Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
76. Akhir yang tragis


__ADS_3

Tok...tok..tok


Suara ketukan pintu membuat seorang gadis yang tertidur lelap terpaksa bangun, karena terusik oleh suara itu.


Gadis itu mengucek-ngucek kedua matanya, 'siapa yang mengetuk pintu di tengah malam seperti ini' batinnya. Setelah ia bangun dan membuka pintu kamarnya betapa terkejutnya ia, seseorang memakai jubah dan bertudung hitam berdiri tepat di depan pintunya yang terbuka.


"Akh...mmmm" Ia berteriak kencang namun seseorang itu langsung menutup mulutnya.


"Tidak bisakah kamu menjaga mulutmu, ini aku Liwei." ucapnya sambil membuka tudungnya.


"Kamu mengejutkanku, darimana saja kamu dan kenapa berpakaian di tengah malam seperti itu?" tanya seorang gadis bernama Sizu.


"Biarkan aku masuk dulu, aku kedinginan." ucap Liwei


Sizu pun membiarkan temannya itu duduk dan menutup rapat kamarnya. Ia lalu memberikan segelas air padanya. Baru saja tangannya terjulur untuk menyodorkan gelas itu namun........


Prang!!


Gelas itu ditepis oleh Liwei begitu saja.


"Apa kamu gila? Kenapa marah seperti itu." bentak Sizu


"Baru saja bocah itu di tanganku tapi sial ia berhasil meloloskan diri padahal dua orang payah itu disana. Tapi......."


Ha...ha...ha....


Ia tertawa menakutkan


"Tapi apa?" tanya Sizu yang tidak sabar menunggu penuturan temannya itu.

__ADS_1


"Tapi aku menyadari ternyata dari lepasnya bocah itu, aku mendapatkan musuh yang tangguh dan aku harus mendapatkannya."


"Dan kamu sizu, aku muak melihatmu berpenampilan seperti itu." ucap Liwei sinis


"Ah tapi aku sangat menyukainya, itu membuat kita dekat." ucap Sizu mendekatkan dirinya pada Liwei


"Cukup! Aku bosan, menjadi pelayan dan bersembunyi seperti ini. Aku akan bertindak dengan atau tanpa dirimu." ucapnya mengancam


"Manusia selalu tergelincir jika selalu mengikuti emosi. Dan semua keberhasilan kita akan terganggu oleh kebodohanmu." lalu Sizu mencengkram dagu Liwei "Mari bermain-main sebentar sebelum menikmati indahnya peperangan dan mendapatkan kemenangan yang mutlak. bagaimana apa kamu paham? Dan langkah pertama kita menemukan orang itu, apakah ada seseorang yang cukup dekat dengan kriteria orang itu?" ucap Sizu dengan mendekatkan wajahnya dan yang paling mengejutkan retina matanya berkedip-kedip dengan cepat sungguh mengerikan.


.


"Qixuan...Qixuan dengarkan Ibu. Apa pun yang terjadi lari yang kencang dan pergi dari sini. Ibu akan mengalihkan perhatian mereka." ucap Ibunya sambil memegang wajah anak laki-lakinya itu


"Ibu, aku takut. Kita pergi bersama ibu. Kita cari Ayah." ucapnya sambil menangis


"Tidak. Ibu akan menyusulmu nanti. Jika takdir mempertemukan kalian, sampaikan maaf ibu. Ibu menyesal. Sekarang cepat pergi dari sini." ucap Xuan menahan tangisnya dan mendorong anaknya untuk segera pergi


"Wah...wah makananku kabur, kenapa kamu pergi sayang?" ucapnya mencengkeram leher anak itu


Xuan yang melihat itu mendorong wanita itu sekuat tenaganya. Namun anehnya wanita tua itu tak bergeming dari tempatnya seolah ia adalah pohon yang kokoh. Dan dengan tangannya yang satu lagi ia malah bisa mencengkram leher Xuan. Dan cekikan itu membuat tubuh mereka terangkat dari tanah.


"Shin....Ji sook. Kemari kalian bo..h!" ucapnya penuh amarah


Qixuan dan ibunya memegang tangan wanita itu yang begitu kuat mencengkram leher mereka.


Mereka terkejut karena Tuan mereka terlihat memegang leher Qixuan dan seorang wanita. Ji sook tadi sangat yakin sudah merantai anak itu.


Kemudian wanita tua berjubah hitam itu melemparkan Xuan ke tanah hingga tubuhnya terbanting ke dinding sementara Xuan di lepaskan begitu saja ke tanah.

__ADS_1


"Uhuk...uhuk..." Xuan memegang lehernya yang sakit akibat cengkeraman wanita tua itu, ia kemudian melihat ibunya merintih kesakitan.


"Ibu...ibu" panggil Xuan dengan suaranya yang parau.


"Xuan...." ibunya menatap anaknya dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya


"Menyedihkan. Ji sook rantai anak itu, jangan sampai lepas lagi. Jika tidak...." wanita tua itu menggores tangganya sendiri dengan sebuah pisau kecil. Hingga darahnya melumuri pisau itu. "Kau tahu kan?" ucapnya sambil menyeringai dan pergi.


Melihat adanya kesempatan, dengan sekuat tenaga Qixuan bangkit dan menggigit tangan Ji sook


Akh.... jerit Ji sook tangannya mengeluarkan darah.


Berniat untuk lari sekuat tenaga namun Shin menghadang untuk menangkapnya. Melihat anaknya, Xuan bangkit dan penuh amarah mendorong Shin hingga laki - laki besar itu terjatuh.


"Lari..." ucap Xuan berteriak histeris


Qixuan lari dengan sekuat tenaga. Namun saat akan keluar dari tempat itu, ia mendengar jeritan ibunya. Langkah terhenti dan melihat wanita tua itu kembali dan menikam ibunya. Dari kejauhan ia begitu gemetar melihat ibunya ditikam berkali-kali...


"I..bu..." ucapnya sambil menutup mulutnya


"Per...gi.." ucap ibunya lalu menutup mata.


"Itu dia" seru wanita tua itu ada sambil melemparkan pisaunya dan menancap ke lengan kiri Qixuan


Akh...


Qixuan menjerit kesakitan tapi ia segera berbalik berlari kencang dan mengambil pisau yang tertancap di lengannya itu dengan keberanian yang ia kumpulkan


'Ibu...maafkan Qixuan yang tidak berbakti' batinnya sambil mengusap air matanya dan terus berlari menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


...........................


Warning !! Adegan kekerasan hanya untuk mendukung jalannya cerita, tidak untuk ditiru!!


__ADS_2