Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
22. Dia


__ADS_3

Saat He hua melamun, tabib ji hua menepuk pundaknya.


"Ada apa kamu melamun?" tanya Ji hua.


He hua hanya menggeleng dan tersenyum. Tabib Ji hua mengajaknya berkeliling hutan untuk bisa mengenal, memahami manfaat tanaman-tanaman tersebut. Memang tabib Ji hua memiliki keinginan agar He hua bisa menjadi tabib seperti dirinya.


He hua yang cerdas bisa dengan cepat mengerti semua yang di ajarkan oleh tabib Ji hua. Tampak He hua yang begitu antusias tanpa sengaja tangannya memegang batang pohon besar yang disekelilingnya ditumbuhi tanaman merambat. Mungkin karena lelah sehabis berolahraga tubuh He hua akhirnya ikut condong dan menyenderkan tubuhnya ke pohon itu.


"Kenapa kau begitu ceroboh memegang dan bersandar pada pohon itu!" teriak paman ji.


"Heh memang salahku apa paman?"


Belum juga terjawab pertanyaannya tiba-tiba paman ji menarik tangannya untuk pulang.


Sesampainya dirumah, tubuh He hua muncul beberapa ruam yang sangat gatal.


Akhh....

__ADS_1


"Kenapa dengan kulitku paman? tolong aku ini sangat gatal, panas dan perih." dan menepuk-nepuk perlahan bagian tubuhnya yang terasa gatal.


"Cepat segera mandi dan buang pakaian yang kamu pakai hari ini! Dan jangan menggaruknya meskipun gatal."


"Dan kamu Ling ling, tolong bantu He hua untuk membersihkan dirinya."


Setelah mandi dan berpakaian rasa gatal itu masih ada. Tabib Ji hua segera memberikan ramuan untuk diminum dan salep untuk dioleskan pada kulitnya.


Tabib Ji Hua menjelaskan sebenarnya He hua sedang mengalami alergi kulit yang disebabkan oleh tanaman yang bernama 'Ivy'. Tumbuhan ini biasanya tumbuh dengan cara merambat pada tumbuhan lain. Memiliki ciri dengan daun yang berbentuk lembar tiga. Getah yang bernama urushiol menempel pada kulit dan menimbulkan reaksi alergi. Meskipun tanaman ini mati, getahnya masih ada.


Jika dibakar untuk memberantas pertumbuhannya tanaman ini akan tetap berbahaya bila terhirup. Untuk meredakan rasa gatal sebaiknya mandi dengan air dingin dan mengoleskan obat untuk mengobati ruam kulit yang gatal.


.


"Ling ling dimana mei mei mu, kenapa tidak ikut makan bersama-sama?"


Mmm

__ADS_1


"Itu Mei mei sakit ka.." belum Ling ling menyelesaikan ucapannya.


Brak


"Sakit kenapa bisa sakit, sakit apa dia?" Chen long berdiri membuat meja makan tersenggol dengan ulahnya yang mendadak. Ia memegang pundak Ling ling dan mengguncangnya.


Ling ling dan tabib Ji hua ternganga dengan ulah Chen long. Berlebihan.


Ehem


Deheman tabib Ji hua menyadarkan Chen long tindakannya yang berlebihan.


"Mmmm...Maaf Ling ling aku hanya...sedikit terkejut mendengar He hua sakit. Sakit apa dia?" ucap Chen long dengan menata nada suaranya agar tak terlalu memperlihatkan kekhawatirannya.


"He hua alergi tubuhnya merah merah dan itu membuatnya tak nyaman." Lalu Ling ling pun menceritakan kelanjutan kejadian pagi tadi.


Setelah mendengar cerita Ling ling, Chen long yang tak enak hati dengan tindakannya pada Ling ling pun undur diri. Tapi yang jelas ia jadi tidak berselera makan mendengar He hua sakit.

__ADS_1


.......................


Tetap vote dan like ya readers 😙😙


__ADS_2