
Setelah kejadian itu Shin ditahan dengan tuduhan penyerangan, namun saat diperiksa apa yang menjadi tujuan utamanya Shin tetap bungkam. Hal yang terjadi saat itu di rumah Tabib Ji menjadi topik pembicaraan hangat di masyarakat dengan cepat beritanya tersebar dari mulut ke mulut bahkan pasca kejadian itu banyak orang-orang yang datang berpura-pura menjadi sakit dan hanya ingin diperiksa oleh Tabib Hana. Sampai-sampai Tabib Ji beserta keluarga dibuat pusing oleh banyak pasien yang berdatangan. Bahkan berita itu sampai ke kalangan istana. Banyak yang memuji tapi banyak juga yang mencemooh karena sudah melebih-lebihkan suatu berita.
"Setahuku kecantikan itu hanya milik Permaisuri Mei Lan" ungkap pelayan 1.
"Ya, kamu benar memang setahuku yang paling cantik adalah Permaisuri Mei Lan tapi Ibu Suri juga Cantik untuk wanita seusianya" ungkap pelayan ke 2
"Hei kalian kenapa tak yakin jika Tabib Hana cantik, bahkan Pamanku melihat langsung bagaimana rupa tabib Hana itu. Pamanku bilang, ia seperti bidadari." ungkap pelayan ke 3
"Ah aku tak percaya. Tidak ada manusia yang bisa seperti itu kecantikannya. Kurasa ia memakai kekuatan terlarang untuk membuatnya tampak cantik." ungkap pelayan ke 1
Mendengar keributan dari pelayan-pelayan di istana membuat Permaisuri dan Kaisar yang berjalan-jalan di taman merasa terganggu hingga..
"Panggil para pelayan itu kemari." perintah Taiyang pada kasimnya
Segera kasim memanggil para pelayan penggosip itu untuk menghadap, membuat ketiganya gemetar ketakutan karena mereka akan menghadapi kemarahan penguasa negeri itu.
"A..ampun Yang Mulia, ampuni kebodohan kami yang tidak menyadari kedatangan Yang Mulia dan Permaisuri." ungkap mereka bertiga bersamaan sembari berlutut.
"Jelaskan padaku, apa yang sebenarnya kalian bicarakan hingga tak menyadari kedatanganku. Apakah kalian membicarakanku?" ucap Taiyang dengan wajah geram
"Hei kalian para pelayan rendahan, cepat jawab! Atau kalian baru menjawab jika sudah menerima cambukan?" ucap Mei Lan dengan nada mengancam
"Ampun..ampuni kami yang mulia. Saya dan kedua teman saya membicarakan berita yang tengah hangat di masyarakat dikatakan bahwa Nona Hana yang seorang Tabib dan juga merupakan anak dari Tabib Ji ternyata...." pelayan 3 menelan salivanya, apa ia harus melanjutkan kata-katanya jika ia mengatakan tentang kecantikan wanita lain pasti permaisuri akan murka.
"Ternyata apa?" tanya Kaisar Taiyang
__ADS_1
"Ternyata berwajah bak bidadari tapi...tapi...itu rumor Yang Mulia. Yang benar-benar melihat wajahnya hanya beberapa orang saja karena selama ini ia selalu bercadar." lanjut pelayan itu
Ha...ha...ha...
"Cantik? Menggelikan... banyak orang dalam kriteria cantik lalu apakah itu alasan yang kuat untuk membuat pelayan sepertimu lupa akan tugasnya?" ucap Permaisuri Mei Lan
"Ampun...ampun beribu ampun Yang Mulia kami janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi." ucap mereka seraya menghantuk-hantukkan kepalanya ke tanah.
"Hmmm...baiklah aku ampuni kalian untuk kali ini saja."
"Tapi Sayang mereka...." ucap Mei Lan dengan manja
"Sudah lebih baik segera kita bergegas, ada yang harus kita lakukan." ucap Kaisar
.
"Saya Yang Mulia" ucap pelayan itu sambil membungkuk
"Tanyakan pada kasim apakah undangan untuk Tabib Ji sudah diantarkan lalu tinggalkan aku, aku ingin beristirahat." perintahnya pada pelayannya itu.
"Baik Yang Mulia"
Beberapa saat setelah pelayannya itu pergi, Permaisuri Mei lan membanting vas bunga di kamarnya
Pyarr
__ADS_1
"Sialan... berani-beraninya mereka menyudutkan aku." teriaknya dengan emosi yang meledak-ledak
Sebelumnya Kaisar dan Permaisurinya mengikuti rapat dengan pejabat pemerintahan, banyak yang mereka bahas mulai dari Politik, Keamanan dan Keuangan Negara. Perdebatan dari ajuan saran maupun kritik terdengar disetiap permasalahan yang disampaikan.
Dari kesemuanya itu tak satupun saran atau kritik yang keluar dari mulut Permaisuri, membuat beberapa Pejabat Istana ingin sedikit menyentilnya. 'Apakah Permaisuri berwawasan luas atau ia hanyalah wanita yang mengandalkan kecantikannya saja?'
"Mohon ijin Yang Mulia, bagaimana kalau meminta saran dari Yang Mulia Permaisuri sehubungan dengan Kesehatan Masyarakat kita?" tanya salah satu Menteri
"Ah aku setuju mm...maksudku aku setuju dengan apapun yang terbaik untuk masyarakat." jawab Mei lan terbata-bata
Jawaban Mei lan membuat para menteri tersenyum remeh dan membuat Kaisar sedikit kecewa dengan jawaban istri tercintanya itu.
"Mohon Ijinkan saya berbicara Yang Mulia." ucap Pangeran Zhang
"Silahkan!" jawab Kaisar
"Sebelumnya maafkan kelancangan saya Yang Mulia, Saya telah berencana membangun sebuah balai pengobatan untuk para masyarakat yang kurang mampu. Tanpa biaya masyarakat kurang mampu akan bisa berobat disana. Untuk itulah saya bekerja sama dengan para tabib dan tentu saja saya berniat membangun kerjasama dengan tabib yang sedang populer saat ini yaitu Tabib Ji beserta keluarga. Bantuan ini akan mengagungkan citra Yang Mulia dan pemerintahan di tengah masyarakat." jelas Pangeran Zhang
"Apakah tidak terlalu gegabah, maksud hamba gratis? tidakkah itu akan merugikan keuangan Pemerintahan ini, benar kan pemikiran saya Yang Mulia Permaisuri. Bagaimana menurut anda Yang Mulia?" tanya pejabat itu lagi
Permaisuri Mei lan menggertakkan giginya, tangannya meremas sapu tangan yang ia bawa. Namun ia segera menutupinya dengan tersenyum dan melirik Menteri Keuangan.
"Mohon ijin Yang Mulia. Menurut saran saya sebaiknya kita mengundang tabib Ji dan keluarganya. Kabarnya mereka telah bertahun-tahun menjadi tabib dan menerapkan sistem seperti ini. Kita harus mempertimbangkan dari segala aspek termasuk keuangan negara dan juga kesejahteraan rakyat jangan sampai ini membuat kita tampak seperti setengah hati." ucapnya sambil tersenyum.
"Baiklah. Kirim undangan untuk tabib Ji dan keluarganya!" ucap Kaisar
__ADS_1
.................................
Kasih like and coment ya...persiapan episode selanjutnya pertemuan antara Kaisar dan tokoh utama kita...wow