Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-71 Makan Lagi


__ADS_3

Hari sudah mau gelap, Xian Lie Lie masih mencari-cari keberadaan Xiao Qin yang entah ke mana. Secara kebetulan, ia berhenti sejenak di depan restoran Xiefeng untuk mengistirahatkan tubuhnya sambil mencari keberadaan Xiao Qin di tengah lalu lalang keramaian. Kota Humminaria memang sangat ramai walau pun di malam hari, karena merupakan salah satu jalur perdagangan yang cukup penting di kerajaan Linwu.


“Ke mana sih dia?” Xian Lie Lie kelihatan sangat gelisah.


Tak lama berlalu, Xiao Qin tiba-tiba muncul dari dalam restoran dan mengejutkan Xian Lie Lie. Dia langsung menghampiri Xiao Qin dengan begitu gembira, akan tetapi dia malah dihadang oleh dua orang penjaga karena terlihat mencurigakan.


“Apakah kalian ingin dipecat?” Tanya Xiao Qin pelan. Dia berusaha meredam rasa amarahnya yang hampir membuat tangannya melayang.


Mendengar perkataan itu, kedua penjaga langsung minggir dan membiarkan Xian Lie Lie menghampiri Xiao Qin.


“Ternyata kamu di sini, syukurlah kamu baik-baik saja.” Ungkap Xian Lie Lie merasa lega.


“Kakak mencariku sejak tadi?” Tanya Xiao Qin.


“Iya, maafkan kakak Xian karena tidak mengawasimu tadi.” Jelasnya.

__ADS_1


Xiao Qin menjadi merasa bersalah, dia kemudian menanyakan apakah Xian Lie Lie telah makan.


“Belum, karena sejak tadi aku mencarimu.”


Xiao Qin kemudian mengajak Xian Lie Lie untuk makan di restoran Xiefeng, meskipun ragu dia terpaksa mengikuti Xiao Qin yang sudah menarik tangannya.


Xian Lie Lie begitu terpukau dengan interior restoran Xiefeng yang begitu elegan, selain itu semua masakan yang disajikan nampak begitu lezat dan menggugah selera.


Xiao Qin memanggil seorang pelayan, yang ternyata adalah orang yang sama dengan sebelumnya. Pelayan itu pun berusaha menutupi keterkejutannya karena belum genap 3 jam setelah Xiao Qin menghabiskan 10 porsi makanan di restoran tersebut.


Xian Lie Lie tampak ragu, karena restoran Xiefeng ini memang terkenal dengan harganya yang fantastis. Dia takut uang yang dia bawa tidak cukup untuk membayarnya.


“Kalau kentang goreng manis pedas ini harganya berapa ya?” Tanya Xian Lie Lie setelah memastikan bahwa menu tersebut kelihatan paling murah.


“Yang itu harganya–“

__ADS_1


“Kakak yakin hanya mau pesan itu?” Tanya Xiao Qin memastikan.


Xian Lie Lie mengangguk, “aku tidak membawa banyak uang saat ini.”


“Tenang saja, aku akan traktir kakak kali ini sebagai tanda minta maafku karena telah membuat kakak kerepotan.” Ucap Xiao Qin sambil melirik ke arah pelayan dan mengedipkan matanya.


“Tapi, harganya ....”


Pelayan yang paham akan maksud Xiao Qin itu pun langsung pamit untuk pergi ke dapur tanpa menghiraukan Xian Lie Lie sama sekali.


“Kamu tuh ya, katanya harga makanan di restoran ini mahal-mahal. Memangnya kamu mampu untuk membayarnya?” Xian Lie Lie merapatkan giginya, dia begitu gemas kepada Xiao Qin dan sangat ingin menarik pipinya sampai puas.


Karena terlalu sering dicubit, saat ini Xiao Qin memiliki sensor yang bisa merasakan saat pipinya merasa terancam. Dia segera menutupi pipinya dengan kedua tangan, dan waspada bila perempuan yang ada di hadapannya melakukan pergerakan mencurigakan.


Di sepanjang waktu, Xian Lie Lie lebih banyak menghela nafas karena takut uang sakunya tidak cukup. Bahkan sampai saat pesanan telah tiba sekali pun, Xian Lie Lie nampak kurang bergairah dan bersemangat untuk memakan kentang gorengnya meski kelihatan begitu lezat.

__ADS_1


__ADS_2