Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-100 Trauma


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, Xiao Qin tampak begitu menikmati pemandangan dari atas kapal bersama Xian Lie Lie. Mereka berdua juga bermain kejar-kejaran sambil tertawa ria hingga Xian Lie Lie tak sengaja menabrak seseorang dari kota lain.


“Kak Xian apakah kamu tidak apa-apa?” Xiao Qin memegang tangan Xian Lie Lie dan membantunya berdiri.


“Apakah kalian tidak punya mata?!” Gertak pria tua berjenggot panjang dan berambut putih, dia adalah seorang refining tingkat 15 dari kota Yinhua yang bernama Wuji Shu.


“Maaf, aku tak sengaja.” Wajah Xian Lie Lie menjadi sangat pucat saat pria tua itu mengeluarkan hawa membunuh yang begitu pekat.


Xiao Qin menggunakan Ki-nya untuk menyelimuti tubuh Xian Lie Lie agar tidak terpengaruh, kemudian membalas pria tua itu dengan hawa membunuh yang begitu pekat.


Pria tua itu tiba-tiba muntah darah, dia tak menyangka bahwa seorang anak kecil bisa mengeluarkan hawa membunuh yang jauh lebih besar darinya.


“Kakek tidak apa-apa?” Xiao Qin berpura-pura khawatir pada pria tua tersebut, kemudian memberikan sebuah sapu tangan kepadanya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Meskipun begitu, tatapan mata Xiao Qin membuat pria tua itu berkeringat dingin dan langsung menerima niat baik bocah kecil itu walaupun dia tahu bahwa hal itu hanyalah drama.


“Ah, terima kasih banyak. Maafkan kakek tadi begitu implusif, gadis kecil ini mau memaafkanku ‘kan?” Ucapnya disertai rasa tertekan karena terus diawasi oleh Xiao Qin.


Xian Lie Lie menggeleng, “kakek tidak salah sama sekali, dan aku yang menabrak kakek. Sekali lagi Xian Lie Lie meminta maaf karena menabrak kakek.”


Kakek itu tertawa kecil dan menepuk pundak Xian Lie Lie, “tak apa-apa, sebagai manusia sangat wajar melakukan beberapa kesalahan. Kalau begitu sampai jumpa nanti, kakek baru saja teringat ada hal yang harus segera dikerjakan.” Ucapnya terburu-buru.


Dia adalah anak iblis, hanya dengan hawa membunuhnya pun aku tak bisa bergerak sama sekali dan mendapat luka dalam yang lumayan. Aku yakin barusan anak kecil itu belum benar-benar mengeluarkan semua hawa membunuhnya, jika itu terjadi maka sudah tak ada harapan lagi dalam hidupku.


Wuji Shu mendatangi pria tua lain yang sama-sama merupakan refining tingkat 15, dia duduk dengan gemetar dan membuat teh tanpa berkata satu patah kata pun.


Qin Jing merasa ada yang salah dengan pria tua itu, dia bertanya beberapa kali namun tidak diresponnya.

__ADS_1


Wuji Shu meminum teh hangat itu hingga habis dalam seteguk, barulah ia bisa lebih tenang dan mulai berbicara.


“Barusan aku bertemu dengan orang yang tak boleh diusik, hanya dengan sebagian hawa membunuhnya pun bisa melukai organ dalam dan membuatku tak bisa bergerak sama sekali.” Jelasnya sambil meracik teh baru.


Qin Jing pun terkejut, walaupun dia sedikit lebih kuat daripada Wuji Shu, tetap saja tidak semudah itu mengalahkannya.


Yang dapat membuat kultivator tahap langit ketakutan seperti ini, benar-benar tak boleh diusik sama sekali.


“Kalau begitu bolehkah aku tahu ciri-ciri orang itu? Aku tak ingin secara tak sengaja mencari masalah dengannya juga.”


Wuji Shu memecahkan cangkir tehnya, “anak kecil itu, anak iblis itu, senyumannya terlihat polos namun begitu menakutkan, tatapannya saat serius sangat tajam, kemudian dia, dia, dia, dia selalu bersama seorang gadis berpakaian merah muda.”


Walaupun tidak begitu jelas, Qin Jing sudah paham secara kasar ciri-ciri yang dijelaskan Wuji Shu. Meskipun begitu ia hanya tak habis pikir, orang yang membuat rekan seperjuangannya itu trauma hanyalah seorang anak kecil.

__ADS_1


__ADS_2