Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
59. Katakan aku harus bagaimana?


__ADS_3

Hana berjalan gontai keluar dari kantor Administrasi antara marah, kecewa dan sedikit terselip rasa...mungkin itu bahagia...entahlah yang jelas berbagai perasaan dan pikiran bercampur aduk dan terjadi perdebatan di dalamnya.


Pernikahan yang terjadi pada masa itu melewati 2 tahap yaitu Pernikahan Adat dan Pernikahan Resmi. Pernikahan yang dilindungi oleh pemerintahan kekaisaran adalah pernikahan pertama yang tercatat di kantor Pengurusan Administrasi Kerajaan sebagai Pernikahan Resmi kemudian kantor Administrasi mengeluarkan 2 lembar kertas berstempel sebagai bukti untuk kedua belah pihak. Apabila seorang pria yang telah memiliki istri dengan pernikahan resmi maka untuk pernikahan dengan istri kedua dan seterusnya cukup melakukan 1 tahap yaitu pernikahan adat. Dan mereka tidak mendapatkan surat apapun hanya pernikahannya sudah tercatat di kantor Administrasi sebagai Pernikahan adat.


Pernikahan adat sangat mudah dilakukan syaratnya hanya ada pasangan yang akan menikah, orang tua terutama orang tua perempuan dan tetua adat sebagai saksi. Seperti Hana, pernikahan adat bisa tetap dilakukan walaupun calon pengantin perempuan itu dalam keadaan sakit, tidak berdaya atau dalam keadaan koma asalkan orang tua calon pengantin perempuan hadir dan mengijinkan.


Saat ini ia sangat ingin kembali pulang tapi untuk bertemu dengan Ibu dan juga Chen long hatinya membutuhkan sedikit waktu. 'Bagaimanapun ini adalah kenyataan yang harus aku hadapi.'


Berbeda dengan ucapan batinnya entah mengapa langkah kakinya malah menuju sebuah kedai minuman yang tabu dimasuki oleh wanita.


Sosok Hana yang berjalan masuk kedalam kedai ternyata di awasi oleh sepasang mata yang terus menatapnya dari lantai atas kedai tersebut. Dia adalah pria muda yang tak sengaja bertabrakan dengan Hana.


Hana duduk di sebuah bangku kosong yang baru saja dibersihkan oleh seorang pelayan.


"Selamat Siang Nona, Anda mau memesan apa?"


"Minuman bagus apa yang kedaimu miliki?" saat ini Hana benar-benar diselimuti kekacauan hingga ia ingin menenangkan hatinya dengan beberapa teguk minuman terlarang. 'Hanya sedikit saja' batin Hana.


Sejenak pelayan itu tertegun dengan aroma harum yang begitu menyegarkan bersamaan dengan kehadiran Hana.


"Hei?" ucap Hana sambil menjentikkan jarinya.


Sadar dari rasa kagumnya, ia tersenyum sambil menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Wah Anda datang ke tempat yang tepat Nona. Kemaren baru saja datang arak putih kualitas terbaik kurasa ini keberuntungan Anda Nona. Dan ada satu lagi anggur merah yang diracik sendiri oleh pemilik kedai ini dan sangat diminati kalangan bangsawan. Bagaimana Anda mau yang mana Nona?"


Brak!!


Sejenak suasana yang cukup ramai hening dengan suara gebrakan meja yang berasal dari meja Hana. Ya Hana terlihat sangat emosi sampai ia memukul meja di depannya.


Pelayan itu meringis ketakutan. 'Dimana letak kesalahanku? aku menjawab pertanyaannya dengan sopan dan sesuai kenyataan.'


"Aku ingat jika dari pagi perutku belum makan apapun jadi buatkan aku makanan yang lembut dan ringan." Ucap Hana


"Hais...aku kira akan ada sebuah pertunjukan" ucap seseorang yang berada di depan Hana.


Sementara yang lain mengatakan "Perempuan itu membuatku kaget setengah mati."


"Ya itu saja." jawab Hana singkat.


Pelayan itu membungkuk dan memberi hormat kemudian pergi untuk mengambilkan pesanan Hana.


Baru beberapa langkah pelayan itu pergi Hana terlihat bergumam sesuatu dengan pelan tak tampak kalau ia sedang berbicara.


"Berisik. Kalau kalian terus menggangguku akan potong lidah kalian!".


Hana mengangkat tangannya yang semula berada di atas meja. Dari atas meja itu muncul asap hitam yang tak terlihat oleh orang-orang disana. Asap itu bergerak cepat keluar dari kedai itu, diikuti oleh asap hitam lainnya.

__ADS_1


Tadi Hana yang akan memesan minuman di dekati oleh 2 makhluk tak kasat mata yang berada di samping kiri dan kanan Hana. Disebelah kanan Hana ia berbisik pilih Arak putih saja. Disebelah kirinya berbisik pilih Anggur merah saja. Mereka berdua berdebat dan saling berbisik di telinga Hana untuk mempengaruhi Hana. Memang benar, 'sesuatu yang lain' akan benar-benar menyesatkan umat manusia hanya mereka yang berimanlah yang tak tergoda dengan larangan Tuhan.


Pesanan Hana telah tiba semangkuk bubur sayur dengan aroma yang lezat. "Semoga Tuhan memberikan keberkahan dalam makanan ini." 'Dan semoga bubur ini bisa membantu menentramkan hatiku yang sedang berkecamuk' sambung suara hati Hana.


.


Ditempat yang sama namun di lantai yang berbeda. Ada suara tawa yang terbahak-bahak. Dia adalah Hang, pria yang pernah bertemu Hana. Beberapa saat yang lalu pemuda yang membawa kipas menyuruhnya untuk mengamati Hana. Tak disangka ia merasa terhibur dengan tingkah Hana tadi.


"Yang Mulia gadis itu sangat unik. Semula ia dengan lantang menanyakan minuman yang terbaik lalu kemudian dia memukul meja dengan keras kukira gadis itu marah atau apa rupanya ia malah mengatakan belum makan dari pagi....ha...ha...ha..lucu sekali dia" ucap Hang bercerita sambil menghapus air mata yang keluar dari kedua matanya.


Hemmm


"Dia gadis yang unik bukan?" ucap Pemuda itu.


"Ya unik tapi aneh." jawab Hang


"Cari tahu semua tentang gadis itu Hang. Aku ingin mendapatkan informasinya paling lambat 3 hari dari sekarang!"


'Ya Tuhan dia tertarik pada gadis itu.' Hang menepuk dahinya namun tangannya berubah menjadi tepukan yang ia edarkan ke segala arah setelah melihat sorot tajam tatapan tuannya.


"He..he...nyamuk Yang Mulia. Nyamuknya banyak."


..........................

__ADS_1


__ADS_2