Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-62 Rune Senjata


__ADS_3

Xiao Qin mengetuk logam besi berulang kali dengan sangat cepat selama beberapa menit, sampai keringat berjatuhan dari wajahnya.


10 pukulan dalam satu detik!? Apakah anak kecil ini monster? Guru Wang ikut berkeringat, padahal dia hanya menyaksikan tanpa membantu sedikit pun.


Xian Lie Lie tak bisa memalingkan pandangannya dari logam yang mulai terbentuk menjadi sebuah pisau dengan sangat rapi, bahkan sampai tidak sadar bahwa waktu telah berlalu selama 10 menit.


Jing Gao tak sanggup lagi melihat proses refining yang dilakukan oleh Xiao Qin. Dengan membayangkannya saja, dia sudah tahu bahwa senjata yang akan dibuat Xiao Qin jauh lebih baik daripada maha karyanya.


Xiao Qin mengambil logam lain untuk melapisi pisaunya, dan kembalu memasukkannya ke dalam perapian. Di sela-sela waktu itu, dia mengubah blood line airnya menjadi angin yang dipenuhi oksigen untuk menghilangkan rasa gerahnya. Xiao Qin merasa segar kembali, dan mulai melakukan proses ganda supaya pisaunya cepat jadi.


XIao Qin memasukkan berbagai logam lain ke dalam perapian yang akan dia gunakan sebagai gagang pisau, Xiao Qin tidak ingin membuat gagangnya terbuat dari kayu karena akan mudah rusak jika sering dipakai.

__ADS_1


Dengan cara yang sama, Xiao Qin menempa pisau dan gagangnya dalam satu waktu dengan kecepatan tangan yang luar biasa. Gerakan tangan Xiao Qin seolah-olah dilakukan oleh ribuan orang secara serempak, dan guru Wang mulai ingat dengan teknik yang dilakukannya saat ini.


“Teknik tangan asura.” Tangan guru Wang gemetar, dia tak tersimpuh saking lemasnya mengetahui teknik tempa legendaris dikuasai oleh seorang anak kecil dengan sempurna.


“Guru Wang!” Ucap Jing Gao dan Xian Lie Lie bergiliran.


“Tidak apa-apa, aku hanya terkejut dia mampu menguasai teknik legendaris yang telah lama hilang.” Ucapnya sambil mengambil tongkat dan berusaha untuk berdiri kembali dengan dibantu Jing Gao dan Xian Lie Lie.


Satu jam berlalu, Xiao Qin mulai menyatukan antara gagang dan pisaunya. Karena waktu ini adalah batas untuk ujian pertama, guru Wang menyuruh Jing Gao untuk membunyikan gong lagi dan menilai semua hasil ujian.


Xiao Qin masih harus berusaha keras untuk menyelesaikan pisaunya, lagi pula guru Wang dan Xian Lie Lie masih melihatinya dengan serius sejak tadi.

__ADS_1


Setelah pisaunya jadi, ternyata Xiao Qin berniat menambahkan beberapa rune ke dalamnya. Dalam hal ini, hanya refiner level 10 ke atas yang mampu melakukannya.


Xian Lie Lie dan guru Wang benar-benar lelah melihat hal itu, mental mereka terkuras banyak saat melihat keajaiban yang dibuat oleh Xiao Qin.


Pembuatan rune ini sedikit menyebalkan, aku hanya bisa menambahkannya sampai level 3 dalam keadaanku yang sekarang. Ucap Xiao Qin sambil bersusah payah mengukir sebuah rune di atas pisaunya.


“Akhirnya selesai.” Xiao Qin mengusah peluh keringatnya dan menghela nafas lega, dia kemudian menggunakan blood line airnya lagi untuk menghilangkan keringat dan menurunkan suhu tubuh.


“Sudah jadi?” Guru Wang dan Xian Lie Lie tak sabar untuk melihat pisau tersebut.


Xiao Qin kemudian memberikan pisau tersebut pada Xian Lie Lie, “itu untuk kakak, sebagai tanda terimakasih telah mengajakku kemari.”

__ADS_1


__ADS_2