7. Siapapun akan risau mengingat keturunan adalah yang diinginkan siapapun yang telah berumah tangga termasuk kaisar matahari. Kaisar banyak memiliki istri namun tidak satupun dari mereka yang mengandung hanya permaisuri dan 1 selirnya yang berasal dari kerajaan ming yang telah berhasil memberikan anak untuk yang mulia.


"Jian Lan tenangkan dirimu, aku akan membantumu membuat ramuan bahkan akan kucarikan obat terbaik meskipun itu di ujung dunia sekalipun asalkan kamu bisa bersabar dan tak memikirkan ide konyol seperti itu."


"Kamu ingin menipuku Ji hua, sekarang tatap aku bersumpahlah atas nama istri dan anakmu bahwa kemandulanku hanya sementara dan bisa diobati."


"A...aku."


Tabib Ji hua terdiam ia sungguh mengetahui dengan baik bahwa Jian Lan tak akan bisa memiliki anak untuk selamanya.


"Kenapa diam. Benar bukan kenyataan pahit itu." ucap Jian lan dengan nada mengejek.


"Aku memintamu hanya satu malam. Satu malam bersama istriku. Aku akan memberi pengertian untuknya." ucapnya meyakinkan sahabatnya itu.


"Pengertian macam apa yang akan kamu berikan untuk istrimu? Bahwa kamu mandul dan menginginkan istrimu hamil dari pria lain."


Saat Ji hua mengatakan dugaan yang ia terka suasana menjadi hening untuk sesaat.


Kemudian Jian lan menjawab ucapan temannya itu.


"Ya kamu benar, aku tidak memungkirinya. Itu juga adalah alasan terbesarku. Siapapun pasti menginginkan kedudukan dan kehidupan yang nyaman. Aku seorang Panglima besar yang telah mengabdi bertahun-tahun pada kerajaan ini sudah sangat layak bagiku menerima hasil dari jerih payahku selama ini."


"Istriku pasti akan mengerti alasanku. Dia akan mendukung rencanaku. Semuanya demi masa depan kami berdua. Karena itu teman lakukanlah permintaanku. Aku percaya padamu. Tidak mungkin bagiku meminta hal ini pada pria lain."


"Namun jika kamu tidak bersedia, baiklah aku tidak akan sungkan memberitahu pada orang luar bahwa buronan dari kerajaan ming berada di rumahku."

__ADS_1


"Jian lan kamu!"


"Kamu pikir, aku tidak tahu asal-usul Audrey? Pergi dan pikirkan ucapanku baik-baik. Aku yakin kamu tidak akan mengecewakanku."


Dengan langkah gontai, Ji hua meraih pintu dan keluar dari ruangan itu. Namun saat hendak melangkah menuju kamarnya ia melihat sesosok perempuan duduk membelakanginya di taman dekat ruang kerja sang menteri pertahanan.


Entah mengapa ia malah melangkahkan kakinya mendekati perempuan itu.


Hiks hiks hiks


"Qian kakak ipar kenapa anda disini dan menangis sendirian ditengah malam seperti ini."


Ternyata perempuan itu adalah Xin qian istri Jian lan.


Sambil mengusap airmata yang tidak mau berhenti jatuh dari matanya, Xin Qian berucap


"Aku sudah mendengar semuanya, aku sudah mendengarnya."


"Apakah kakakmu itu tidak tahu bagaimana perasaanku, kenapa ia tidak jujur dari awal padaku. Dan aku baru mengetahuinya sekarang."


"Semua orang menertawakanku karena aku mandul tapi ternyata semua ini adalah..."


hiks..hiks..hiks


"Apakah aku perempuan hanyalah alat untuk memproduksi anak setelah ia tidak mampu, bahkan ia memintamu untuk..." Qian tak sanggup melanjutkan pikiran kotoran suaminya itu.


"Memangnya perasaanku tidak penting! Mengapa ia tidak jujur, menghadapi semuanya bersama bahkan kalaupun ia tak sanggup kita bisa pergi meninggalkan semuanya dan memulai semuanya dari awal tanpa beban apapun." ucapnya dengan derai air mata.

__ADS_1


....................


😭😭 author ikutan sedih dengan adegan ini. Memang benar loh ya orang luar selalu bertanya kapan menikah, kapan punya anak, dst. Pertanyaan seperti itu kadang membebani kita, seperti mempersempit cara pandang kita. Tapi yakinlah Alloh selalu melihat kita dan menolong kita dengan cara-caraNYA. Tetap berusaha sebaik-baiknya dalam hal kebajikan 😇😇. Maaf ya authornya hari ini agak melow jadi kebanyakan ceramah 🙏🙏


__ADS_2