Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-51 Bibit Unggul


__ADS_3

Jia Ming Yue menggunakan mata iblisnya kepada Xiao Qin, dan ternyata kekuatan jiwa atau yang disebut Chi dalam tubuh Xiao Qin hampir habis.


Jika Chi dalam tubuh Xiao Qin benar-benar habis, dia akan kehilangan kesadarannya untuk sementara waktu sampai Chi dalam tubuhnya penuh kembali.


Di saat Xiao Qin dan yang lain tiba di penginapan, mereka disambut oleh Wanzhou yang telah menembus ke tingkat jiwa spiritual hanya dalam waktu beberapa hari saja. Hal itu bisa dibilang luar biasa karena rata-rata orang setidaknya membutuhkan waktu satu sampai tiga bulan untuk menembus dari tingkat dasar spiritual ke tahap berikutnya.


Aku memang tak salah memilihnya, dia mampu mengikuti standarku. Gumam Xiao Qin dalam hati.


“Xiao Qin, apakah kamu tidak apa-apa?” Wanzhou agak sedikit khawatir melihat pakaian Xiao Qin yang terlihat banyak bekas sayatan, akan tetapi dia sama sekali tak melihat luka di tubuh Xiao Qin.

__ADS_1


“Tidak apa-apa.” Jawabnya singkat, padahal matanya sudah berkunang-kunang.


Xiao Qin meminta kakaknya untuk segera mengantarnya ke kasur dengan alasan kelelahan, dia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya sebelum sisa-sisa kesadarannya hilang.


Keesokan harinya, Xiao Qin merasa jauh lebih baik. Dia mulai berkultivasi supaya tidak tertinggal jauh dari Wanzhou dan agar kekuatan jiwanya tidak gampang habis.


Xiao Mei menghela nafas melihat adiknya yang tengah berkultivasi, dia yakin bahwa Xiao Qin akan menghabiskan waktu beberapa hari lagi seperti sebelumnya untuk melakukan hal itu.


Sementara itu, Wanzhou tetap melanjutkan kultivasinya sama seperti Xiao Qin. Wanzhou berharap dengan kultivasinya yang semakin meningkat itu akan membantu Xiao Qin untuk mencapai tujuannya, lagi pula dialah yang telah membuat hidupnya menjadi berbeda seperti sekarang ini.

__ADS_1


Jia Ming Yue kali ini telah pergi ke desa Chi untuk menemukan orang yang dimaksud Xiao Qin, supaya dirinya tidak terlalu disalahkan saat kembali ke sekte karena gagal menarik 3 bibit jenius ke dalam sekte.


Di perjalanan, tak sengaja ia menemukan jasad manusia yang bergeletakkan. Mereka semua telah berjamur, akan tetapi baunya masih begitu menyengat ke dalam hidung. Jia Ming Yue kemudian mempercepat laju kudanya supaya bau itu segera menghilang. Jika tidak, pasti Jia Ming Yue akan muntah saking tidak tahannya dengan bau tersebut.


Alhasil, Jia Ming Yue telah sampai di desa Chi. Dia langsung berkeliling desa tersebut untuk mencari bibit yang dimaksud Xiao Qin.


Saat Jia Ming Yue melihat Liefeng yang tengah melatih teknik pedang hujan, ia langsung menyadari bahwa anak kecil itulah yang menjadi targetnya. Jia Ming Yue langsung melakukan penilaian pada anak kecil itu dan tersenyum, karena Liefeng masih bisa dibilang berbakat meski tidak bisa dibandingkan dengan Xiao Qin dan Wanzhou.


Jia Ming Yue pun langsung menghampiri Liefeng dan berbasa-basi dengannya. Liefeng merasa sedikit risih, karena ia ingin segera menguasai teknik pedang hujan.

__ADS_1


Mengetahui hal itu, Jia Ming Yue menghela nafas dan langsung mengutarakan maksudnya. Liefeng langsung melepaskan pedang kayunya dan terbelalak tak percaya, apalagi saat Jia Ming Yue mengatakan nama Xiao Qin yang merekomendasikannya.


Liefeng langsung membungkuk hormat pada Jia Ming Yue, dia langsung bersedia untuk menjadi bagian dari sekte bukit awan.


__ADS_2