
Token Identitas adalah sebuah kertas tebal berbentuk panjang berisi identitas singkat seseorang di suatu kerajaan. Isinya adalah Nama yang bersangkutan, Nama Ayah atau Nama Suami bila telah menikah, Marga dan untuk Golongan Status Sosial juga Nama Kerajaan penanggung jawab, akan terlihat dari warna dan simbol yang tertera pada token.
Token Identitas yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Matahari memiliki simbol matahari dan pemberian warna adalah untuk memudahkan sistem pencatatan administrasi. Untuk token warna Emas adalah Golongan 1 yaitu Raja dan keluarganya. Untuk token warna Emas dengan pinggiran warna merah adalah Golongan 2 yaitu Para Bangsawan Berpengaruh dan Pejabat Pemerintahan setingkat Menteri beserta keluarganya. Untuk token warna Perak adalah Golongan 3 yaitu Tabib, Pejabat di bawah Menteri dan Bangsawan Golongan tertentu beserta keluarganya. Untuk token Perak dengan pinggiran berwarna merah adalah Golongan 4 untuk pedagang dan pengusaha skala kecil beserta keluarganya. Untuk Kepala keluarga atau Penanggung Jawab suatu keluarga, token mereka memiliki garis tebal berwarna hitam dibawah nama mereka. Dan terakhir untuk token hijau adalah Golongan 5 untuk rakyat yang tidak mampu, mereka adalah orang yang tidak dikenai pajak. Pencatatan identitas seperti ini dulunya telah ada namun hanya Raja dan bangsawan yang memilikinya dan pada masa pemerintahan He Hua yang tak lain adalah Hana ia menyempurnakan Sistem Pencatatan Identitas ini untuk semua kalangan. Tujuannya adalah untuk memudahkan menghitung berapa jumlah Objek Pajak dan juga lebih memudahkan Pemerintah untuk memberikan bantuan pada rakyat golongan tidak mampu.
Namun lagi-lagi semua usaha kerja keras He Hua yang tak lain adalah Hana ditutup-tutupi. Mereka mengatakan semua kerja keras itu berasal dari kecerdasan Kaisar karena pada dasarnya kemampuan wanita tidak boleh diatas pria.
Kembali pada Hana yang berjalan tergesa-gesa. Hanya 10 menit Hana telah tiba didepan sebuah bangunan yang besar dengan papan besar tergantung di atasnya, Kantor Pengurusan Administrasi Kerajaan.
Deg...deg...deg
Jantung Hana begitu cepat berdetak. Ia harus memastikan! Di pegangnya token berwarna Perak itu, di token itu memang hanya ada Namanya dan Nama Ayahnya namun ia sangat mencurigai sikap Ibunya. Senyum Ibunya dan sikap keluarga yang lain menunjukkan sesuatu keanehan. Ia harus mengetahuinya hari ini.
Hari itu Kantor Pengurusan benar - benar ramai hingga ia melihat ada seorang petugas yang berjalan ke arahnya sehingga ia memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya "Permisi dimana saya bisa menanyakan identitas lengkap seseorang?" ucap Hana sopan pada seorang pria muda yang terlihat sibuk membawa setumpuk kertas.
Pria muda itu melihat Hana dari atas hingga ke bawah. Dahinya terlihat menyatu seolah banyak pertanyaan yang muncul setelah melihat Hana. Bagaimana tidak, Hana memakai baju tertutup, cadar dan hanya terlihat rambut dan telapak tangannya saja.
"Ada keperluan apa anda menanyakan itu?" sambil meletakkan tumpukan kertas itu di sebuah meja kosong. Lalu ia berjalan kembali mendekati Hana. Dan herannya pria itu mencium aroma wangi yang begitu menyegarkan dari tubuh wanita di depannya itu. Pria itu yang awalnya acuh tak acuh pada Hana kini mulai memberikan perhatian pada wanita di depannya dengan mengubah mimik wajahnya dengan sebuah senyuman yang manis.
Hana tak terlalu memperhatikan perubahan itu ia malah sedang berfikir, jika ia menjawab yang sebenarnya maka Ayahnya akan jadi bahan tertawaan orang - orang karena anak kandung seorang Tabib terkemuka tidak percaya pada Ayahnya dan memastikan sendiri identitasnya.
"Saya menemukan sebuah token identitas milik Penyelamat saya tadi. Saya berfikir untuk mengembalikan kerumahnya. Bisakah Saya mendapatkan alamat orang ini?"
Ehem
"Sebetulnya hari ini pekerjaan saya sangat banyak tapi saya bisa meluangkan waktu untuk membantu Anda Nona....."
"Nama saya Ying tuan. Saya sangat ingin berterimakasih pada Nona pemilik token ini dan memberinya hadiah karena sudah banyak menolong saya di saat saya kekurangan." ucap Hana dengan menitikkan air mata.
Yang pasti ini hanya trik Hana supaya ia segera dibantu.
"Baik...baik Nona Ying jangan menangis. Aku Chen Ming akan membantu anda. Aku paling tidak tega melihat wanita cantik menangis."
'Memang trik kecil seperti ini sangat membantu' Hana tersenyum senang di balik cadarnya.
__ADS_1
Pria itu mengajak Hana masuk menuju sebuah ruangan yang berada di dalam kantor itu. "Pertolongan ini yang bisa saya bantu untukmu Nona Ying. Temanku yang berada di ruangan itu akan membantumu. Katakan saja Anda kenalan saya dia pasti akan segera membantumu."
"Terima kasih tuan Chen. Aku tidak akan lupa kebaikanmu."
Ha...ha..ha
"Itu hanya bantuan kecil Nona tidak usah sungkan, nanti jika urusan Anda selesai besok Anda bisa menemuiku jika Anda memiliki waktu luang." ucapnya sambil tersenyum penuh makna.
'Dasar pria hidung belang liat saja nanti.' batin Hana kesal.
Tok..tok..tok
"Permisi."
"Ya silahkan masuk!" ucap suara pria di balik pintu
Pria itu sejenak tertegun dengan penampilan Hana dengan ruangan 4 x 4 meter itu membuat aroma tubuh Hana yang harum menyebar meskipun tanpa berdekatan.
Ehem
"Terima kasih. Nama saya Ying. Saya kenalan tuan Chen Ming. Saya menemukan token ini. Bisakah saya tahu alamat rumah pemilik token ini?" ucap Hana menyerahkan token miliknya.
"Kenapa anda harus repot-repot mengembalikannya? Anda bisa menitipkan token ini nanti petugas kami yang akan mengembalikan ke rumah yang bersangkutan." ucapnya seakan menyelidiki tujuan wanita di hadapannya.
"Sebenarnya tuan. Saya dalam kondisi kekurangan namun pemilik token ini banyak membantu saya hingga saya bisa berkecukupan. Namun beberapa hari yang lalu saat hendak pergi dari rumah saya ia meninggalkan tokennya tanpa sengaja. Sehingga saya memiliki keinginan pergi kerumahnya untuk membawa buah tangan sebagai tanda terima kasih."
Ia meneliti kebenaran di wajah Hana. Tentu saja pada akhirnya ia akan yakin pada semua perkataan Hana karena Hana berpengalaman di masa lalu ia sering bertarung lidah pada banyak sidang dengan para menteri maupun suaminya sendiri.
"Baiklah. Saya mempercayai ucapan Anda."
Ia berdiri membuka satu buku yang sangat besar dan tebal di dalam lemari di samping mejanya. Buku itu tertulis Golongan 3 di sampul depannya.
"Hana Ming Hua anak dari Tabib Ji Hua alamatnya di jalan.....bla..bla.."
__ADS_1
"Terima kasih atas informasinya tuan. Lalu apakah dia sudah menikah maksudku jika sudah aku harus menyiapkan hadiah yang cocok untuknya." ucap Hana
"Menikah? Hmm Iya sudah."
Uhuk...uhuk
Hana tersedak ia sangat terkejut
'Ibu....' batin Hana menjerit. Ini pasti adalah rencana Ibunya.
"Kamu kenapa Nona?" ucap Pria itu keheranan.
"Aku hanya berfikir hadiah apa yang pantas untuk seorang Nyonya yang baik hati seperti wanita itu." ucap Hana menutupi kemarahannya.
"Tapi tuan mengapa nama suaminya tidak tertera di token itu?"
"Karena pernikahan itu belum diresmikan dan pasangan itu belum datang ke kantor Administrasi." ucapnya sambil akan menutup buku itu.
"Tunggu tuan. Apa nama suaminya Chen long?"
"Kamu mengenalnya? Iya nama suaminya Chen Long." ucapnya menutup buku itu lalu menyerahkan kembali token identitas milik Hana.
"Iya. Ternyata ini semua kehendak Tuhan menjodohkan kita semua melalui sebuah hubungan." ucap Hana menahan marahnya lalu ia berdiri sambil mengucapkan salam.
Namun langkahnya ia hentikan tepat di depan pintu ia berbalik kemudian berkata "Oh iya tuan tolong sampaikan terima kasih ku untuk tuan Chen Ming karena berkatnya aku tak hanya menemukan rumah penyelamatku tapi juga keponakanku."
"Keponakan? Berapa umur anda Nona mm...maksudku Nyonya?" ucap pria itu
"Tahun ini baru 40 tahun." ucap Hana
Saat telah menutup pintu itu ia mendengar suara terbahak-bahak pria di dalam ruangan itu. "Rasakan Chen Ming kamu mendapat kenalan wanita tua."
......................
__ADS_1
Hana sudah menikah waow eng ing eng....
Kalau di agama saya semacam pernikahan sirri belum tercatat namun sah di mata agama. Demikian juga Hana nanti penjelasannya di episode berikutnya ya dan bagaimana Hana akan menghadapi keluarganya terutama Chen long setelah tahu jika mereka telah menikah?