Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
98. Kapak


__ADS_3

Surat balasan telah diterima oleh Kaisar pagi ini, dihadapan para pejabat surat itu dibuka. Alangkah terkejutnya Sang Kaisar begitu surat itu dibuka dan dibaca oleh Kaisar seketika wajahnya berubah menjadi merah padam. Diremasnya surat itu dan dilemparkannya ke tengah aula rapat. Dengan suaranya yang menggelegar ia mengumumkan "Persiapkan diri untuk pemusnahan besar-besaran!"


Setelah itu semua orang langsung bergerak cepat, mereka terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan nantinya sebelum perang dilaksanakan.


.


Di hadapan prajurit kerajaan Qin, Pagi itu Pangeran Mahkota Tian Zhang mengumpulkan seluruh prajurit dan menghentikan sementara latihan mereka.


"Saya akan mengumumkan perihal yang penting. Pertama, Perang kali ini saya meminta bukti kesungguhan, kesetiaan kalian pada kerajaan kita. Yang kedua sesuai titah Raja, perang kali ini akan dipimpin oleh istri sah saya yang bernama Hana." ucap Tian Zhang tegas berwibawa dan setelah itu mempersilahkan Hana maju di depan lapangan tempat para prajurit itu berkumpul. Banyak di antara mereka tersenyum melihat wujud Hana, entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Apakah mereka sedang meremehkan Hana karena Hana seorang perempuan dengan berpenampilan aneh dan terlihat ramping. Tempat yang terlalu keras untuk perempuan lembut sepertinya.


"Yang Mulia mohon ijinkan saya untuk mengutarakan pendapat, saya mohon anda tidak menilai buruk apa yang akan saya utarakan ini." ucap seorang pria yang maju ke depan, ia berbadan tinggi sangat tinggi, besar dan kekar. Dia adalah Anming, Jendral Muda yang menjabat sebagai pimpinan tertinggi para prajurit. Tian Zhang mengulurkan tangannya memberi tanda untuk Anming berbicara "Yang Mulia perang kali ini adalah yang paling berbahaya karena mungkin saja kita bertemu makhluk nantinya. Melibatkan istri Yang Mulia dalam peperangan kali ini menurut saya sangat beresiko."


"Sepertinya Anda benar, tapi tidak mungkin Raja memberikan beban berat seperti ini jika istriku dinilai tidak mampu." ucap Pangeran Mahkota


Memang benar baru kali ini di kerajaan ini, perang dipimpin oleh seorang wanita. Dulu Hana adalah otak yang membuat kerajaan Qin kalah melawan kerajaan Matahari, apakah kemampuannya masih dipertanyakan. Tapi tentu saja Hana tak akan bisa mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya, hanya keluarga saja yang tahu siapa Hana sebenarnya. Itu artinya ia harus membuktikan pada semua prajurit ini, agar saat berperang mereka benar-benar mengeluarkan semua usaha dan kerja kerasnya.


"Ampun Yang Mulia secara tidak sengaja saya telah....." ucap Anming menunduk

__ADS_1


"Itu tidak perlu. Perang segera terjadi, keraguan yang muncul akan mengurangi semangat juang dan loyalitas. Meminta bukti dari seorang perempuan apalagi dia adalah istri Putra Mahkota akan dianggap sebagai kelancangan. Baiklah untuk menengahi kebimbangan itu, tuan Anming pilihkan aku dua orang prajurit terbaikmu. Aku ingin melihat kemampuan mereka." ucap Hana


Dengan segera dua orang prajurit dengan kemampuan tinggi maju memberi hormat. Satu bertubuh tinggi besar dan satu lagi bertubuh sedang. Pria bertubuh tinggi memiliki kekuatan fisik yang besar dan ahli bela diri sementara pria bertubuh sedang adalah ahli memanah.


"Dia sangat besar" bisik Tian Zhang


"Apa suamiku mengkhawatirkanku atau menakutiku?" tanya Hana dengan alisnya yang menyatu


"Aku akan melihat kemampuan pria besar ini. Pilih senjatamu dan coba kalahkan aku." ucap Hana


Wajah pria besar itu terlihat kesulitan "Yang Mulia saya tidak mungkin melakukan itu pada Anda" ucapnya kemudian


Pria besar itu mengambil senjata berupa kapak besar andalannya dan Hana mengambil sebuah pedang yang tak terlalu panjang dan tidak terlalu berat. Hana memegangnya dan mencoba memutar-mutarkan pedangnya dengan gerakan tertentu. 'Bagus' batinnya


Hana dan prajurit itu bertanding di tengah lapangan disaksikan oleh banyak prajurit "Baiklah. Silahkan." ucap Hana


Pria besar itu mendatangi Hana dengan mengayunkan kapaknya, tubuhnya terlihat mencolok tinggi besar dan kekar siapapun yang berhadapan dengan lawan sepertinya pasti sedikit banyak akan gemetar. Ia menebaskan kapak itu ke tubuh Hana ke kanan dan ke kiri

__ADS_1


Wuz..wuz..wuz


Bahkan angin seperti pecah dan berdesis seolah pecah karena kekuatan kapak itu. Tapi tak satupun ayunan kapak itu yang berhasil melukai Hana, ia menghindari tebasan kapak itu bak seorang wanita yang menari di hadapan lawannya. Ia seperti raksasa yang ditipu berkali-kali, kemarahan menguasainya karena tak satupun tebasannya yang mengenai musuhnya. Dengan cepat ia semakin membabi buta menyerang Hana.


Di saat pria itu mengayunkan kapaknya, dengan cepat Hana menendang pegangan kapak itu hingga terlepas dari tangan pemiliknya. Lalu Hana melompat menginjak kaki salah satu prajurit itu dan memukul dagu prajurit besar itu menggunakan ganggang pedang yang ia pegang.


Akh jerit prajurit itu memegang dagunya dan kesadarannya tiba-tiba menurun hingga ia jatuh terduduk.


Semua orang menahan nafasnya seolah terpukau dengan aksi perempuan yang mereka lihat lembut tak berdaya namun sanggup menjatuhkan prajurit yang berpostur besar itu.


Sebuah tangan putih dan halus terulur ke hadapan prajurit besar itu "Anda tidak apa-apa?" tanyanya


"Yang Mulia sungguh kehormatan untukku diperlakukan seperti ini oleh Anda." ucapnya terharu


Tepuk tangan prajurit bergemuruh di lapangan itu seolah menggambarkan keantusiasan mereka dengan sosok istri Yang Mulia Putra Mahkota yang hebat dan bersahaja.


"Apakah kamu masih meragukannya?" tanya Tian Zhang pada Anming yang masih menganga seolah tak percaya dengan penglihatannya.

__ADS_1


............................


__ADS_2