Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-58 Inti Roh Angin


__ADS_3

Kota Humminaria merupakan kota besar yang ramai pengunjung, baik siang maupun malam. Kota ini sangat terkenal dengan produksi senjatanya, yang mana kebanyakan dibuat oleh guild refiner kota ini.


Guild ini hanya menjual persenjataan yang telah jadi, sedangkan bahan baku pembuatan senjata hanya disediakan bagi murid yang mau belajar menjadi seorang refiner di sini.


Xiao Qin berkunjung ke guild refiner untuk melihat-lihat senjata yang terpajang di sepanjang ruangan. Lantai demi lantai dia lalui, hanya untuk mencari senjata berkualitas atas yang dirinya akui.


Barang-barang di sini kualitasnya tidak terlalu bagus, sungguh mengecewakan. Mereka semua hanya berniat membuang bahan-bahan berharga, apakah tidak tahu seberapa bernilainya bahan-bahan ini?


“Kakak pertama, pedang 4 mata anginmu ini sangat hebat. Para guru pasti akan terkesan, dan level refinermu akan ditingkatkan.” Ucap seorang lelaki gendut sambil mengikuti langkah kaki seniornya yang terlihat begitu sombong.


“Minggir!” Senior itu mendorong Xiao Qin hingga jatuh, kemudian melanjutkan jalannya tanpa merasa bersalah.


“Kakak pertama, bukankah kamu berlebihan? Dia hanya seorang anak kecil, kenapa kamu bersikap kasar seperti itu?” Si gendut tadi merasa kasihan pada Xiao Qin, tapi dia tidak berani menolong karena takut seniornya yang satu ini menelantarkannya.

__ADS_1


Xiao Qin bukanlah orang yang tinggal diam saat diganggu, dia mengambil salah satu pedang secara acak dan mengacungkannya kepada senior tadi yang tak lain namanya adalah Wu Jian Li. Dia adalah anak dari wali kota Humminaria, dan sikapnya yang arogan itu menurun dari ibunya.


“Kakak pertama, anak kecil itu hendak menikam kita!” Pria gendut tadi mengingatkan.


“Hah!?” Wu Jian Li membalikkan badan dan mengeluarkan menghunuskan pedangnya ke arah Xiao Qin.


Xiao Qin bisa merasakan ada yang berbeda dengan pedang yang dipegang oleh Wu Jian Li, bukankah ini?


Xiao Qin menancapkan pedangnya ke lantai, “inti roh angin.” Ucapnya pelan.


“Siapa kamu? Orang yang tidak mendalami ilmu refining tidak akan tahu dengan bahan yang kupakai untuk membuat pedang ini.”


Xiao Qin tersenyum, dia kemudian mencabut pedangnya dan menaruh kembali ke tempat awal.

__ADS_1


“Aku tidak perlu membayar ganti rugi ‘kan?” Tanya Xiao Qin melihat bagian lantai yang rusak.


“Tenang saja, asalkan kau mau menjadi tangan kananku.” Ucap Wu Jian Li penuh percaya diri.


Meskipun dia hanya anak kecil, bakat refiningnya sangat tinggi sampai mampu mengetahui bahan utama dalam pedangku.


“Jika kamu mau, aku akan memberikan pelatihan terbaik untukmu supaya bisa menjadi seorang refiner yang hebat. Selain itu, aku juga akan menyediakan semua bahan yang kau perlukan selama pelatihan.” Jelas Wu Jian Li.


Xiao Qin menggeleng, “tidak ada yang layak untuk mengajariku refining.” Ungkap Xiao Qin.


Wu Jian Li geram mendengar hal itu, seolah-olah kemampuan refiningnya tak begitu berharga di mata Xiao Qin. Padahal memang, karena di kehidupan sebelumnya Xiao Qin adalah rajanya refiner.


Wu Jian Li hendak memberi pelajaran pada Xiao Qin, akan tetapi dia dihentikan oleh seorang gadis yang tiba-tiba melompat dan berdiri di hadapan Xiao Qin.

__ADS_1


Gadis itu berpakaian serba merah muda, ditambah lagi gagang pedang yang dipegangnya juga berwarna merah muda.


__ADS_2