Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-63 Tak Biasa


__ADS_3

Xian Lie Lie memegang pisau dengan penuh hati-hati, “apakah kamu yakin memberikan benda berharga seperti ini pada kakak?”


Xiao Qin mengangguk, “kuharap kakak merawatnya dengan baik.”


“Pasti!” Xian Lie Lie begitu senang, dia melihati pisau tersebut sambil tersenyum. Xian Lie Lie membayangkan jika dirinya memamerkan pisau tersebut pada Wu Jian Li, aku yakin dia pasti akan sangat iri.


“Tapi itu, bukankah itu untuk ujian?” Guru Wang tidak ingin melepaskan pisau yang baru saja dibuat Xiao Qin, akan tetapi dia kehabisan alasan dan Xian Lie Lie juga tidak ada niatan untuk memberikan pisaunya.


“Xiao Qin memberikan ini untukku!” Xian Lie Lie menyembunyikan pisaunya di balik baju.


“Tapi itu–“


“Kalau guru Wang berkenan, aku bisa membuatkannya lagi sekarang.” Potong Xiao Qin, dia tidak ingin hubungan antara murid dan guru ini renggang hanya karena sebuah pedang.


“Benarkah?” Tanya guru Wang memastikan.

__ADS_1


Xiao Qin mengangguk.


“Memangnya kamu tidak lelah, kulihat tadi kamu berkeringat banyak lho.” Xian Lie Lie menyentuh kening Xiao Qin.


“Tidak apa-apa kak, aku masih sanggup.”


XIan Lie Lie melirik ke arah guru Wang, “bagaimana kalau ujiannya ditunda sampai hari esok? Soalnya bila memaksakan Xiao Qin untuk membuatnya hari ini, aku takut kualitas senjata yang akan dibuatnya tidak sebagus pisau ini. Biarkan dia beristirahat hari ini, supaya besok memiliki tenaga lebih untuk menempa.” Sarannya.


Meskipun guru Wang sudah tidak sabar, dia mengikuti saran dari Xian Lie Lie.


“Akan tetapi jangan buat pisau kecil, melainkan pedang.” Jelasnya.


Xian Lie Lie memainkan pipi Xiao Qin seperti kakaknya, membuat Xiao Qin merasa nostalgia dan mengingat Xiao Mei.


“Iya, sama-sama. Aku akan melihat melihat perkembangan ujian yang lain, terimalah ini!” Guru Wang melemparkan sebuah token ke arah Xiao Qin dan langsung diterimanya. Token itu berwarna putih dan memiliki logo berbentuk palu.

__ADS_1


“Wah, selamat Xiao Qin. Sekarang kamu sudah menjadi murid akademi Jinchuan, tinggal token refinermu.” Xian Lie Lie memeluk Xiao Qin cukup erat, dan memutar-mutarkannya di udara seperti boneka.


Untung saja Xiao Qin adalah kultivator, jika anak kecil biasa mungkin sudah mual-mual dan pusing.


Xian Lie Lie sebenarnya tidak memiliki kultivasi sama sekali, hanya saja dia sering berlatih ilmu pedang dan menjalani latihan berat sehingga kekuatannya setara dengan kultivator tahap pengumpulan jiwa spiritual tingkat pertama.


“Xiao Qin, aku ingin menguji kekuatan pisau ini, apakah boleh?” Tanya Xian Lie Lie.


“Tentu saja, tapi hati-hati jangan sampai terluka.” Timpal Xiao Qin.


“Tenang saja, aku hanya ingin menguji cobanya dengan senjata para ksatria. Ayo ikut aku!”


Lagi-lagi Xiao Qin ditarik oleh Xian Lie Lie ke suatu tempat dengan kecepatan penuhnya, dia masih belum sadar bahwa kecepatan larinya itu tidak bisa ditandingi oleh anak biasa.


Xian Lie Lie tak sengaja menabrak seorang penjual permen dan menjatuhkan barang dagangannya, dia berhenti karena kasihan dengan penjual permen tersebut yang terlihat begitu berumur.

__ADS_1


Xiao Qin mengeluarkan satu keping emas dari cincin penyimpanannya, “tolong maafkan kami, kami tidak sengaja.” Ujarnya sambil memberikan koin emas tersebut kepada ibu-ibu penjual permen.


Mata Xian Lie Lie terbuka lebar, “dari mana kamu–“ Saat Xian Lie Lie hendak melanjutkan perkataannya, dia teringat lagi dengan kemampuan refining Xiao Qin yang luar biasa.


__ADS_2