
Jing Gao hanya bisa ternganga sambil memperhatikan Xiao Qin dan pedang melayang yang diselimuti api biru, hal itu merupakan pemandangan baru baginya.
Menit demi menit berlalu, akhirnya pedang melayang tadi terbang ke arah Xiao Qin dan dipegangnya.
“Aku selesai memurnikannya kakak, dengan begini kualitas pedang yang akan ditempa oleh kak Jing Gao akan semakin bagus. Percayalah padaku!” Ucap Xiao Qin sembari memberikan pedang setengah jadi itu kepada senior Jing Gao.
Jing Gao yang menerima itu dengan gemetaran pun melihat baik-baik pedangnya, dan sudah dapat dipastikan bahwa karat dan kotoran yang menempel semuanya sudah hilang.
Hebat sekali, trik apa yang digunakan bocah kecil ini? Apakah dia manusia? Kenapa dia bisa melakukan hal luar biasa seperti itu?
“Maafkan aku kak, seharusnya aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Xiao Qin, aku datang kemari untuk menjadi murid baru di akademi Jinchuan.” Xiao Qin membungkuk hormat.
“Ah, iya.” Jing Gao masih tak percaya bahwa yang dilihatnya saat ini adalah kenyataan, dia bahkan memukul-mukuli wajahnya sendiri.
__ADS_1
“Maaf kalau lancang, aku ingin segera mendaftar ke akademi ini. Apakah kakak bisa membantuku?” Tanya Xiao Qin.
Meskipun dia hanya anak kecil, tetapi kemampuannya tidak dapat diremehkan. Dia bahkan bisa menggunakan sihir untuk membersihkan kotoran yang menempel pada logam, yang bahkan aku sendiri kesusahan untuk menghapusnya.
“Baiklah, kebetulan hari ini diadakan ujian masuk. Jika kau lulus ketiga ujian, maka kau secara resmi akan menjadi murid akademi Jinchuan. Selain itu, kau akan menjadi murid termuda di akademi ini.” Jing Gao mengacak-ngacak rambut Xiao Qin, membuatnya sedikit kesal dan tak sengaja hampir memelintir tangan Jing Gao.
Kecil-kecil cabe rawit.
Jing Gao kemudian mengantar Xiao Qin ke tempat ujian, yang mana ujian tersebut dihadiri oleh lebih dari seratus peserta.
Pria itu membalikkan badannya sambil membenarkan kacamata, “mana orangnya?”
Jing Gao kemudian melirik Xiao Qin, sehingga dia ikut membungkuk hormat.
__ADS_1
“Ah, seorang anak kecil? Apakah kau sedang meledekku Jing Gao!?” Ucapnya dengan nada tinggi.
Jing Gao secara spontan bersujud, “hamba tidak berani untuk melakukan hal seperti itu. Dia benar-benar ingin mendaftar di akademi ini, dan aku yakin kemampuannya pasti akan membuat guru Wang terkesima.”
“Terkesima? Hah, tidak ada orang yang bisa membuatku kagum di akademi ini selain Xian Lie Lie. Kemampuan refiningmu begitu rendah, kenapa kamu bisa menilai bahwa anak kecil ini memiliki kemampuan yang hebat?” Guru Wang menatap Xiao Qin dengan tajam, kemudian mengetukkan tongkatnya ke tanah. Dalam seketika, beberapa murid di sekitar merasa sedikit sesak dan badannya terasa tertarik ke tanah. Melihat Xiao Qin yang baik-baik saja, pria tua itu memperkuat tekanannya.
“Xiao Qin, Xiao Qin!” Terdengar suara Xian Lie Lie memanggil, “Xiao Qin!” Xian Lie Lie melihat ke arah Xiao Qin dan berlari ke arahnya.
Xian Lie Lie menendang Jing Gao yang masih bersujud, “kenapa kamu membawa Xiao Qin kemari?” Tanyanya kesal.
“Untung saja kamu tidak apa-apa, kakak sangat khawatir.” Xian Lie Lie kemudian memeluk Xiao Qin.
“Apakah dia adik atau keponakanmu?” Tanya guru Wang.
__ADS_1
Xian Lie Lie melepas pelukannya, “bukan. Aku tadi tidak sengaja menemukannya di guild refiner hampir dicelakai oleh bedebah Wu Jian Lie, jadi aku menolongnya dan membawanya kemari.”