
Sebuah borgol tiba-tiba muncul di leher siluman roh, saat ia berubah menjadi wujud manusia pun borgol itu ikut mengecil.
Diikuti dengan munculnya beberapa borgol di bagian kaki dan tangannya, serta rantai pun bermunculan dan menyatu dengan borgol-borgol tersebut.
Saat ini siluman roh sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi, kemampuan memanggilnya pun hilang semenjak borgol itu mengikatnya.
Xiao Qin berjalan dengan santai ke arah siluman roh, ia membawa sebuah jarum perak di tangannya yang telah diselimuti api rubah.
“Aku akan memurnikanmu!” Tatapan mata Xiao Qin tidak nampak seperti anak kecil, melainkan seorang pembunuh yang tanpa ragu membunuh lawannya.
Siluman roh itu merasakan takut yang luar biasa, dia tak menyangka bahwa hidupnya akan berakhir di tangan oleh seorang anak kecil misterius. Sebenarnya dia sangat enggan bila usahanya harus berakhir sampai di sini, akan tetapi ia tak punya kemampuan untuk melawan.
Dalam sekejap mata, jarum perak yang di pegang Xiao Qin menusuk jantung siluman roh dan membakar tubuhnya. Sesaat, siluman roh itu mengerang sebelum akhirnya hangus terbakar.
__ADS_1
Para kultivator yang melihat hal itu begitu takjub sekaligus ngeri, mereka yakin bahwa suatu hari Xiao Qin akan menjadi orang yang sangat kuat dan tak tertandingi di benua Yan.
Semua kultivator yang hadir di sana berasal dari sekte bukit awan, salah seorang diantara mereka berbisik pada Jia Ming Yue untuk mengundang Xiao Qin ke sekte.
Saat Xiao Mei baru saja tiba, dia langsung menghampiri Xiao Qin dan memeluknya. Pandangan Xiao Qin pun mulai buram, akan tetapi dia berusaha mempertahankannya supaya Xiao Mei tidak khawatir.
“Aku berhasil mengalahkannya, kak!” Ucap Xiao Qin sambil tersenyum, dia kemudian melepas pelukan Xiao Mei dan menghapus air matanya.
“Baju yang kamu pakai robek-robek, apakah kamu tidak apa-apa?” Tanya Xiao Mei.
Xiao Mei memeluk Xiao Qin sekali lagi, membuat suasana menjadi hening selama beberapa waktu.
Di tengah keheningan itu, pasukan penjaga kota tiba-tiba datang dan menerobos masuk ke kediaman wakil walikota.
__ADS_1
“Di mana silumah rohnya?” Ucap salah seorang pria berzirah besi dengan membawa tombak di tangannya, ia turun dari kudanya dan menghampiri Xiao Mei.
Jia Ming Yue kemudian turun dari atap, diikuti dengan para pendekar lain yang ada di sana.
“Siluman roh berhasil dimusnahkan, yang berjasa atas kemenangan ini adalah ....”
Saat Jia Ming Yue hampir menyebutkan nama Xiao Qin, dengan wajah polosnya Xiao Qin menunjuk ke arah Jia Ming Yue.
“Kakak itu yang menghabisinya, dia menyelamatkan semua orang yang ada di sini termasuk aku. Terimakasih, kakak cantik!” Xiao Qin tersenyum di titik buta pemimpin penjaga kota itu, membuat Jia Ming Yue salah tingkah untuk beberapa waktu.
Pemimpin penjaga kota itu kemudian memberi hormat pada Jia Ming Yue, dia juga memberikan sebuah token khusus untuk masuk ke istana walikota.
“Token ini hanya bisa dipakai satu kali, dan hanya kamu yang bisa menggunakannya.” Pemimpin penjaga kota itu kemudian menaiki kudanya lagi dan pergi untuk melanjutkan patroli sambil melaporkan kejadian pada pihak berwenang.
__ADS_1
Karena masalah sudah selesai, satu persatu pendekar mulai bepergian. Xiao Mei pun mengajak Xiao Qin untuk kembali ke penginapan, dan anehnya kali ini Xiao Qin bersikap manja ingin digendong sampai di penginapan.