
Gumpalan darah yang berceceran itu dibersihkan tabib Luan. Dia bingung, apakah tuan Xiao Qin sengaja menusukkan jarum-jarum itu pada tubuhnya sendiri? Lalu kenapa dia melakukannya? Tabib Luan terus memikirkan hal tersebut sampai tak menyadari bahwa bekas jarum yang ditusukkan Xiao Qin menghilang.
Xiao Qin menghampiri Xiao Mei dan mencabut semua jarumnya. Xiao Mei menjerit sesaat ketika jarum yang ditusukkan di area leher nya tercabut.
Tabib Luan ingin bertanya tentang itu, namun ada hal yang harus di sampaikannya terlebih dahulu.
“Tuan Xiao, upacara kebangkitan blood line akan segera di mulai. Lebih baik kita segera ke lokasi.”
Xiao Qin mengangguk, dia kemudian menyuruh tabib Luan untuk membopong Xiao Mei karena masih merasa lemas.
Wanzhou yang tengah menunggu di luar ruangan terkejut melihat kondisi Xiao Mei yang kurang fit, “kakak kenapa?” Tanyanya khawatir.
__ADS_1
“Aku tak kenapa-kenapa, hanya sedikit lelah saja tadi.” Jelasnya. Muka Xiao Mei menjadi jauh lebih putih dan pucat, bahkan hampir menyerupai orang yang sudah meninggal.
Mengerikan, rasa sakitnya itu aku tidak ingin mengalaminya lagi seumur hidupku. Lebih baik aku mati daripada merasakannya lagi.
Di lokasi upacara, puluhan anak berusia 6-10 tahun duduk bersampingan. Xiao Mei menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana, bahkan tabib Luan pun terheran.
Sepertinya Xiao Qin pernah bilang bahwa kakaknya memiliki kultivasi, kenapa dia ikut upacara blood line ini?
Seorang pria berjanggut pendek berjalan sambil membawa sebuah tongkat ke tengah ruangan. Dia merupakan instruktur dalam upacara kebangkitan blood line ini.
Instruktur itu kemudian mengeluarkan sejumlah tenaga dalam yang dialirkan ke seluruh peserta. Setelah itu dia mengeluarkan beberapa kertas mantra dan membakarnya. Aroma dari kertas tersebut sangat menyengat, hingga beberapa orang berusaha sebisa mungkin menahan nafas.
__ADS_1
Garis mantra berwarna emas yang sebelumnya tak terlihat, muncul di lantai tempat mereka duduk. Beberapa orang sempat terkejut dan beberapa lagi mungkin sudah terbiasa atau pernah melihatnya. Namun, tiba-tiba tubuh mereka terasa jauh lebih berat, dan ada seorang peserta yang tak sadarkan diri karena tak kuat menahan tekanan.
Xiao Qin terlihat sangat tenang, tekanan yang membuat hampir seluruh peserta kewalahan hanya terasa seperti angin lewat.
Instruktur Wei Tong memperhatikan Xiao Qin, dia tertarik dengan bakat yang dimilikinya.
Tekanan ini tidak membuatnya kerepotan sama sekali, kekuatan jiwa yang dimilikinya melebihi rata-rata.
Kali ini, garis mantra berubah menjadi berwarna merah. Suhu dalam ruangan tersebut meningkat drastis, lima orang tak sadarkan diri dan satu orang menyatakan untuk menyerah.
Selanjutnya garis mantra berubah menjadi biru. Suhu yang tadinya sangat panas dalam seketika berubah menjadi sedingin es, bahkan puluhan peserta langsung tereliminasi dalam sekejap mata.
__ADS_1
Kini peserta hanya tersisa 8 orang dan menuju tahap terakhir, pengaktifan blood line. Tahap sebelumnya bisa dibilang tes, yang sebenarnya baru saja akan di mulai. Paviliun menetapkan kebijakan ini supaya orang-orang yang berniat mengaktifkan blood line hancur dengan sendirinya. Orang dengan kekuatan jiwa yang lemah hanya akan dilahap oleh keganasan blood linenya sendiri dan kehilangan akal.
Instruktur Wei Tong sendiri meningkatkan kualifikasinya, dia merasa tingkat kesulitan sebelumnya terlalu rendah dan pas-pasan.