
3 bulan kemudian
"Nona...nona mau kemana?" Ling ling setengah berlari mengejar He Hua.
"Ling ling aku ingin jalan-jalan, aku bosan dirumah terus." sambil berjalan ke arah belakang rumah.
"Baiklah tapi kita harus ditemani tabib atau kak chen, aku takut kita tersesat nona. Lagipula saya tidak pernah keluar rumah, di hutan ini banyak binatang buas nona."
"Ling ling jangan cerewet akupun tahu disini banyak binatang buas. Inikan masih pagi lagipula hanya berjalan-jalan sekitaran rumah saja."
Mmm
'Terserah Nona saja lah dari dulu Nona selalu saja keras kepala.' bathin Ling ling
Udara sangat sejuk, pepohonan tinggi lebat, tanaman yang begitu beraneka jenis.
He Hua menarik napas panjang dan merentangkan tangannya. Menikmati betapa segarnya udara disana. Berbeda dengan saat...
Sekelebat bayangan masa lalu melintas. Indahnya Kerajaan Matahari tak bisa membuat ia bernafas lega setiap saat. Pikirannya selalu cemas dengan trik, taktik politik pejabat dan ia selalu berupaya bagaimana caranya melindungi tahta suaminya. Namun apa yang ia dapatkan suaminya sendiri tega melenyapkannya.
'Huh...kenapa aku masih juga teringat masa lalu.'bathinnya merasa miris.
Suara hewan kecil seperti burung, tupai dan satwa lainnya terdengar seakan bernyanyi di telinganya. He Hua tersenyum lalu ia pun
melompat...
berlari....
berputar-putar...Oh indahnya...begitu bebas.
He hua begitu takjub melihat pemandangan seperti ini. Tak terasa langkahnya yang cepat membuat Ling ling tertinggal dan tak terlihat. Namun saat hendak akan melangkah kembali.
__ADS_1
Grrgrr..miaow..miaow
Wah seperti suara kucing tapi kucing di hutan seperti ini? He Hua menelusuri hutan mencari 'anak kucing' itu.
"Hei disitu kamu rupanya, uh imutnya".
"Wah kucing kecil yang lucu, pasti kamu tersesat ya? kasihan sekali." He Hua menggendong anak kucing itu dipelukannya.
Anak kucing itu malah menggosok-gosokkan kepalanya pada lengan He Hua.
He...he...
"Kamu tidak takut dengan wajahku yang seperti ini."
"mmm...tidak ya? kucing kecil kamu sendirian ya...mana saudara dan Ibumu?" kata He Hua celingukan. Memang disana tak ada 'kucing' yang sama.
miaow...miaow..
"Oh iya aku karena kamu ikut denganku pulang dan aku bingung harus panggil apa jadi aku menamaimu 'tian' sesuai kan dengan dirimu yang berarti manis." ucapnya tersenyum sambil menggosok-gosok kepala tian yang berbulu lembut.
He Hua melangkah pulang kerumah. Sesampainya dirumah ia terkejut dengan tingkah Ling ling yang berkacak pinggang.
" Nona!! Nona kemana? setengah mati saya mencari Nona, saya tidak berani masuk lebih dalam ke hutan akhirnya saya cuman mondar-mandir menunggu nona."
He Hua hanya tersenyum dan menunjukkan anak kucing di tangannya.
"Lihatlah lucu bukan. Ini anak kucing yang kutemukan tadi di hutan."
"Ya Tuhan!" teriak Ling ling.
__ADS_1
"Cepat buang nona i..itu bukan anak kucing. Itu anak harimau!!" seru Ling ling sambil bergidik takut.
Tabib Ji Hua dan Chen Long hanya melirik tingkah He Hua yang mengagumi anak kucing ditangannya. Selama He Hua senang mereka berdua tidak mempermasalahkan lagipula anak harimau itu pasti tersesat atau...
Saat Tian selesai diberi minum susu oleh He hua, dia menjilati kakinya yang ternyata memiliki luka dengan darah yang terlihat mengering.
Miaow..miaow
'kenapa dengan kakimu?'
"Paman lihatlah sepertinya kaki tian terluka". ucap He Hua terlihat cemas.
Saat He Hua menyebutkan nama 'Tian' tanpa sadar Chen long menyemburkan teh yang diminumnya.
Byurr
"Eh kau kenapa Kak Chen, apakah salah aku menamainya Tian?" gerutu He Hua.
Ah...emm...
"Ti..tidak aku tidak apa-apa. Hanya heran saja nama itu seperti tidak asing."
"...."
"Aiya..aku tahu. Aku baru ingat Tian adalah nama...."
"Sudah...sudah. Coba Paman lihat ya kakimu tian. Hemm...ini seperti goresan bekas tembakan panah. Dan dari lukanya ini baru semalam. Untung lukanya tidak terlalu dalam." ucap Ji Hua mendiagnosa.
"Tuan... jangan-jangan para pemburu masuk wilayah kita." teriak Chen Long dengan gusar.
Deg..
__ADS_1
Semua orang tercengang dan khawatir dengan pikirannya masing-masing. Tidak bisa dibiarkan. Jika ada orang yang mengetahui tempat tinggal mereka. Ini bisa membahayakan nyawa semua orang, Chen long memang ahli bela diri namun tidak dengan ketiga orang ini.
"Persiapkan diri. Kemungkinan buruk bisa terjadi malam ini." Ucap Chen Long dengan sorot matanya yang tajam.