
Dengan wajah gelisah, Xiang Xiaolian menghampiri Xiao Qin. Dia melihat ke arah pria yang tersungkur dan begitu terkejut setelah melihat simbol naga di tangannya.
Xiang Xiaolian menunduk hormat pada orang itu, membuat Xiao Qin keheranan dan merasakan firasat buruk.
Pria itu kembali berdiri, memberikan hormat juga kepada Xiang Xiaolian.
“Maafkan atas perilaku kasarku barusan. Seharusnya jika memang tak dibiarkan masuk ke restoran ini, aku tak boleh memaksa.” Ujar si pria.
“Mohon maafkan tuan muda kami juga yang bertindak implusif dan langsung menyerang anda.” Timpal Xiang Xiaolian.
Pria itu menggeleng, “sebagai pendekar seharusnya aku tidak menggunakan kekuatan untuk menindas yang lemah, senior ini telah mengingatkanku. Terimakasih banyak!” Ucapnya sambil menunduk hormat.
Xiao Qin kemudian bertanya kepada Xiang Xiaolian mengenai pria yang ada di depannya itu, karena sampai membuat nona asosiasi Wanjian itu bersikap sangat sopan.
__ADS_1
“Dia berasal dari istana naga, salah satu pilar terkuat aliran putih di kekaisaran Fei.” Jelasnya singkat.
Hal itu benar-benar menjadi pukulan besar bagi Xiao Qin. Di sisi lain dia tidak ingin ada pihak lain yang mengetahui kekuatan Ki dari makanan di restoran Xiefeng, setidaknya sampai asosiasi Wanjian siap untuk melindunginya. Akan tetapi, dia tidak mungkin menolak mentah-mentah orang berpengaruh dari sekte besar.
Sambil memejamkan mata, Xiao Qin menghela nafas.
“Baiklah, mari kita masuk saja!” Ucap Xiao Qin mendahului. Para penjaga memberi hormat dan memberikan jalan.
Xiang Xiaolian menggelengkan kepala, entah bagaimana caranya Xiao Qin bisa membuat tunduk para penjaga tanpa melakukan kekerasan. Orang dari istana naga itu pun takjub, kemudian berjalan melewati para penjaga sambil meminta maaf.
“Siapa mereka Xiao Qin?” Tanya Ning Xia.
“Akan kuceritakan nanti, kita duduk dulu di meja yang kosong.” Timpalnya.
__ADS_1
Ning Xia menurut dan membawa mereka ke meja yang masih kosong, setelah memesan Xiao Qin langsung menggunakan formasi biografi untuk membuat penghalang supaya suara mereka tak dapat didengar oleh orang yang berada di luar formasi.
“Akan aku perkenalkan, kakak cantik ini adalah ketua dari asosiasi dagang Wanjian kota Fu. Untuk kakak laki-lakinya berasal dari istana naga, nama dan jabatannya aku belum tahu.” Jelas Xiao Qin.
Pria dari istana naga itu pun angkat suara, “maaf kalau sebelumnya saya lancang, nama saya adalah Zhao Ming Guo, pangeran ke-9 dari istana naga. Seperti yang kalian ketahui, aku hanyalah pangeran sampah yang suka keluyuran. Aku memiliki kultivasi yang buruk, ilmu pedangku rendah, dan suka membuat keributan.”
Xiao Qin menghela nafas, “kamu bukan tidak memiliki bakat, tapi bakatmu itu memerlukan sesuatu yang istimewa.”
“Istimewa?” Zhao Ming Guo mengerutkan dahi, dia setengah tak percaya bahwa bocah 6 tahun itu bisa mengenali masalahnya.
Xiao Qin mengangguk, “tapi tak ada untungnya juga bagiku, mau bagaimana pun kau hanyalah pangeran terbelakang.”
Zhao Ming Guo hampir membalikkan mejanya, dia benar-benar tak terima diremehkan oleh anak kecil seperti Xiao Qin.
__ADS_1
“Meskipun kau bisa bela diri dan memiliki basis kultivasi, bukan berarti bisa mengolok-ngolokku sesuka hati.”
“Dirimu ini sangat plin plan. Tadi merendah-rendakan diri sendiri, sekarang jadi marah hanya karena beberapa patah kata. Untuk saat ini, kau benar-benar tidak layak menjadi pangeran.”