Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-45 Amarah


__ADS_3

Di saat Xiao Qin menembakkan jarum peraknya ke arah pengawal bangsawan sombong yang menggoda kakaknya, sebuah kipas terbang dan menangkis jarum-jarum perak tersebut.


Xiao Qin pun terkejut melihat hal tersebut, kemudian melirik ke arah kipas itu kembali ke arah pemiliknya.


Ternyata orang tersebut adalah seorang kultivator di tahap pengumpulan jiwa spiritual ke-3 dan memiliki blood angin. Perempuan berambut putih itu menepuk-nepuk kipasnya sambil mendekat dan menengahi antara Xiao Qin dan bangsawan tadi.


“Fang Liu, kamu tidak boleh memaksa sembarang wanita yang kau temui untuk melayanimu!” Perempuan berambut putih itu menegur pria bangsawan yang menggoda Xiao Mei, kemudian menyuruh kelima pengawal bangsawan tersebut untuk melepaskan kakaknya Xiao Qin.


Melihat hal itu, Xiao Qin merasa tidak puas dan terima atas perbuatan wanita berambut putih tersebut.

__ADS_1


“Namaku Fang Xia Rong, kakaknya bocah nakal ini. Lain kali jika melihatnya, lebih baik kalian segera lagi karena dia sangat sulit diatur.” Perempuan itu tersenyum pada Xiao Qin dan Xiao Mei.


Xiao Qin menatap balik Fang Xia Rong dengan tajam, dia telah seenaknya membuat keputusan seakan-akan dirinya melakukan hal yang benar.


Fang Xia Rong langsung merasa waspada dan menyuruh adiknya untuk segera pergi setelah Xiao Qin mengeluarkan hawa membunuh yang begitu pekat. Akan tetapi Xiao Mei tidak merasakan hal tersebut sama sekali dan hanya bisa bingung dengan kelakuan Fang Xia Rong yang tiba-tiba begitu waspada terhadap Xiao Qin.


XIao Qin pun sebenarnya saat ini sedang tersenyum, dan di balik itu dia telah menyelimuti belasan jarum peraknya dengan api rubah.


“Kakak, tadi kamu menghalangiku untuk memberi pelajaran pada mereka semua. Kenapa kakak melakukan itu? Mereka telah berbuat buruk pada kakakku, harusnya mereka diberi pelajaran sebelum pergi.” Senyum Xiao Qin membuat bulu kuduk Fang Xia Rong berdiri semua, keringat pun bercucuran hingga dia tak sanggup lagi mempertahankan posisi berdirinya.

__ADS_1


XIao Mei saat ini yakin bahwa Xiao Qin sedang melakukan sesuatu pada Fang Xia Rong, dia kemudian mencoba untuk membujuknya.


“Xiao Qin, tolong hentikan! Kakak tidak kenapa-kenapa, kakak baik-baik saja!” Ucapnya.


Fang Liu begitu terkejut saat kakaknya tiba-tiba terlutut di hadapan Xiao Qin yang hanya seorang anak kecil berumur 6 tahun. Karena dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia berniat menghampiri Xiao Qin seorang diri.


“Jangan!” Fang Xia Rong berniat untuk menghentikan adiknya, tapi hal itu sudah terlambat. Fang Liu saat ini tengah berada di hadapan Xiao Qin dan malah mencoba untuk mencekiknya.


Dalam sekejap mata, hawa membunuh yang dikeluarkan Xiao Qin berpindah pada Fang Liu. Fang Xia Rong saat ini bisa bernafas lagi dengan lega, akan tetapi adiknya yang begitu ceroboh itu telah tak sadarkan diri dengan busa di mulutnya.

__ADS_1


“Sekarang giliran kalian!” Belasan jarum perak yang telah diselimuti api rubah melayang di depan Xiao Qin, menunggu intruksinya untuk melesat ke arah para pengawal Fang Liu.


Suara teriakan Xiao Mei yang hendak membujuk Xiao Qin pun menarik perhatian orang di sekitar, mereka juga terkejut saat melihat belasan jarum perak yang melayang selama beberapa waktu.


__ADS_2