Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-14 Latihan


__ADS_3

Di sebuah tanah kosong, Xiao Qin memberikan beberapa teknik berpedang pada Liefeng. Liefeng terlihat sangat serius dan kedua orang tuanya gembira menyaksikan dari jauh.


Teknik yang diajarkan oleh Liefeng sebenarnya hanyalah dasar, akan tetapi dasar yang lebih luas dan stabil. Bahkan Xiao Mei saja diam-diam memperhatikan dan menyimulasikannya di dalam kepala.


“Kuatkan kuda-kudamu, jika kuda-kuda mu selemah ini musuhmu akan mudah menggoyahkannya. Terkena sentakan sedikit pun kamu akan terpental.”


Liefeng memperkuat kuda-kudanya dengan kekuatan penuh, dan Xiao Qin menegurnya lagi.


“Apakah kau bodoh? Ingin mati dengan mudah? Jika kau mengerahkan seluruhnya di awal, maka kau takkan punya kesempatan hidup jika melawan orang yang lebih kuat!”


Liefeng melemaskan sedikit kuda-kuda nya dan Xiao Qin menendang cukup keras. Liefeng terjatuh, kedua orang tuanya khawatir dan mendekatinya.


Liefeng meraih tangan Xiao Qin.


“Kau harus menguatkan fisikmu dulu, jika ingin mempelajari ilmu pedangku. Jika kekuatanmu hanya sebatas ini, kau takkan pernah mendapatkan hasil yang diharapkan.” Jelas Xiao Qin.


Liefeng sudah mulai kelelahan, namun dia tak ingin menyerah semudah itu.

__ADS_1


“Aku akan mematuhi segala perintahmu, guru!”


Xiao Qin tersenyum, “kalau begitu pergi ke rumah Wanzhou dan ajak dia kemari, aku ingin memasukkannya dalam latihan juga.”


“Baik!” Liefeng langsung berlari dengan cepat, dalam beberapa detik dia sudah hampir tak kelihatan.


“Tuan Xiao, terimakasih telah mendidik anak ku!” Ayahnya Liefeng membungkuk hormat. Ibu nya pun melakukan hal yang serupa.


“Anak kalian ini memiliki potensi yang sangat besar. Jika dia mendapat arahan yang benar, aku yakin dia akan menjadi pendekar pedang yang sangat hebat.”


Walaupun Xiao Qin hanyalah anak berusia 6 tahun, kedua orang tuanya tampak yakin pada Xiao Qin.


Xiao Qin menggeleng, “aku dan kakakku adalah seorang pengelana, kami menghabiskan waktu lebih banyak di alam liar. Jika ada masalah, kami harus mengatasinya dengan kekuatan sendiri. Apakah kamu yakin, dia akan mempertaruhkan nyawanya dan juga akan meninggalkan kalian bertahun-tahun, apakah kalian tidak akan merindukannya?”


Ayah dan ibu nya Liefeng terlihat murung, “apakah tuan Xiao tidak bisa tinggal lebih lama, aku akan memenuhi semua kebutuhan tuan Xiao dan membayar mahal.” Ayahnya Liefeng bersujud. Xiao Qin menyuruh ayahnya Liefeng itu untuk kembali berdiri.


“Maaf, akan tetapi jika anda memberikan seluruh kekayaan anda, maka aku pun takkan berubah pikiran.”

__ADS_1


Ayahnya Liefeng menghela nafas, istrinya mengelus-ngelus pundak supaya ayahnya Liefeng bisa menerima keputusan Xiao Qin.


“Sepertinya anda tidak tahu banyak dunia persilatan. Jika anda melebarkan usaha bisnis anda setidaknya sampai kekaisaran, maka anda pasti akan tahu seberapa kerasnya dunia persilatan.”


“Maksudmu, aku harus melebarkan bisnis ku sampai ke seluruh kekaisaran Fei?” Tanya Ayahnya Liefeng memastikan.


Xiao Qin mengangguk, “melewati benua lebih baik, jika kamu bisa melakukannya maka hal itu akan bisa memenuhi kebutuhan sumber dayanya Liefeng, supaya dia menjadi lebih dekat dengan tujuannya. Tanpa sumber daya, pendekar hanyalah menjadi angan-angan. Dia takkan bisa mewujudkan keinginannya.”


Ayahnya Liefeng merasa pesimis, sementara itu Liefeng sudah kembali sambil menarik Wanzhou.


Liefeng terengah-engah, “aku sudah membawanya kemari guru!”


“Kalau begitu, lakukan push up sampai aku menyuruhmu untuk berhenti.” Ujar Xiao Qin.


“Hah?” Liefeng terkejut. Dia masih kelelahan sehabis menjemput Wanzhou.


“Lakukan saja, jika tidak aku tidak akan membuatkanmu ramuan pendukung.” Jelas Xiao Qin.

__ADS_1


Meskipun sangat lelah, Liefeng melakukan instruksi Xiao Qin.


Ayah Liefeng tampak masih pesimis untuk melebarkan usaha, karena selama ini pekerjaan yang dilakukan olehnya adalah warisan dari orang tuanya juga. Dia hanya meneruskan, tidak pernah berniat untuk melebarkannya.


__ADS_2