
Malam itu, Xiao Qin berkultivasi untuk membuka meridian yang tersembunyinya. Dia berhasil membuka 3 meridian saat Xian Lie Lie mengetuk pintu kamar dan memanggil namanya.
Xiao Qin tidak segera menjawab panggilan tersebut, hingga Xian Lie Lie menerobos masuk ke dalam kamar.
“Kamu sedang apa?” Tanya Xian Lie Lie penasaran melihat posisi duduk Xiao Qin yang bersila dengan kedua tangan di atas paha.
“Aku sedang berkultivasi.” Timpal Xiao Qin tanpa menutupinya.
Mata Xian Lie Lie terbelalak, “kultivasi? Berarti kamu adalah seorang kultivator.” Ucapnya tak percaya.
Xiao Qin mengangguk, “memangnya kenapa kak?” Dia merasa sedikit keheranan dengan tingkah laku Xian Lie Lie.
Xian Lie Lie memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing.
“Kakak kenapa? Sedang sakit?” Xiao Qin beranjak dari kasurnya dan mendekati Xian Lie Lie.
“Sebenarnya kamu itu siapa? Tidak sembarang orang bisa menjadi kultivator, bahkan aku pun pernah gagal dalam membangkitkan blood line.” Ungkapnya.
__ADS_1
“Kakak pernah membangkitkan blood line?” Mata Xiao Qin membesar. Dia pikir bahwa tidak ada satu pun orang yang tahu tentang kultivasi di kota ini.
“Iya, kakak ingin menjadi refiner tingkat tinggi. Oleh karena itu, kakak membutuhkan kultivasi supaya bisa menggunakan teknik refiner khusus yang hanya bisa digunakan oleh para kultivator.” Jelas Xian Lie Lie.
Xiao Qin mengangguk, “apakah semua orang di kota ini tahu tentang kultivasi?” Tanyanya.
Xian Lie Lie menggeleng, “hanya segelintir orang saja yang mengetahuinya. Aku pun tahu tentang kultivasi dari guru Wang, dia berkata bahwa hanya seorang kultivator yang mampu mencapai puncak refining. Oleh karena itu, aku sangat terkejut bahwa kamu adalah seorang kultivator.”
Xiao Qin merasa sedikit lega, meski begitu tetap saja kekhawatiran masih menggelimpanginya.
“Eh, ya sudah. Kakak akan menunggumu di ruang makan, guru Wang juga telah menunggumu.”
Xiao Qin mengangguk, “lima menit lagi aku ke sana.”
Setelah Xian Lie Lie pergi, Xiao Qin mengeluarkan secarik kertas dan sebuah pena dari cincin penyimpanannya.
Dia menuliskan sebuah surat untuk Xia Xueyin perihal restoran Xiefeng. Xiao Qin memintanya untuk membuka cabang baru di kota Humminaria, dan bekerja sama dengan restoran Xiefeng supaya bisa melindunginya.
__ADS_1
Selesai itu, Xiao Qin bergegas ke ruang makan untuk menemui Xian Lie Lie dan guru Wang yang telah menunggunya.
Guru Wang nampak bersemangat dan menyambut Shou dengan penuh gembira, dia mempersilakan Xiao Qin untuk duduk dan makan makanan yang telah disiapkannya. Meskipun makanan-makanan itu tampak lezat, rasanya begitu buruk karena Xiao Qin sudah terbiasa dengan makanan dari restoran Xiefeng.
Xian Lie Lie juga sebenarnya merasakan hal yang serupa, tapi tidak separah yang dialami oleh Xiao Qin. Demi menghargai guru Wang, Xiao Qin terpaksa melahap makanan itu setidaknya sampai porsi normal.
“Ujian refiningnya dimulai kapan?” Tanya Xiao Qin berbasa-basi.
“Itu tergantung tuan muda saja, inginnya kapan?”
Xiao Qin merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk dipanggil tuan muda oleh guru Wang, mau bagaimana pun guru memiliki derajat lebih tinggi dari muridnya.
“Guru Wang tidak usah begitu sungkan padaku, panggil saja Xiao Qin.”
“Ah, baiklah tuan ... eh maksudku Xiao Qin.”
Xiao Qin menghela nafas, dia melirik ke arah Xian Lie Lie yang sedari tadi tidak banyak bicara. Pikirnya, Xian Lie Lie telah membocorkan informasi bahwa dirinya memiliki kultivasi kepada guru Wang, karena sebelumnya guru Wang tidak bersikap sesegan ini.
__ADS_1