
2 minggu kemudian
Di sebuah aula yang begitu besar Para tetua adat, Menteri dan Para Penguasa tampak hadir disana.
Seorang tetua adat dengan jenggot panjangnya berdiri di tengah aula.
"Yang terhormat, Kaisar, Permaisuri, Pangeran Zhang Junda, Raja Qin, Pangeran Tian Zhang, Putri Hana, Putri Audrey Lao Ming dan Para Pejabat Kerajaan Matahari, Qin dan Ming juga pada seluruh pemuka adat diseluruh kerajaan serta beberapa tokoh perwakilan rakyat." ucapnya sambil menunduk memberi hormat
"Hari ini kita semua berkumpul untuk memperjelas beberapa temuan setelah peperangan 2 minggu yang lalu untuk terciptanya kedamaian bagi seluruh rakyat di kekaisaran." ucap tetua adat yang bernama Houcun
Tetua adat meminta beberapa orang untuk membantunya membagikan beberapa lembar kertas dengan judul 'Perjuangan Kaisar membasmi makhluk yang berada di Kerajaan Qin'
Kening Hana seketika berkerut.... 'Apa-apaan ini?' Hana seketika langsung menoleh pada suaminya.
"Ha...seperti biasa" gumam Tian Zhang menjawab ekspresi kesulitan Hana yang memegang kertas itu.
"Pintar sekali, ia menggunakan alasan ini untuk menipu rakyat dengan berkedok penyelamat." bisik Hana pada Tian Zhang
"Niatnya sangat terlihat ini pasti ada kaitannya untuk melemahkan kekuasaan ayahku." bisik Tian Zhang
Tampak Raja Qin meremas kertas itu sambil berpikir keras. Jika Raja Qin hanya diam melihat sesuatu yang jelas seperti ini tentu akan berdampak buruk nantinya di masa depan. Dalam sejarah akan tercatat bahwa makhluk itu berasal dari tanah kerajaan Qin jika seseorang yang singkat mengartikannya maka seolah keberadaan makhluk itu memang sengaja diciptakan dan memicu terjadinya peperangan yang menyebabkan banyak kematian. Tapi jika Raja Qin menjelaskan duduk permasalahannya kemungkinan rakyat akan mempermasalahkan jati diri Hana dan Audrey, terlebih Audrey yang terlahir dari Ibu seorang makhluk. Ditambah masa lalu istri Tian Zhang yang ternyata adalah permaisuri pertama Kaisar akan terbongkar tentu ini akan membuat heboh dan mengguncang seluruh lapisan rakyat.
Jika saja saat itu Hana langsung menghabisi pembesar kerajaan matahari beserta seluruh prajuritnya mungkin kejadian hari ini tidak akan terjadi karena yang mati tidak akan bisa bersaksi bukan? Namun jika hal itu dilakukan oleh Hana, maka rakyat akan berpikir bahwa Hana beserta Kerajaan Qin memang bekerja sama menghabisi Kaisar dengan memanfaatkan kekuatan monster. Jika ini dibiarkan maka para anjing setia kerajaan matahari suatu saat akan membuat kericuhan dan pemberontakan cepat atau lambat. Tentu ini tidak menguntungkan dan akan membahayakan keselamatan keluarganya di masa depan. Memikirkan itu semua Raja Qin gemetar, gemetar bukan karena takut tapi gemetar menahan gejolak emosi di hatinya.
__ADS_1
Taiyang tersenyum penuh kemenangan melihat raut wajah Raja Qin beserta keluarganya. Ia tahu apa yang ada dipikiran pria tua itu. Tapi saat itu tak sengaja pandangan matanya jatuh pada sosok Hana yang tidak lagi bercadar, sungguh kecantikan yang sempurna. 'Sayang sekali dia tetap memilih untuk disisi pria itu, pasti sekarang ia menyesal.' batinnya
Saat ia memandang wajah mantan Permaisurinya kemudian ia tersadar bahwa ada sepasang mata yang mengawasi pergerakan penglihatannya. "Permaisuriku, ada apa katakan?" ucapnya tenang seolah tak terjadi apa-apa.
"Yang Mulia setelah tahu siapa dia sebenarnya apakah itu membuatmu semakin tak bisa melepasnya? Jika Anda tetap bersikeras akan hal itu, maka jangan salahkan aku untuk membongkar kejahatan kita bersama." ucap Permaisuri dengan nada mengancam.
"Ha..ha..ha pemikiranmu terlalu dalam. Jangan mengancamku, aku tidak suka wanita yang terlalu mengekang dan mengaturku." ucap Kaisar mengingatkan.
Tetua Houcun kemudian berkata "Inilah bukti keberanian dan peran besar Kaisar. Jika....." belum selesai ucapannya, tiba - tiba seorang kasim mendekat dan berbisik padanya
"Aiya... baik-baik." ucapnya sambil menunduk
Semua orang memperhatikan apa yang sebenarnya dibisikkan oleh Kasim itu pada Tetua Houcun tapi tidak dengan Hana, ia malah tertarik dengan tingkah laku Kasim itu.
"Semoga Yang Mulia Kaisar panjang umur, sehat selalu dan mendapatkan keberkahan." semua orang serentak bersuara lantang. Hanya beberapa orang saja yang tetap diam menatap Sang Kaisar seolah acuh dan kita pun tahu siapa mereka.
Melihat itu tak membuat Kaisar goyah, ia tetap berdiri dengan gagahnya dan tersenyum "Baik terima kasih untuk semua dukungan kalian. Mungkin inilah yang membuat Tuhan begitu sayang dan melindungi saya semua itu berkat doa-doa kalian semua. Rakyatku semuanya, perjuangan di hari itu sebegitu hebat dan mengerikan hingga jika Tuhan tak berkenan menolongku mungkin hari ini saya tidak akan bisa berdiri dihadapan kalian semua. Kertas yang kalian terima adalah sepenggal cerita bagaimana perjuanganku melawan mereka sekaligus untuk menjelaskan bagaimana kesalah pahaman pemikiran kita sebelumnya bahwa monster itulah yang menipu menyamar sebagai Ibu Suri dan mengadu domba kita semua dengan Kerajaan Qin." ucapnya sambil tersenyum penuh makna pada Raja Qin.
"Ayah ijinkan aku..." ucap Tian Zhang pada Ayahnya
"Tidak, jangan. Tunggu sebentar lagi." ucapnya Raja Qin yang menunduk seakan memberi kode pada Audrey
"Mungkin inilah yang dinamakan persaudaraan yang erat mengalahkan saudara kandung. Pengabdian serta kesetiaan Raja Qin pada Kekaisaran tak diragukan lagi. Marilah untuk meranyakan kemenangan ini bersama untuk memperkuat rasa persaudaraan di antara kita semua dibawah kepemimpinanku." ucap Kaisar kemudian sambil menatap Raja Qin. Yang pada akhirnya ia menekankan tujuannya yaitu hanya ada kepimpinan tunggal.
__ADS_1
"Yang Mulia ijinkanlah saya untuk bertanya." tanya tetua adat yang berasal dari kerajaan Ming.
"Silahkan." ucap Kaisar
"Jika benar makhluk itu menyamar sebagai Ibu Suri dan anda telah membunuhnya, lalu bagaimana dengan Ibu Suri yang asli dimana beliau sekarang Yang Mulia?"
"Kemungkinan Ibuku telah tiada, karena kami telah berusaha mencarinya namun tetap tak menemukannya hingga sekarang. Dan sampai saat ini sangat sulit untukku membuat upacara pemakamannya, karena aku dan Pangeran Zhang Junda masih berharap Ibu masih hidup dan selamat." jawab Kaisar dengan tertunduk sedih
Seseorang berjubah berjalan ke tengah aula mengejutkan semua orang dengan suaranya yang khas "Aku disini putraku." ucapnya sambil membuka tudungnya
"Ibu..." teriak Zhang Junda dan Taiyang bersamaan. Mereka pun berlari ke tengah aula dan langsung memeluk Ibu yang mereka rindukan.
Namun tak lama kebahagiaan pertemuan Ibu dan anak itu tiba-tiba mereka terkejut dengan suara tawa mengerikan dari seseorang.
He..he...he...
"Betapa bahagianya kalian, sementara ratuku mati sia-sia." ucap seseorang dengan suara penuh amarah, yang ternyata ia adalah Kasim di kediaman Ibu Suri. Wajahnya menghitam dengan kuku-kukunya yang memanjang.
"Karena kalian berkumpul disini, maka akan kukirim kalian semua menuju alam baka menemani ratuku. Bunuh mereka semua!" teriaknya memberi perintah sambil langsung menyerang mereka bertiga.
"Pengawal lindungi kami!" ucap Taiyang memberi perintah karena ia dan Zhang Junda tak membawa pedang sebagai alat untuk perlindungan. Semua orang berteriak dan terkejut melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mengerikan perilaku kejam makhluk itu mengejar Kaisar dan membunuh prajurit yang melindunginya. Belum lagi selesai keterkejutan semua orang tiba-tiba sepuluh orang prajurit berubah seperti Kasim itu. Jadilah suasana di aula tersebut menjadi kegaduhan seolah tempat itu menjadi tempat pembantaian. Ada yang berlari menyelamatkan diri, ada yang bersembunyi bahkan ada yang hanya menjerit-jerit karena ketakutan tak bisa berbuat apapun.
.....................................
__ADS_1
Aduh gaes tinggal dikit lagiiii.....please ya jangan marah...maafkan author yang terlalu lama upnya itu karena kesehatan author menurun akhir2 ini. 🤧🤧🤒🙏🏻🙏🏻🙏🏻