Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-161 Lapar


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu, peperangan antara pasukan Tang Qin dan sekte bulan sabit menyebar luas dengan sangat cepat di seluruh penjuru benua Yuxia.


Peperangan tersebut dikenal oleh orang-orang sebagai perang sabit hitam karena Tang Qin yang menciptakan tubuh abadi malaikat hitam bersenjatakan sabit raksasa.


Para kaisar dari ketiga kekaisaran berkunjung ke kediaman sekte Hijau Daun dan memberikan hadiah besar sebagai tanda terima kasih telah melenyapkan sekte hitam terkuat di benua Yuxia yang merepotkan ketiga kekaisaran.


Ribuan cincin penyimpanan berjejer rapi di dalam rak gudang harta sekte Hijau Daun. Cincin-cincin itu telah disusun sedemikian rupa agar bisa digunakan secara efisien, seperti berbagai obat-obatan dengan khasiat serupa dalam satu tempat.


Tang Qin saat ini sudah sepenuhnya pulih, begitu pula dengan Tian Ying dan Lin Mei. Wanzhou juga menembus tahap spiritual langit tingkat ke-9 di medan pertempuran, Cici pun sudah menembus tahap Yin Yang lingkaran ke-10.


Wanita yang selama ini berpura-pura menjadi Lin Fei dipenggal di depan umum oleh Lin Mei. Tang Qin tidak menghadiri pemenggalan tersebut, karena sekarang dia harus menetralisir aura jahat di dalam tubuhnya yang terus memberontak.

__ADS_1


Saat ini Tang Qin tidak boleh terlibat dalam pembunuhan atau sesuatu yang melibatkan pertumpahan darah. Jika tidak, ada kemungkinan dia lepas kendali dan membunuh seseorang tanpa sengaja.


Di medan pertempuran Tang Qin bisa mengontrol aura jahatnya karena masih memiliki target lain untuk dibunuh, sedangkan sekarang peperangan telah berakhir dan musuhnya pun telah tiada.


Minggu demi minggu berlalu, Tian Ying pamit undur diri untuk mengurusi balai pelelangannya yang telah ia tinggalkan selama beberapa waktu.


“Sampai jumpa, aku akan kembali menemuimu di lain waktu.” Tian Ying memberikan sebuah ciuman kepada Tang Qin sebelum dirinya naik ke kapal terbang.


Walaupun agak sakit hati, Tian Ying tersenyum. Setidaknya dia bisa membuat kesan terhadap Tang Qin, dan di masa depan dia akan berusaha lagi untuk mendapatkan hatinya.


Setelah beberapa minggu, aura jahat di dalam tubuh Tang Qin sudah hampir menghilang sepenuhnya.

__ADS_1


“Syukurlah kalau aura jahat di dalam tubuhmu sudah melemah.” Ujar Lin Mei merasa lega.


Tang Qin mengangguk, “aku sekarang ingin pergi ke restoran untuk merayakannya. Lagi pula selama beberapa waktu ini aku terus mengurung diri, sangat membosankan.”


Tang Qin melakukan peregangan, melenturkan otot-ototnya yang sedikit kaku karena jarang bergerak.


Mereka berdua pergi ke sebuah restoran terkenal dan memesan berbagai menu paling mahal dengan jumlah yang sangat banyak.


Banyak mata memperhatikan kelakuan Tang Qin yang melahap banyak makanan dalam waktu singkat, sampai pelayan pun dibuat kerepotan karena harus bolak-balik tanpa henti membawakan makanan dan membereskan piring di meja Tang Qin.


Setelah merasa cukup puas, Tang Qin mengeluarkan sekantong koin emas dan menaruhnya di atas meja. Dia tak memedulikan puluhan sorot mata yang sampai saat ini terus memandanginya.

__ADS_1


Lin Mei mengikuti Tang Qin ke beberapa tempat makan tanpa banyak mengeluh, dia malah suka melihat Tang Qin yang begitu lahap memakan makanannya. Namun tetap saja, setelah belasan restoran yang telah dikunjungi, Lin Mei merasa khawatir. Dia mengingatkan Tang Qin agar tidak makan terlalu banyak agar perutnya tidak meledak, kemudian mulai melarang-larang Tang Qin yang ingin menambah porsi.


__ADS_2