Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-15 Diusir


__ADS_3

Xiao Qin mengajak ayahnya Liefeng untuk ikut bersamanya, pergi ke kediamannya tabib Luan. Di tengah jalan, mereka berbincang-bincang.


“Jika anda ingin menjalin kerja sama dengan ku, aku yakin bisa membantumu. Akan tetapi itu tergantung dirimu, aku hanya akan membantu mu dalam hal jaringan bisnis. Jika anda tidak memiliki inisiatif, maka anda takkan mendapatkan apa-apa.” Jelas Xiao Qin.


“Terimakasih tuan Xiao, saya pasti akan menerima niat baik tuan Xiao. Akan tetapi, bagaimana caranya aku memperluas usahaku? Selama ini aku hanya mengantarkan sayur-sayuran ke pasar di kota Fu.”


Xiao Qin menghela nafas, dia tak menyangka akal yang dimiliki oleh ayahnya Liefeng cukup dangkal, berbeda dengan anaknya.


“Jadilah distributor sumber daya kultivasi atau buka toko di kota-kota besar, buka cabang dan terus kembangkan.”


Ayahnya Liefeng menggaruk kepala, “mengatakannya memang mudah, tapi melakukannya....”


Xiao Qin tidak menimpali nya, mereka berdua sudah sampai di depan kediaman Tabib Luan.


Tabib Luan keluar ketika melihat Xiao Qin dan ayahnya Liefeng.

__ADS_1


“Paman Ginbei, ada perlu apa kemari? Dan Xiao Qin, kenapa kamu malah berkeliaran seperti ini, luka mu masih belum sembuh!”


Ayahnya Liefeng adalah Ginbei, Xiao Qin baru ingat dia bahkan mengetahui namamya sebelumnya.


Ginbei melirik ke arah Xiao Qin, dia sebenarnya tidak tahu tujuan Xiao Qin ke tempat ini sekarang.


“Kami ingin membeli beberapa obat-obatan, apakah nona tabib akan menjual beberapa obat-obatan?” Tanya Xiao Qin.


“Obat apa yang kalian butuhkan?” Tabib Luan pergi ke dalam diikuti oleh Xiao Qin dan Ginbei.


Xiao Qin melihat sekeliling. Walaupun tampak kumuh di luar, ternyata isi ruangannya tidak terlalu buruk. Beberapa dekorasi tertempel di dinding, dan vas bunga terdapat di setiap pojok ruangan. Mereka bertiga beralih ke sebuah rak yang cukup besar.


Sementara itu, Xiao Qin mengambil beberapa bahan untuk membuat obat diatas rak, “aku mau ambil ini saja.”


Tabib Luan membalikkan badan ke arah Xiao Qin, “untuk apa bahan-bahan itu?” Tabib Luan menghampirinya.

__ADS_1


“Aku ingin meraciknya sendiri, apakah boleh?” Tanya Xiao Qin.


Tabib Luan mengambil semua bahan-bahan yang dibawa Xiao Qin, “kamu terlalu cepat untuk belajar hal-hal seperti ini, lagi pula semua bahan ini bernilai cukup tinggi.” Jelasnya.


“Aku lebih bisa diandalkan dibanding orang yang memberikan pil mutiara langit untuk mengobati luka dalam. Apakah Nona tabib tidak tahu fungsi utama pil tingkat 4 itu?” Xiao Qin tersenyum.


“Aku jelas-jelas tahu tentang hal itu, hanya saja aku tidak mempunyai obat yang biasa digunakan untuk mengobati luka dalam.” Tabib Luan merasa agak malu dan sedikit kesal kepada Xiao Qin.


“Nona tabib, luka dalam itu hal yang wajar terjadi. Seharusnya kamu mempunyai obat khusus untuk menangani hal itu, untung saja desa ini sangat aman dan tentram. Jika tidak, maka berapa nyawa yang tidak bisa kau selamatkan?”


Xiao Qin terus-menerus mengatakan hal-hal yang membuat Tabib Luan semakin kesal, dia bahkan menyuruh Xiao Qin pergi dari tempatnya.


“Apakah nona tabib selalu bersikap seperti ini pada orang yang mau membeli obat?”


Tabib Luan mengepalkan tangannya, “Xiao Qin!” Dia menarik tangan Xiao Qin dan membawanya keluar ruangan. Ginbei yang masih berada di dalam tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

__ADS_1


“Jangan pernah kembali kesini lagi!”


Tabib Luan kembali masuk ke dalam dan mengunci pintu supaya Xiao Qin tak dapat kembali ke tempatnya.


__ADS_2