
Tang Qin dan Lin Mei sekarang pergi mengunjungi salah satu paviliun alkemis di kerajaan Luxia. Lin Mei ingin ikut ujian alkemis agar bisa memperlihatkan kemampuan alkimianya yang terus meningkat akhir-akhir ini.
Lin Mei tidak terlalu suka meningkatkan kultivasinya karena merasa tak ada harapan untuk melampaui Tang Qin, sedangkan untuk alkimia dia bisa sedikit berharap karena Tang Qin jarang melakukannya.
Lin Mei benar-benar mengagetkan paviliun alkemis kota Luxia, dia berhasil mengikuti ujian tingkat kedua sampai ke-5 secara beruntun dan dipromosikan menjadi alkemis tingkat ke-5.
“Aku mau hadiah!” Ucap Lin Mei manja.
“Kakak mau hadiah apa?” Tanya Tang Qin.
Lin Mei mengembungkan pipinya, “aku bukan kakak kamu, jangan panggil kakak lagi ah!”
Tang Qin menggaruk kepalanya, “iya, iya, lalu aku harus memanggil kakak apa? Eh, maksudku memanggilmu apa? Soalnya aku kurang terbiasa memanggil kakak langsung dengan nama.”
Lin Mei tampak tersipu, dia ingin mengucapkan satu kata tapi merasa sangat malu untuk mengatakannya.
“Bagaimana kalau sayang?” Ucapnya pelan.
__ADS_1
Tang Qin tak mendengarnya begitu jelas, karena ucapannya begitu pelan dan orang-orang di pinggiran jalan itu begitu berisik.
“Aku bilang kamu harus memanggilku sayang!” Teriak Lin Mei cukup keras, membuat perhatian banyak orang tertuju padanya. Namun ia tidak peduli, dirinya lebih memedulikan jawaban dari Tang Qin.
“Apa ini tidak terlalu berlebihan? Yah, tapi baiklah kalau itu keinginanmu sayang.”
Wajah Lin Mei begitu memerah, dia langsung lari ke sembarang arah meninggalkan Tang Qin yang dalam waktu singkat dapat menyusulnya.
“Kenapa kamu lari?” Tang Qin sedikit terheran, dia takut Lin Mei akan membencinya dan terus mengejar kemana pun ia pergi.
Lin Mei sudah merasa lelah, dia duduk di pinggiran air mancur untuk beristirahat. Tang Qin menatapnya dengan penuh khawatir, namun tak berani mengucapkan satu kata pun.
“Kak, ehm maksudku sayang, tolong maafkan aku jika telah membuatmu kesal. Aku tak terlalu paham soal perasaan orang lain, jadi aku tidak tahu apakah kamu sekarang membenciku atau tidak.” Ucap Tang Qin sambil terus menunduk.
Lin Mei menyeka air matanya, dia tersenyum dan memeluk Tang Qin dengan erat.
“Dasar bodoh!”
__ADS_1
Tang Qin mendekap Lin Mei dengan penuh bahagia, tapi dia merasa aneh jantungnya tiba-tiba berdetak dengan lebih kencang.
Tang Qin melepaskan pelukannya karena takut hal itu merupakan penyakit aneh yang bisa menular kepada orang lain.
“Ada apa?” Tanya Lin Mei gelisah melihat mimik Tang Qin yang tak begitu baik.
“Jantungku berdetak dengan lebih kencang, takutnya akan membahayakan dan menular kepadamu.”
Lin Mei hampir tertawa, sampai-sampai ia harus menyeka air matanya lagi saking tak tahan dengan keluguannya.
“Kamu ini, tenang saja. Walaupun memang bisa menular, tapi itu tidak membahayakan.” Jelasnya.
Sial, pagoda 9 galaksi tidak bisa mengidentifikasi penyakitku. Apakah penyakit ini benar-benar tidak membahayakan?
Tang Qin merasa lega, detak jantungnya sekarang kembali normal.
“Syukurlah, tapi aku harus mencari tahu dulu tentang masalah ini. Penyakit abnormal ini muncul dan menghilang secara tiba-tiba, bahkan aku tidak bisa mengidentifikasinya.”
__ADS_1
Lin Mei merasa sedikit kesal, Tang Qin ini sangat jenius dalam berbagai hidang. Ribuan formasi dan teknik bela diri dihafalnya, tapi jika ada ujian tentang percintaan mungkin dirinya akan mendapatkan nilai nol besar.