
Mata Hana terbuka ia mengerjap beberapa kali tampak bulu matanya yang panjang dan lentik membuka dan menutup menyesuaikan dengan cahaya sekitarnya. Ia merasa tubuhnya sedikit letih dan lemas.
Dan apa ini..... sesuatu menindih perutnya. Ini adalah tangan milik...
Deg...deg.. Hana menolehkan wajahnya ke samping.
'Oh syukurlah. Ini tangan Ibu.'
Karena tidak ingin menggangu tidur Ibunya ia mengangkat tangan ibunya perlahan untuk memindahkannya. Rupanya itu malah membuatnya bangun.
Mmmm
"Hana, kamu sudah bangun nak? Syukurlah."
Audrey tadinya terlelap menunggui Hana hingga ia tertidur di samping Hana.
"Ibu, anda menungguiku semalaman?" tanya Hana.
"Dasar anak kecil, kamu sudah membuatku khawatir. Sudah seminggu ini kamu tidur. Kamu tertidur lama sekali hingga aku meminta Ayahmu untuk membiarkanku menjagamu. Dan Ibu tahu Hana ini pasti adalah pesan yang harus kamu terima lagi."
"Seminggu Ibu?"
"Ya. Apa kamu tidak bisa langsung mempercayai ucapan Ibu."
"Maaf Ibu, aku hanya sedikit meyakinkan pendengaranku."
Audrey bangun dan membantu Hana untuk duduk kemudian memberikan segelas air dan sesendok madu.
"Terima kasih Ibu."
Setelah Hana meminum madunya, ibu memulai percakapannya.
"Hana mengapa kamu bersikeras menerima pesan itu? Tahukah kamu makhluk apa yang akan kamu hadapi nanti?" Audrey menatap Hana dengan wajah cemas.
"Ibu...aku sudah memutuskan. Ini adalah takdirku Ibu, karena aku adalah keturunan terakhir makhluk itu. Meskipun dia adalah Nenek kandungku tapi Tuhanlah yang sudah memilihku untuk memenuhi takdir itu."
"Dia sudah menjelaskannya padamu. Dan pada akhirnya semua yang telah aku lakukan untuk membuatmu menghindar dari takdir itu adalah sia-sia." suara Audrey melemah dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ibu cukup yakinlah padaku. Tuhan akan melindungiku, aku mampu dengan tugas ini. Percayalah Ibu." ucap Hana dan segera memeluk Audrey
__ADS_1
.
Dalam hitungan menit setelah bangun dari tidurnya tubuh Hana segera pulih, ia pun segera bergegas membersihkan dirinya.
Di ruang makan keluarga, mereka semua berkumpul untuk sarapan pagi dan merasa gembira setelah mengetahui kalau Hana sudah bangun dan kembali ceria. Hana telah hadir dan ikut duduk bersama mereka meramaikan suasana makan pagi setelah bangun dari tidur panjangnya. Semua orang akhirnya mengerti mengapa Hana bisa mengalami kondisi yang aneh tersebut, tentu saja Tabib Ji sebagai kepala keluarga memberitahukan rahasia itu kepada semua keluarga agar mereka bisa saling menjaga. Namun tidak untuk hubungan makhluk itu dengan Hana karena Tabib Ji masih memiliki kekhawatiran yang tidak bisa ia jelaskan.
Hana merasa ada sesuatu yang kurang tapi apa? Hana mengedarkan pandangannya untuk melihat satu persatu anggota keluarganya. Itu dia ternyata karena kursi Chen long kosong. 'Kemana dia?' batin Hana
"Ada apa Hana? Apa kamu mencari suamimu?" tanya Audrey santai.
'Tidak bisakah Ibu bertanya tanpa mengucapkan kata Suami?' batin Hana
"Ah.. sebenarnya bukan mencari tapi karena Hana melihat kursinya kosong jadi..." jawab Hana
"Jadi... memang benar kan kamu mencarinya?" jelas Audrey secara gamblang.
Hana menatap Ibunya dengan dahi yang menyatu.
Ehem
Deheman Tabib Ji membuat semua orang menoleh ke arah Tabib itu.
"Iya Ayah." tampak senyuman di wajah Hana. Untunglah Ayahnya menyelamatkannya dari tatapan anggota keluarga yang lain.
.
Di ruang keluarga, Tabib Ji menceritakan jika pembukaan toko Obat dan praktek pengobatan akan ia buka besok karena memang ia menunggu Hana untuk bangun dari tidur panjangnya. Tabib juga memikirkan nasib rakyat yang kurang mampu yang susah mendapatkan layanan pengobatan gratis di kota itu. Dan kemudian Tabib Ji membagi tugas untuk semua orang Qiang, Fangyin, Jun dan Ying akan ditempatkan di toko Obat sementara Hana dan Li akan membantu di tempat praktek pengobatan.
"Apa anda melupakanku? Aku juga ingin membantumu anda suamiku."
Hmm "Baiklah. Apa itu tidak akan mengganggumu..bertemu banyak orang?" tanya Tabib Ji.
"Tidak. Aku akan memakai penutup wajah sama seperti Hana." ucap Audrey meyakinkan
Dan Tabib Ji pun melanjutkan perkataannya. "Chen long ada suatu urusan, Jadi ia menitipkan pesan pada Ayah untuk menjagamu. Ini sudah hari ke-4 kepergiaannya dan ia mengatakan saat perayaan penggangkatan Permaisuri, dia akan pulang."
'Dia pergi? kemana dan untuk urusan apa?' batin Hana.
"Aih...Dia sungguh suami yang baik." ucap Fangyin
__ADS_1
"Bagaimana denganmu Fangyin? Apa kamu tidak ingin memiliki status yang sama seperti Hana?" tanya Audrey
"Ibu, biarlah Kak Fangyin yang akan memilih sendiri calon suaminya. Bukan begitu kakak?" ucap Hana
"I..iya aku akan memilih sendiri Ibu." ucap Fangyin.
Seketika suasana menjadi hening beberapa pasang mata melirik wajah Qiang yang seolah berubah setelah mendengar kata-kata Fangyin.
Beberapa saat kemudian Qiangda berbicara "Tuan untuk papan nama pengobatan apa dipasang sekarang saja tuan?"
"Ya..pasang saja sekarang. Kamu akan dibantu Li dan Jun. Apa persiapannya sudah selesai semua?" jawab Tabib Ji.
"Sudah Ayah. Sudah 2 hari ini aku dan Kak Ying mengeceknya." jawab Fangyin
"Baguslah kalau begitu." jawab Tabib Ji dengan tersenyum.
.
Ketika beberapa anggota keluarga sibuk dibawah, Hana menaiki tangga dan menuju ke kamar Chen long. Ia menyentuh pintu kamar itu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan. Mungkin pikiran Hana sedang berkecamuk antara bagaimana menyesuaikan diri nantinya dengan Chen long. Bagaimanapun sekarang Hana dan Chen long sudah menikah dan ia tidak bisa menjaga jarak dari pria itu lagi. Apa hatinya bisa menerima seorang pria lagi setelah ia dikecewakan? Bagaimana jika pria itu akan melakukan hal yang sama seperti yang Taiyang lakukan dulu.
"Hana"
Deg
suara Audrey mengejutkan Hana.
"Eh ibu"
"Mari kita bicara dikamarmu, ada yang mau Ibu sampaikan padamu."
Mereka sekarang duduk berdampingan di ranjang Hana. Audrey kemudian memegang tangan Hana dan menatapnya.
"Hana apa kamu percaya pada keputusan Ibu untuk menikahkan dirimu dengan Chen long?" ucap Audrey memulai Obrolannya.
"Hana percaya Ibu. Semua yang Ibu putuskan dan Ibu lakukan adalah untuk kebaikan diriku."
"Baiklah. Ibu akan menceritakan semuanya."
......................
__ADS_1
Woh apa yang akan diceritakan oleh Audrey ya? dan pergi kemana Chen long sebenarnya?