Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
17. Tanah


__ADS_3

Panggilan suara mereka seakan-akan jauh terdengar di telinga He hua. Ia merasakan seperti tulang-tulangnya dipatahkan, darahnya seperti mendidih. Suhu tubuh He hua meningkat drastis seiring dengan rasa sakit seperti terbakar.


"Akh...akh.." He hua hanya menjawab mereka dengan erangan kesakitan yang luar biasa.



Teriakan He hua begitu nyaring dan terdengar miris. Mereka hanya menatap dan mendoakannya saja.


Detik berikutnya nafas He hua kian memburu. Hawa panas tubuh lama kelamaan meningkat sampai kulit tubuhnya menghitam seperti luka bakar ia menggelinjang berguling-guling.


Tiba-tiba


Splash..muncul api biru di tubuhnya membakar seluruh tubuhnya. Kulitnya seketika terkelupas bahkan baju yang dikenakan sudah tidak bersisa.


Akh...akh...


"panasss..sa..kit.." jeritnya


Tubuhnya seperti manusia yang dikuliti hidup-hidup. Tinggal daging merah dan urat-urat yang terlihat, tidak ada kulit ataupun rambut. Ini betul-betul puncak penderitaan yang harus dilewati He hua.


Akh...akh...


"panasss..sa..kit..akhh"


hingga beberapa waktu ia masih menjerit-jerit.

__ADS_1



"Tuan tolong bantu dia aku betul-betul tidak tega." Chen begitu iba.


"Nona..." hiks..hiks Ling ling menyatukan kedua tangannya memanjatkan doanya untuk He hua.


"Chen segera gali lubang seukuran tubuh He hua, kita akan menguburkan tubuhnya hidup-hidup!"


"Tuan kamu mau membunuh nonaku! Jangan tuan jangan." isak Ling ling


"Dasar gadis bodoh, kita menguburkannya untuk mengurangi rasa sakit di tubuhnya tanah bisa menyerap dan mendinginkan tubuh jadi bisa mengurangi penderitaannya." jelas tabib Ji.


Tabib Ji heran bisa-bisanya Ling ling berfikir ia akan membunuh He hua. Jika ia ingin He hua mati mungkin malam He hua dinyatakan wafat di hari kematiannya, Ji hua tidak perlu repot-repot menyuruh Chen mengambil mayatnya.


Tubuh He hua akan membakar apapun yang bersentuhan dengannya sampai-sampai mereka bertiga menggunakan salep khusus untuk mengangkat tubuh He hua.


Setelah memasukkan tubuh He hua ke dalam lubang itu dan menguburkannya, tabib Ji melihat tangan kedua anggota keluarganya itu memerah.


"Cepat oleskan lagi salep ini ke tangan kalian." tabib Ji menyodorkan salep dingin untuk tangan mereka.


Jeritan dari dalam tanah masih samar-samar terdengar ini sudah hampir setengah hari namun jeritan itu belum juga berhenti.


Jikalau ada orang lain yang masuk ke Hutan dan mendengar jeritan itu maka bulu kuduk mereka akan berdiri berpikiran itu jeritan penghuni Hutan Sunyi.


Jeritan He hua dari dalam tanah seakan membuat ketiganya tidak berselera makan. Hingga tabib Ji berkata "Makanlah beberapa suap agar kalian bisa menegakkan tulang punggung, tentu kalian tidak ingin He hua sedih apabila melihat kalian sakit saat dia pulih."

__ADS_1


.....


3 hari berlalu jeritan itu kini sudah tak terdengar lagi.


Ling ling bersemangat dan berkata "Tuan sejak tadi malam hingga pagi ini aku tidak mendengar jeritan nona lagi, apakah nona akan keluar dari dalam tanah hari ini?"


"Semoga saja, ayo kita lihat."


Mereka bertiga menunggu di tepi gundukan tanah. Menunggu dan menunggu.


Beberapa saat kemudian sebuah tangan muncul di permukaan tanah.


"Ling ling cepat ambil selimut!"


Ling segera berlari masuk dan membawa selimut di tangannya. Mereka membantu He hua menggali tanah dengan tangannya agar He hua bisa keluar dengan mudah tanpa terluka.


Begitu kedua tangan dan wajah He hua menyembul keluar, mereka membantu dengan menarik tangannya.Ling ling segera menyelimuti tubuh He hua dengan selimut. Belum terlihat jelas apakah wajah dan tubuh He hua berubah karena tubuh, wajah dan rambutnya masih kotor dengan bekas tanah yang lengket mengering.


"Ayo kita masuk ke dalam!" Rona wajah kebahagiaan tersirat di wajah tabib Ji hua dan Ling ling.


Saat mereka bertiga telah masuk ke dalam rumah, Chen long bergumam pelan "Jika kamu sudah pulih, apa aku bisa memulai atau mengakhiri petarungan denganmu?"


...............


Wadadidaw kenapa Chen long berkata seperti itu ya? Siapakah Chen long sebenarnya? Semua akan terjawab jika para readers tetap vote, like dan komen 😂😂

__ADS_1


__ADS_2