
"Biar aku saja yang masuk."
Chen merunduk dan merayap, tubuhnya ia paksakan untuk masuk kedalam terowongan kecil itu. Beberapa saat kemudian Chen keluar dengan setangkai bunga aneh namun indah ditangannya. Bunga itu bercahaya terang seperti memiliki kekuatan tertentu.
...
Mereka kembali pulang dengan pertanyaan besar di pikiran mereka. Biasanya seseorang yang telah menyelamatkan nyawa orang lain, mereka akan berterima kasih dan memberikan sejumlah kepingan emas, barang berharga atau jurus beladiri legendaris untuk penyelamatnya.
Namun ini adalah seekor harimau betina yang berterimakasih dengan memberikan setangkai bunga bercahaya yang kami berdua tidak tahu namanya. Yang Jelas ini bukan ungkapan cinta seekor betina ke pada pejantannya bukan? Tidak mungkin kan betina ini jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kak Chen....hehehe.. jelas saja bukan. Apa sebegitu berharganya bunga ini? tumbuh ditempat terpencil dan dijaga oleh harimau betina ialah bukti bahwa bunga itu benar-benar berharga.
Ia dan Chen bukanlah seseorang dengan latar belakang yang biasa tentunya harta atau jurus beladiri dulunya bukan hal yang sulit didapatkan, mereka memang tidak mengharapkan imbalan apapun. Yang jelas sebelum mereka pergi, mereka menundukkan kepala sebagai ungkapan terima kasih.
Saat mereka tiba di rumah, tabib Ji memperlihatkan tatapan menggerayangi setiap inci tubuh mereka berdua.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanyanya terlihat raut wajah seperti seorang Ayah yang mencemaskan anak-anaknya.
"Kami baik-baik saja paman tidak perlu terlalu khawatir." ucap He Hua
"Baik kalian terlihat lelah makanlah dulu, lalu beristirahatlah."
"Paman sebaiknya apa aku yang lakukan dengan bunga ini?" He Hua menjulurkan tangannya memperlihatkan bunga aneh itu di telapak tangannya.
__ADS_1
"Ya Tuhan dimana kalian mendapatkannya?" tanya Ji hua dengan antusias.
Mereka pun bercerita dari awal hingga akhir.
bla...bla...bla...
"Kalian tahu bunga ini sangat melegenda."
Diceritakan turun temurun bahwa setiap satu abad bunga ini hanya ada satu yang akan tumbuh 'Guāng zhī huā' atau dikenal dengan nama bunga cahaya. Bisa mengobati berbagai macam penyakit, menyambung tulang dan yang paling hebatnya bunga ini bisa meregenerasi seluruh jaringan tubuh dan kulit.
Tabib Ji hua begitu bersemangat menceritakan semua itu pada He hua dan Chen long. Di akhir kalimatnya tabib Chen long berkata bahwa ini bisa mengobati tubuh He hua namun penyembuhan itu dilewati rasa sakit yang luar biasa menyiksa.
"Apa kau sanggup?" ucap tabib Ji sambil menatap mata He hua.
Mereka menatap He hua
....
Keesokan paginya
He hua melihat tabib ji sibuk mengekstraksi bunga cahaya itu. Beberapa jam sesudahnya ia menyeduh di sebuah mangkuk keramik berukuran sedang. Ramuan itu berwarna kuning terang dan berkilauan indah.
"Minum dan berdoalah semoga ini menjadi penghantar kesembuhan untuk tubuh dan wajahmu."
__ADS_1
Tabib Ji, Chen long dan Ling ling menatap dengan harapan dan doa di dalam hati mereka untuk He hua.
Glek...glek..
Mereka menatap He hua yang meminum air ramuan itu. Namun selang detik berikutnya tidak ada reaksi apapun.
"...."
Hening sepertinya dalam hati He hua kecewa karena ramuan itu tidak berefek apapun untuknya. Namun tiba-tiba lidah He hua kelu..seperti ratusan jarum kecil menusuk-nusuk lidahnya.
Dan rasa sakit itu belum selesai rasa sakit itu menjalar di tenggorokannya membuatnya merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Akh..akh.." suaranya terdengar lemah.
Ia terjatuh di lantai. Semua orang menggerubunginya.
"He hua..He hua.."
Panggilan suara mereka seakan-akan jauh terdengar di telinga He hua. Ia merasakan seperti tulang-tulangnya dipatahkan, darahnya seperti mendidih. Suhu tubuh He hua meningkat drastis seiring dengan rasa sakit seperti terbakar.
"Akh...akh.." He hua hanya menjawab mereka dengan erangan kesakitan yang luar biasa.
.............
__ADS_1
Tetep pilih novel ini jadi favorit kalian ya readers supaya tahu kalau novelnya lagi up. Jangan lupa lupa seperti biasa like, komen dan votenya ya 😘😘.