Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
64. Mendukungmu


__ADS_3

Hana apa kamu percaya pada keputusan Ibu untuk menikahkan dirimu dengan Chen long?" ucap Audrey memulai Obrolannya.


"Hana percaya Ibu. Semua yang Ibu putuskan dan Ibu lakukan adalah untuk kebaikanku."


"Baiklah. Ibu akan menceritakan semuanya."


Kemudian Audrey pun bercerita, pernikahan Chen long dan Hana memang adalah rencana Audrey untuk menyamarkan aura Hana karena makhluk itu pasti tahu bahwa Hana adalah keturunan terakhirnya hanya dengan melihatnya.


Dan mengapa Audrey seolah tega membiarkan putri tunggalnya menikah hanya sebatas pernikahan adat? Audrey adalah ibu kandung Hana, ia tentu tidak akan membiarkan Hana menikah dengan sembarang orang dengan status yang seolah melemahkan kedudukan anaknya sebagai seorang istri pertama...semua telah dipikirkan oleh Audrey.


Pernikahan Hana memang hanya sebatas Pernikahan Adat itu dikarenakan kondisi Hana yang saat itu mengalami tidur panjang dan tidak mungkin melakukan pernikahan resmi. Apalagi Audrey sangat yakin bahwa Chen long sangat mencintai putrinya tentunya setelah semua permasalahan selesai ia akan segera melaksanakan pernikahan resmi. Keyakinan itu ia peroleh setelah mengetahui asal usul Chen long, Chen long adalah Putra mahkota Kerajaan Qin. Yang mana sang putra mahkota dikenal tak pernah dekat dengan satupun wanita, padahal dengan rupanya yang rupawan dan statusnya sebagai pangeran pasti setiap wanita baik itu putri kerajaan maupun putri bangsawan pasti menyukainya dan mendekatinya itu membuktikan jika Chen long bukanlah laki-laki yang mudah jatuh cinta. Perkenalan Hana dan Chen long memang diawali kebencian namun Audrey yakin itu semua dikarenakan kesalahpahaman dan pembuktian diri Hana yang saat itu mencintai suaminya.. ya itu semua adalah masa lalu. Dengan berjalannya waktu, kebersamaan mereka dan saling memahami sifat mereka masing-masing lambat laun cinta pasti akan tumbuh karena Audrey yakin kepribadian Chen long yang setia dan perhatian sangat cocok untuk putrinya. Serta latar belakang Chen long akan menguatkan Hana jika suatu saat mereka membutuhkan kekuatan besar.


"Ibu tahu kamu pun juga mengetahui latar belakang Chen long." ucap Ibu sambil tersenyum


"Ya...aku mengetahuinya saat kami bersama tinggal di hutan dulu. Ketika itu Ia memandangku dengan penuh kebencian namun saat melihat kondisiku kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan mengasihani" Ucap Hana sambil mengingat saat itu.


Hana bercerita yang saat itu ia curiga bagaimana seorang laki-laki misterius yang tak jelas latar belakangnya menatapnya dengan penuh kebencian. Tapi lucunya ia adalah orang yang membantu Hana melewati masa sulitnya. Pertemuan antara Tabib Ji yang merupakan Ayahnya dengan Chen long bertepatan dengan dirinya yang saat itu melakukan persiapan penyerangan pada kerajaan Qin. Hana curiga tak menemukan Sang Putra Mahkota disana. Apalagi saat ia kembali dari medan perang ditemukannya sebuah surat berstempel milik Kerajaan Qin untuk Perundingan Damai bahkan berita sepenting itu tidak ia ketahui. Hana curiga siapa dalang dibalik berita besar Perundingan Perdamaian yang tak sampai ke telinganya? Ini jelas adalah tindakan orang besar yang tak lain adalah 'Ibu Suri'. Namun untuk kepentingan apa? Padahal selama ini Ibu Suri selalu menyayanginya dan mendorongnya untuk menunjukkan kemampuannya. Bahkan berita penyerangan sekelompok bandit untuk membunuh Sang Putra Mahkota kerajaan Qin ia pun tidak tahu menahu. Pada akhirnya ia mengetahuinya semuanya sebelum ia jatuh sakit. Ibu suri memanggilnya dan mengatakan semuanya, meminjam namanya karena ingin mempercepat perluasan kekuasaan untuk anaknya. Beralasan ini dan itu...dan dengan bodohnya ia hanya mengamini semua yang dikatakan ibu suri karena menganggap Ibu Suri adalah Pendukung terbesarnya di Istana.

__ADS_1


Istana yang penuh intrik benar-benar tidak tahu siapa lawan siapa kawan....meskipun memiliki kekuasaan besar tanpa adanya pendukung itu seperti mendorong dirimu ke ujung tombak..itulah perumpamaan yang cocok untuk Hana.


Pembicaraan diantara keduanya berakhir dan mereka kompak mengucapkan satu nama bersamaan "Ibu Suri"


"Apa anda juga berpikiran sama denganku Ibu, jika Ibu Suri adalah Makhluk itu?" ucap Hana


"Ya aku juga berpikiran sama denganmu Hana. Namun kita harus memastikan semua itu sebelum kita bertindak."


"Ibu akan mendukungku?" tanya Hana antusias


"Ya. Ibu akan mendukungmu." ucap Audrey menggenggam tangan Hana.


"Ibu ada banyak kamar di rumah ini, bisakah nanti saja saat aku menerimanya" ucap Hana dengan suara pelan.


"He...anak kecil kamu mau membodohi Ibu ya. Kalian sudah menikah sudah seharusnya satu kamar. Apa yang kamu takutkan? lagipula kamu sudah pernah menikah pasti sudah berpengalaman." ucap Audrey dengan gaya menggoda


"Ibu, apa Ayah tidak menceritakan apa-apa pada anda? Aku belum pernah melakukan hal semacam itu." ucap Hana dengan pipinya yang bersemu kemerahan.

__ADS_1


"Ibu tahu, Ibu hanya menggodamu saja. Aih sungguh beruntung si Chen Chen itu...jika ia pulang dan mendapati bahwa ia sudah sekamar denganmu maka..haum.. dia akan langsung memangsamu...ha..ha..ha... tidak seperti suami pertamamu yang bodoh itu."


"I...ibu....hentikan" ucap Hana menutup wajahnya karena malu


Ha...ha..ha...


"Ah aku sangat bahagia bisa berbicara berdua dan menggodamu seperti ini. Semoga Tuhan selalu melindungimu nak." ucap Audrey mengusap kepala Hana beberapa kali


Hana membuka tangannya yang tadi menutup wajahnya "Semoga Tuhan melindungi kita semua Ibu." ucap Hana yang langsung memeluk Audrey


"Apa Chen long mengatakan sesuatu pada Ibu...aku rasa ia pergi menemui keluarganya." ucap Hana dipelukan Ibunya.


"Kamu benar. Andai kamu tahu Hana pernikahanmu dengan Chen long juga mendapatkan persetujuan dari Ayah mertuamu."


"Benarkah Ibu? Aku merasa sedikit aneh dengan itu seperti tidak mungkin."


'Dulu pria tua itu berlutut dihadapannya. Kini dia yang harus berlutut dihadapan pria itu dan meminta restu sebagai seorang menantu.'

__ADS_1


"Sepertinya ini akan sulit kedepannya" sambung Hana kembali.


..................


__ADS_2