
Dong Zhang tertawa terbahak-bahak di balik tirai. Dengan pertumpahan darah dari kedua pihak, dia tak perlu repot-repot mencari persembahan untuk melakukan ritual terlarang. Di saat klan pengumpul roh sudah diujung tanduk, Dong Zhang akhirnya dan berhasil memukul mundur pasukan kerajaan. Semuanya tertegun melihat kekuatan Dong Zhang yang ternyata telah tahap surgawi gerbang ke-10, dan dengan persetujuan para tetua lain dia dinobatkan sebagai raja di klan tersebut. Rong Shi Zhi merasa berat hati karena yang paling tidak ia inginkan terjadi, namun apa daya dengan kekuatannya saat ini takkan mampu menandingi kekuatan absolut yang ada di hadapannya. Suatu hari, ia menemukan catatan rahasia Dong Zhang, yang ternyata berisi tentang ritual-ritual terlarang serta rencana-rencana yang ia persiapkan sejak lama. Saat Rong Shi Zhi hendak membawa pergi catatan-catatan tersebut, Dong Zhang tiba-tiba datang dan menusuknya dari belakang. Karena para tetinggi klan biasanya mampu menggunakan teknik reinkarnasi, dia mengurung roh Rong Shi Zhi ke dalam pagoda supaya dirinya tidak bisa pergi atau pun balas dendam lagi.
“Orang bernama Dong Zhang itu benar-benar licik, tapi karena kelicikannya itu dapat membuat dirinya mencapai tingkatan yang lebih tinggi.” Jelas Xiao Qin.
Rong Shi Zhi geram, api di dalam tubuhnya membara hingga tanpa sadar memgeluarkan hawa membunuh yang pekat. Xiao Qin berpura-pura tidak terpengaruh, padahal dia merasa tubuhnya ribuan kali lebih berat dari seharusnya. Setelah hawa membunuhnya mereda, Xiao Qin bergegas membuat tungku pil.
Karena ingin segera membuat pil, Xiao Qin hanya membuat tungku pil tingkat bumi. Selain itu, dia hanya mampu menciptakan pil tingkat-6 saja dengan kultivasinya saat ini.
Dalam waktu 48 jam, akhirnya Xiao Qin berhasil menciptakan ratusan pil tingkat-6 untuk berkultivasi. Setelah itu, dia menyerap ratusan pil tersebut dalam kurun waktu satu minggu dan berkultivasi selama 1 bulan.
“Stok makananku sudah habis, sebaiknya saat ini sampai di sini saja.” Ucapnya sambil melihat tumpukan mangkuk yang sudah kosong, dia kemudian memasukkan semua wadah makanan yang kosong itu ke dalam cincin penyimpanannya.
“Tuan, apakah anda akan segera pergi?” Tanya Rong Shi Zhi.
“Iya, stok makananku sudah habis. Selain itu, mungkin beberapa orang akan mencemaskanku karena menghilang selama beberapa waktu.” Jelasnya.
__ADS_1
“Baiklah kalau seperti itu, selamat jalan tuan!”
Xiao Qin mengangguk, dia memetikkan jarinya dan langsung kembali ke kamarnya. Di luar ruangan, terdengar sedikit suara kericuhan antara Xian Lie Lie, guru Wang, dan juga Jing Gao.
“Kita harus segera menemukannya, jika sampai tengah siang dia masih belum tiba maka dia takkan bisa mengikuti kompetisi antar kota.” Jelas guru Wang.
“Adik Xian, apakah kamu yakin Xiao Qin waktu itu bilang akan menghilang sementara waktu?” Tanya Jing Gao.
“Iya, waktu itu dia bilang tak perlu mencarinya. Aku tak tahu dia akan menghilang selama ini, lagi pula aku tak pernah melihatnya keluar dari kamar sejak saat itu.” Xian Lie Lie tampak tegang, dia merasa bersalah karena lupa memberitahu jadwal keberangkatan untuk melanjutkan kompetisi refining.
“Halo, maaf telah membuat kalian gelisah.” Xiao Qin menjulurkan lidahnya sedikit.
“Xiao Qin!” Teriak guru Wang, Xian Lie Lie, dan Jing Gao serentak.
“Kamu ke mana saja selama satu minggu ini? Segera bersiaplah, atau kapal terbang akan berangkat ke kota Qinhai tanpa kita.” Jelas guru Wang singkat, dia juga menyuruh Xian Lie Lie dan Jing Gao untuk membantu Xiao Qin bersiap.
__ADS_1
“Semua pakaian dan barang berharga lain sudah ku bawa ke dalam cincin penyimpanan, hanya saja aku ingin memesan makanan ke restoran Xiefeng terlebih dahulu sebelum pergi.”
“Tak perlu memesan makanan, di kapal terbang juga kamu akan mendapatkan makanan gratis, ayo kita pergi!” Guru Wang menarik lengan Xiao Qin, namun ternyata dia malah tersungkur.
“Guru Wang, kamu tidak apa-apa?” Tanya Xian Lie Lie dan Jing Gao.
“Tidak apa-apa.” Jawabnya. Dalam hati ia sedikit kesal karena tak mampu menarik lengan seorang anak kecil.
Karena guru Wang tak membiarkan Xiao Qin untuk pergi ke restoran Xiefeng terlebih dahulu, dia menuliskan sebuah catatan kecil dan melipat kertas tersebut menjadi pesawat untuk dikirimkan ke restoran Xiefeng. Xiao Qin memasukkan kekuatan jiwa ke dalam pesawat kertas tersebut dan mengendalikannya hingga sampai ke hadapan kepala koki.
Sudah beres, aku hanya tinggal menunggunya.
“Apa ini?” Kepala koki tampak heran, setelah melihat nama Xiao Qin di pesawat kertas tersebut, dia langsung membukanya.
“Sepuluh ribu porsi?!” Mata kepala koki tersebut terbelalak, dia tak bisa mempercayai isi kertas tersebut begitu saja dan bergegas untuk melaporkan hal tersebut kepada atasannya.
__ADS_1