
Seisi istana menjadi gempar, bahkan orang-orang di kejauhan pun merasa khawatir saat awan merah berkumpul di atas istana.
Gemuruh petir mulai terdengar, Xiao Qin memperingatkan kepada para prajurit untuk bersiap menerima serangan sementara dirinya kini fokus mencari keberadaan roh ratu Yin Shi Yi.
Roh Xiao Qin ikut keluar, dia mengikuti jejak yang ditinggalkan roh sang ratu. Waktu demi waktu berlalu, petir merah hendak menyambar makam ratu Yin dan ditahan oleh formasi 100 pertahanan yang berarti seharusnya bisa menahan seratus kali sambaran dari petir merah.
Xiao Qin masih mengikuti jejak dari roh ratu Yin, dia berusaha sekuat tenaga untuk mempercepatnya sebelum formasi pertahanan dihancurkan.
Yin Xiehua menangis ketakutan dipelukan ayahnya, petir merah yang menggelegar itu terus menyambar dan merusak beberapa bangunan istana di sekitar. Yang paling parahnya ialah salah satu petir malah menyambar ke pemukiman dan ratusan orang mati seketika.
__ADS_1
Raja Yin tentu saja belum menyadari hal itu, bahkan sampai belasan petir merah menyasar sekalipun.
Satu jam berlalu, akhirnya Xiao Qin menemukan roh dari ratu Yin berada. Roh tersebut masih berada di dalam kandungan rakyat biasa yang kondisinya terlihat mengkhawatirkan.
Xiao Qin segera menarik rohnya kembali ke dalam tubuh, dia sedikit terkejut karena goncangan dadakan yang luar biasa saat menarik rohnya dan mengelus-ngelus dadanya.
Melihat para prajurit yang sudah tak mampu bertahan lebih lama lagi, Xiao Qin segera menggunakan teknik penyegel surgawi untuk menghentikan sambaran petir.
Mata Xiao Qin hampir menjadi hitam semua, sedangkan bagian pupilnya berwarna merah. Gigi taringnya menjadi lebih tajam, dan aura mengerikan menyelimuti dirinya.
__ADS_1
Disaat sang raja khawatir dengan kondisi Xiao Qin, dia mendapatkan berita tentang bencana yang disebabkan petir merah. Raja Yin pun begitu terkejut dan mengerahkan setengah prajuritnya untuk menolong korban bencana. Dia juga segera mengumpulkan para menteri pengelola keuangan dan mempersiapkan dana yang cukup banyak kepada orang-orang yang terdampak musibah itu.
Setelah satu jam bergelut, aura mengerikan di dalam tubuh Xiao Qin menghilang dan gigi taring serta matanya berubah seperti semula. Hanya saja tubuhnya tidak ikut berubah, jadi saat ini ukuran badannya seperti orang yang telah berusia 12 tahun.
Yin Xiehua pun ikut terheran, tapi dia merasa betah melihat wujud Xiao Qin saat ini yang terlihat lebih tampan dan gagah.
Tubuhku membesar sampai seperti ini, tapi untungnya saja pakaian yang kupakai ini bisa merubah ukurannya tergantung yang memakai. Jika tidak seperti itu maka... Xiao Qin melirik ke arah Yin Xiehua sekilas dan menggelengkan kepala.
Karena ritual tersebut sudah selesai, Xiao Qin menguburkan kembali tulang belulang ratu Yin dan meminta maaf kepadanya. Yin Xiehua kemudian bertanya-tanya apakah Xiao Qin sudah menemukan ibunya, dan melompat-lompat dengan senang saat Xiao Qin menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Di tengah kegembirannya itu, perut Yin Xiehua berbunyi dengan nyaring. Dia sangat malu, kemudoan melarikan diri tanpa berkata satu patah kata pun.