
"Lihatlah Hana betapa baiknya diriku, mem..ban..tu..mu...meluruskan persoalan hidupmu. Baiklah apa ada yang mau melakukan negosiasi denganku?" tanya Hermosa dengan nada angkuh
"Cih...harga untuk diriku sangatlah tinggi dan anda mau menukarku dengan mereka? Bahkan 1000 monster tak sebanding dengan diriku ini." ejek Hana
Hermosa sedikit tersulut emosi dan menjambak rambut Hana kembali "Nyawamu tidak berharga bagiku karena kamu telah membunuh kekasihku, seharusnya tadi aku sudah membunuhmu dengan mudah. Tapi sekarang kedua suamimu ini sudah menahan anak buahku kesayanganku jadi haruskah kubunuh semuanya sekarang jika tidak ada yang ingin negosiasi?"
"Tunggu dulu jangan sakiti Hana, aku ingin bertanya sesuatu aku akan menukarkan Ling'er dengan Hana tapi apakah benar dia istriku He hua?" tanya Taiyang
"Benar. Dia adalah permaisuri anda. Apa kini Anda tertarik untuk bertukar tawanan?"
Ha..ha...ha
"Anda lucu sekali Yang Mulia. Memang benar aku adalah He hua lalu kenapa? Saya bukan istri anda lagi, anda kan pernah membunuhku...apa anda lupa? Lagipula saya telah menikah dan suami saya yang sekarang jauh-jauh lebih baik daripada anda. Sekalipun di dunia ini hanya tinggal anda pria satu-satunya, lebih baik aku hidup sendiri atau memilih mati daripada harus kembali padamu. Pembunuh! cuh..." ucap Hana sambil meludah ke tanah
Taiyang menggengam erat tangannya meluapkan emosi di hatinya, bagaimana ia bisa bodoh terlena oleh kecantikan wanita ini dan mengharapkannya. Bahkan wanita ini berani mengejeknya di depan semua orang seolah ia hanyalah pria biasa tanpa kedudukan. Dia telah melenyapkan wanita ini sekali lalu apa salahnya jika kini......
"Aku punya tawaran bagus untukmu." ucap Taiyang
"Pertama Bunuh dia! Yang kedua berikan jaminan keselamatan untukku dan semua orang-orangku maka aku akan berikan Ling'er padamu." ucap Taiyang lagi. Ini adalah kesempatan bagus untuk Taiyang meleyapkan Hana jika Hana tiada maka rintangan besar sedikit berkurang dan kemenangan peperangan tinggal beberapa langkah. Selanjutnya dia akan memikirkan untuk memusnahkan orang-orang yang tidak berkepentingan lainnya.
"Kakak, dia adalah anggota kerajaan. Bagaimana bisa kamu memberikan penawaran kejam seperti itu." cegah Pangeran Zhang Junda
"Yang Mulia" ucap Anming khawatir. Ia merasa ini sudah keterlaluan seorang Kaisar meminta kematian istri seorang putra mahkota.
Tian Zhang hanya diam tak berekspresi menatap Hana dan ia tak berkata apapun untuk menyelamatkan nyawa istrinya itu.
Sambil tersenyum Hermosa melihat ke arah Pangeran Tian Zhang "Apa anda tidak ingin melakukan penawaran untuk menyelamatkan nyawa istrimu?"
"Berikan perlindungan untukku dan anak buahku seluruhnya dan tinggalkan tempat ini seolah kalian tidak pernah memijaknya rumputnya" jawab Pangeran Tian Zhang
Ha...ha..ha...
"Ini bagus seorang suami lebih mementingkan dirinya daripada keselamatan nyawa istrinya. Kamu dengar itu Hana." ucapnya sambil menginjak tubuh Hana
__ADS_1
"Yang Mulia dia istri anda!" ucap Anming emosi
"Tian Zhang selamatkan putriku. Aku akan membunuhmu jika putriku tiada!" teriak Audrey
Sambil membalikkan tubuhnya Tian Zhang seolah tak peduli ia berkata "Biarkan saja satu orang berkuasa dan satunya lagi memiliki kekuatan monster mereka semua menginginkan kematiannya, aku bisa apa lagipula istriku kini mungkin sudah cacat. Mustahil untuk memiliki keturunan yang sempurna. Dan yang terpenting kita semua harus tetap hidup!"
"Bagus. Pemikiran yang realistis. Kalau begitu aku akan mengakhirinya sekarang juga!" ucap Hermosa sambil mencekik leher Hana lalu kemudian ia berhenti.
"Kematian seperti ini terlalu mudah untukmu. Aku harus membalaskan dendam kekasihku." ucapnya kemudian ia menusukkan pedang berkali-kali ke tubuh Hana
srak...srak...srak..namun tusukan itu tak terlalu dalam. Ia seolah sedang menyiksa Hana dan membuatnya mati perlahan dengan darah yang keluar dari setiap tusukan di tubuhnya. Lalu ia tersenyum kembali menginjak kaki dan tubuh lainnya dengan kekuatan penuh seolah ingin membuatnya lumpuh.
"Malaikat kematian pasti akan ketakutan melihatmu seperti ini."
Dan terakhir ia mencekik leher Hana dengan kuat hingga tubuhnya terangkat ke udara lalu terdengar bunyi
Krak
"Hana!" jerit histeris ibunya yang dengan lemah berusaha menggapai tubuh putrinya yang tak bergerak. Dengan lembut ia membelai wajahnya dan memegang tangannya.
Hiks...hiks...hiks...
"Kejam, kalian kejam. Putriku yang malang menikahi sampah idiot seperti kalian. Ibu, teganya kamu membunuh putriku. Dia anakku. Dia juga darah dagingmu." teriak Audrey
Sambil mendekati Audrey, Hermosa berkata dengan nada mengejek "Heh...dia hanya benalu. Aku belum membuat perhitungan denganmu tapi kulakukan nanti saja lagipula kau tak akan bisa lari dengan tubuh lemahmu itu."
"Bagaimana apa kalian bisa melepaskan mereka sekarang?" tanya Hermosa sambil melipat tangannya ke depan.
.
"Hana...hana..."
Hana mengerjapkan matanya beberapa kali, tempat ini putih, kosong dan sunyi.
__ADS_1
"Guang. Dimana aku?"
"Bangunlah. Ini saatnya Hana." ucap Guang membangunkan tubuh Hana menggenggam tangan Hana dan menunjuk ke seberkas cahaya yang menyilaukan mata didepan mereka. "Pergilah!" ucapnya lagi
Hana berjalan tertatih-tatih mendekati cahaya itu. Semakin lama semakin besar cahaya itu dan semakin menyilaukan matanya hingga........
.
Deg...deg...
Denyut jantung Hana menguat tangan Hana bergerak-gerak perlahan, tulang-tulangnya menyatu kembali, kulit yang tadinya robek menyatu kembali menutup sempurna seolah tak pernah robek oleh benda tajam dan sesuatu yang panas bergejolak dalam darah Hana mengalir begitu cepat ke seluruh tubuhnya.
Menyadari putrinya menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan segera Audrey menutupi tubuh putrinya dengan kain penutup yang tadinya ia kenakan dan melanjutkan tangisnya agar tidak ada satupun orang disana yang menyadari bahwa Hana seolah hidup kembali.
Tadinya ia berusaha mendekati mayat Hana untuk memeriksa putrinya itu. Sungguh mengejutkan meskipun seluruh tulangnya patah dan memiliki banyak tusukan di tubuhnya, denyut nadi Hana tetap ada meskipun itu sangat-sangat lemah. Mengingat bahwa tubuh putrinya itu memang spesial maka hanya sedikit kekhawatiran menyelinap hatinya. Namun Audrey harus menunjukkan kesedihan seorang Ibu yang kehilangan anaknya agar tidak ada satupun orang yang curiga terlebih Hermosa.
Saat mereka membuka ikatan rantai satu persatu, sesuatu yang cepat melesat. Dalam hitungan detik Menteri Keuangan dan Ling'er meraung menjerit kesakitan
Akhhh!
kemudian tubuh mereka perlahan-lahan meleleh seperti tubuh Sizu sebelumnya.
"Apa yang kalian lakukan!" teriak Hermosa mengira para prajurit itu membunuh anak buah kesayangannya.
"Bukan mereka tapi aku Nenek. Apa anda merindukanku?" ucap Hana sambil menyeringai dengan belati hitam di tangannya.
...........................
Ini sekilas info ya kalau Suami Hana sebelumnya bernama Chen long tapi karena sudah kembali ke Kerajaan asalnya maka ia menggunakan nama aslinya yaitu Pangeran Mahkota Tian Zhang sedangkan Pangeran Zhang Junda adalah adik Kaisar Taiyang, anak dari Ibu Suri. Mungkin ini sedikit membantu biar gak salah paham trus bingung..kalau ada yang tanya kenapa sih namanya mirip-mirip bikin orang jadi bingung? wkwkwkwk
Sebenarnya niat author mbikin nama-nama agak sama itu supaya author gak kesulitan untuk mengingat nama mereka juga untuk edukasi aja karena nama-nama yang menyerupai tapi karakter berbeda menunjukkan seperti keragaman budaya, bahasa dan lainnya yang ada di negara kita. Halah...ngomong apa sih author gak nyambung sak karepmu...sak karepmu 😂😂
Intinya meskipun banyak perbedaan tapi tetap kita bersaudara sesama manusia saling mengasihi saling menghormati. Ok salam perdamaian 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1