
Wanzhou dan tabib Luan mengeluarkan keringat dingin, Xiao Mei juga berpikir bahwa Xiao Qin terlalu berlebihan.
Xiao Qin kembali sambil tersenyum, dia mengambil alih kendali kudanya dan melanjutkan perjalanan.
Setengah jam berlalu, keheningan melanda kereta kuda itu. Xiao Qin merasa sedikit bersalah, dia kemudian menjelaskan kenapa dia melakukannya sampai sejauh itu.
“Jika mereka tidak dibunuh, bisa saja mereka merampok orang lain seperti paman Ginbei. Dia sering pergi ke kota Fu bukan? Jika para bandit itu berjumpa dengannya, mungkin paman Ginbei hanya tersisa namanya saja.”
Wanzhou paham akan hal itu, tetapi tetap saja dia masih merasa berat akan hal itu. Sedangkan tabib Luan berpikir lain, mayat-mayat yang tergeletak di tanah bisa menyebabkan penyakit dan Xiao Qin membiarkannya begitu saja.
“Aku hanya malas, jumlah mereka juga hanya belasan orang dan tempat itu jarang di lewati.” Jelasnya.
__ADS_1
Tabib Luan tak percaya akan kata-katanya, orang yang bisa berkata seperti itu hanyalah orang yang sudah terbiasa membunuh. Lagi pula, tak ada anak kecil lain yang tanpa segan membunuh. Bahkan Wanzhou sekalipun bisa di bilang cukup hebat karena hanya gemetaran saja.
Pandangan tabib Luan terpaku pada Xiao Qin dan Xiao Mei, keduanya terlihat biasa-biasa saja. Seakan-akan kejadian barusan itu adalah hal yang lumrah, tak perlu dipikirkan lagi.
Matahari sudah hampir tenggelam, akhirnya rombongan Xiao Qin tiba di kota Fu. Tabib Luan mengajak Xiao Qin dan yang lainnya untuk mampir ke kediaman gurunya. Xiao Qin tidak menolak, karena untuk saat ini dia belum menyewa penginapan.
Kediamannya ternyata berada di paviliun alkemis, beberapa orang menyambut kedatangan Luan.
Xiao Qin dan yang lainnya langsung diajak oleh Luan menuju lantai teratas, tak ada seorang pun yang menghalangi mereka.
Ternyata dia mempunyai kedudukan yang tinggi di sini, Gumam Xiao Qin dalam hati.
__ADS_1
Saat bertemu dengan tabib Luan, Guo Zi tampak khawatir.
“Kenapa kamu kembali sekarang?” Pria tua itu memeluk tabib Luan. Dia tampak khawatir dan ada sesuatu yang di sembunyikannya.
“Aku bosan di desa, dan aku juga ingin bertemu guru. Sudah beberapa bulan sejak guru menyuruhku tinggal di desa itu.” Tabib Luan tampak manja.
“Kau terlalu melebihkannya, bahkan belum genap 3 minggu sejak aku menyuruhmu tinggal di desa itu.”
Xiao Qin merasakan sesuatu yang aneh, aura gelap yang terpendam di suatu tempat. Akan tetapi dengan kemampuannya sekarang, dia tidak bisa mendeteksi lebih jauh. Aura gelap itu juga menyadari keberadaan Xiao Qin dan menghilang entah kemana.
Xiao Mei memperhatikan tingkah laku Xiao Qin yang tampak waspada, dia juga merasa ada yang aneh dengan kota ini.
__ADS_1
Tabib Luan kemudian memperkenalkan Xiao Qin dan yang lainnya pada Guo Zi, ketua paviliun kota Fu itu tampak terkejut ketika tahu bahwa anak kecil dihadapannya itu sangat ahli meracik ramuan.