Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-158 Lepas Kendali


__ADS_3

Seribu pasukan tiba-tiba muncul di garda paling depan yang mana para kultivator tingkat tinggi di sana sedang bertarung habis-habisan.


Luo Kang tak ingin memalukan Tang Qin, dia pun bertarung habis-habisan bersama seribu prajuritnya. Dengan adanya seribu pasukan itu, setidaknya bisa sedikit mengurangi penyerbuan brutal dari sekte bulan sabit yang terus menerobos ke jalur tengah.


Tang Qin pergi ke arah Lin Mei tergesa-gesa, dia langsung menghabisi para musuh yang ada di sekelilingnya dalam waktu singkat.


Tian Ying terkejut dengan kemampuan bertarung Tang Qin, apalagi senjatanya yang bisa berubah bentuk.


Saat ini senjata Tang Qin adalah tombak, dia menusuk semua lawannya sambil melindungi Lin Mei.


Tian Ying juga ikut bertarung, meski dia tak bisa fokus dan melirik Tang Qin yang saat ini terus-terusan membasmi musuh.


Lin Mei merasa menjadi beban, tapi dia harus teguh karena memang saat ini dia tidak memiliki kekuatan besar. Dia juga tak menyangka bahwa Tang Qin akan membalas dendam dalam waktu sesingkat ini, dan dirinya lebih fokus meningkatkan kemampuan alkemis daripada kultivasi.


Lin Mei sesekali membantu memberi luka kepada lawan, dan beberapa musuh yang lebih lemah bisa dilawannya dengan mudah.

__ADS_1


Lin Fei mendengar kabar terbaru bahwa Tang Qin pergi ke tengah-tengah medan tempur dan melindungi seorang gadis bernama Lin Mei.


“Kalau begitu kirimkan perintah untuk menargetkan gadis yang dilindungi olehnya. Semua orang harus menargetkannya, termasuk para pendekar di tahap surgawi.”


“Siap tuan!”


Lin Fei tersenyum, “ternyata bocah itu masih memiliki sedikit kelemahan. Asal menangkap perempuan itu, dia takkan berani melawan. Dan jika seperti itu, peperangan pasti akan dimenangkan olehku.”


Tang Qin terkejut, tiba-tiba banyak kultivator tahap Yin Yang dan surgawi berada di dekatnya. Mereka terus memojokkan, hingga Tang Qin pun kerepotan.


Para pendekar tahap surgawi dari asosiasi Wanjian turut membantu, Tang Qin sekarang bisa menghela nafas lega.


“Tang Qin!” Teriak Lin Mei, dia telah tertangkap oleh musuh dan tidak bisa bergerak sama sekali.


“Tenanglah, kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa. Diam dan patuhlah sebagai sandera.” Ucap pria yang menangkap Lin Mei.

__ADS_1


Karena Lin Mei terus memberontak, pria itu menampar dan menjambak rambutnya. Setelah itu kepala Lin Mei dibenturkan ke tanah dan diinjak.


Hal itu membuat Tang Qin benar-benar marah, dia berteriak sangat keras sambil mengepalkan tangan.


Tiba-tiba langit berubah menjadi hitam, guntur menggelegar, dan Tang Qin mengeluarkan hawa membunuh yang begitu pekat.


Mata Tang Qin berubah warna menjadi merah darah, dan dipunggungnya pun muncul 2 buah sayap besar berwarna hitam.


Orang yang menyandera Lin Mei tadi tak bisa bergerak sama sekali, dan sekarang Lin Mei memanfaatkannya untuk melarikan diri.


“Beraninya kau melukai perempuanku!” Hawa membunuh yang dikeluarkan Tang Qin semakin pekat, dia sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya.


Tang Qin membunuh pria tadi hanya dalam satu gerakan dan mencabut jantungnya untuk dihancurkan.


Tang Qin tersenyum, dia menjilat cipratan darah yang ada di bibirnya. Penampilan Tang Qin saat ini tidak berubah banyak, selain rambutnya yang menjadi sangat panjang dan sayap hitamnya.

__ADS_1


Bulu dari sayap hitam itu beterbangan dan menyerang banyak musuh sekaligus, setelah itu pun kumpalan darah berkumpul di satu tempat.


__ADS_2