
Seorang gadis remaja terlihat sedang dikejar-kejar oleh sekelompok orang berpakaian hitam, gadis tersebut memiliki banyak luka dan kakinya tak sengaja mengenai akar pohon hingga terjatuh.
“Menyerahlah dan serahkan lukisan naga surgawi itu pada kami!” Ucap salah seorang pria berpakaian hitam.
Lukisan naga surgawi? Sepertinya aku sangat familiar dengan nama ini. Apakah itu ....
“Aku sudah bersusah payah mendapatkan lukisan ini di reruntuhan kaisar, semua rekanku mati demi mendapatkan lukisan berharga ini. Takkan mungkin diserahkan kepada kalian meski nyawaku taruhannya!” Gadis itu berdiri sempoyongan, dia menghunuskan pedangnya ke arah para pembunuh itu.
Xiao Qin berpikir 2 kali untuk menolong gadis tersebut, karena bagaimana pun musuhnya berada di tingkat pembentukan pondasi. Sementara Xiao Qin baru mencapai pembentukan roh tingkat ke-3. Jika ingin ke tingkat pembentukan pondasi, Xiao Qin harus menembus tahap pengendalian roh dan penguasaan roh yang masing-masing 10 tingkatan.
Di saat orang-orang itu sudah berniat melakukan hal yang tidak senonoh, Xiao Qin tak ragu lagi untuk menghajar mereka semua.
“Aduh!” Sebuah kerikil mendarat di kepala salah seorang berpakaian serba hitam.
“Siapa itu? Siapa yang berani melemparkan kerikil ke kepalaku?” Pria itu tampak kesal.
“Maaf, aku tak sengaja kak. Tadi aku sedang melempari burung, tak kusangka malah mengenai kepala kakak.” Xiao Qin muncul dari semak dengan pura-pura merasa bersalah.
__ADS_1
Si pria itu berusaha meredam amarah, tapi dia tidak setega itu untuk membunuh seorang anak kecil.
“Sudahlah, pergi sana! Jangan datang kemari lagi, tempat ini berbahaya!” Ujar pria itu.
Kenapa ada anak kecil di hutan belantara ini? Apakah dia tersesat? Si gadis keherananan.
“Aku lupa arah jalan pulang kak, tolong antar aku!” Pinta Xiao Qin.
Pria itu menepuk jidatnya, “kalian berdua antar dia ke desa terdekat!”
“Tak usah khawatir, kakak baik-baik saja. Pergilah!” Gadis itu tak ingin Xiao Qin ikut terlibat.
Saat kedua orang berpakaian hitam itu ingin mengantar Xiao Qin pulang, dia malah menerobos dan menghampiri sang gadis. Dia kemudian menyuapkan pil bulan bintang buatannya sendiri pada gadis itu.
Kecepatannya sangat tidak normal bagi anak usia 7 tahun, apakah dia seorang kultivator juga? Kalau seperti itu, aku hanya perlu menghabisinya saja sebelum jadi bencana.
“Bocah kecil, sepertinya aku tidak jadi mengasihanimu karena ternyata kau seorang kultivator. Buktinya saja hutan ini dipenuhi oleh banyak monster, kemungkinan orang biasa bisa bertahan di tempat ini sangatlah kecil.”
__ADS_1
Xiao Qin pun tersenyum, “apa maksud kakak? Aku tidak paham.”
“Dia benar, kau jangan asal bicara! Uhuk-uhuk. Tidak mungkin dia memiliku kultivasi, bahkan aku tidak merasakan aliran chi dalam tubuhnya.” Ujar Sang gadis.
“Kau mungkin bisa dikelabui olehnya, tapi aku tidak. Pergerakannya barusan sudah membuktikan bahwa dia bukan anak biasa, aku harus membunuhnya!”
“Kak, aku pinjam ini sebentar.” Xiao Qin merebut sebuah gulungan lukisan yang diselipkan pada baju gadis tersebut.
“Tidak, jangan, kembalikan milikku!”
“Pinjam sebentar saja.” Ujar Xiao Qin.
“Hmmph, meski memiliki gulungan itu kau hanyalah anak kecil. Jangan berharap akan ada seekor naga yang keluar dan menolongmu!”
Sudah tak memiliki kata-kata lagi yang perlu diucapkan, si pria berpakaian hitam itu berlari ke arah Xiao Qin sambil menghunuskan pedangnya.
“Matilah!”
__ADS_1