Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-146 Sedikit Masa Lalu


__ADS_3

Seorang penjaga melaporkan perihal kapal terbang yang mendarat di dekat lokasi mereka kepada jendral Tang yang kini tengah membicarakan strategi dengan beberapa jendral lain di kediamannya. Hal itu menarik perhatian seluruh jendral yang ada, mereka pun keluar untuk melihat hal tersebut.


Para pengawal di kediaman jendral Tang berdiri di depan gerbang dengan rapi, mereka bersiaga jika ada sesuatu hal yang tak terduga.


Xiao Qin pun turun dari kapal terbangnya, begitu pula dengan Xiao Mei, Wanzhou, Rong Shi Zhi, dan juga kepala pengawal dari kediaman lama sekte Hijau Daun.


“Aku hanya bertugas mengantarkan tuan ini ke kediaman jendral Tang, katanya dia mengenal jendral Tang dan ingin menjumpainya.”


Setelah mengucapkan beberapa patah kata itu, kepala pengawal undur diri. Dia menjaga jarak aman dari para prajurit ganas milik jendral Tang tersebut.


Xiao Qin menghormati para prajurit itu, dia meminta izin secara sopan untuk berjumpa dengan pemimpin mereka.


Sebelum sempat mengirimkan orang untuk menyampaikan pesan, para jendral yang tengah berdiskusi keluar dari gerbang dan menjumpai Xiao Qin.

__ADS_1


Setelah bertatap muka secara langsung dengan kakeknya, Xiao Qin bersujud dan meminta maaf atas kesalahannya di masa lampau. Jendral Tang masih belum memahami maksud dari perkataan Xiao Qin, yang kemudian diperjelas oleh Xiao Mei yang berdiri di sampingnya.


“Dia adalah Tang Qin?” Jendral Tang Wu terkejut, begitu pula jendral—jendral lain dan para prajurit yang menyaksikan.


Jendral Tang Wu masih belum percaya sepenuhnya, karena bagaimana pun hari itu terjadi 5 tahun yang lalu dan berarti Tang Qin seharusnya baru berumur 11 tahun.


“Apa yang bisa membuktikan bahwa kamu adalah dia?” Tanya Tang Wu.


Sambil menyeka air mata, Tang Qin berdiri dan mendekat ke arah kakeknya. Dia membisikkan beberapa hal rahasia yang bisa membuat kakeknya itu teringat padanya.


Rong Shi Zhi pun tiba-tiba menangis dengan keras, beberapa orang menutup telinga karena tak sanggup menerima gelombang suara yang begitu tinggi dari teriakan Rong Shi Zhi.


Karena Tang Qin sendiri merasa terganggu, dia melemparkan sebuah pil ke dalam mulut Rong Shi Zhi diam-diam hingga gadis itu tersedak dan berguling-guling di atas tanah.

__ADS_1


Lin Mei yang panik berusaha membantu Rong Shi Zhi mengeluarkan pil yang tersedak di tenggorokannya. Wanzhou hanya bisa melihat kekonyolan itu dengan tersenyum, sambil berusaha untuk tidak iri kepada Tang Qin.


Di dalam ruangan, Tang Qin dan kakeknya berbincang-bincang dengan begitu lama sambil minum anggur terbaik yang dimiliki oleh kakeknya


Beberapa jendral yang tadinya sedang berdiskusi dengan jendral Tang tak mau mengganggu reuni antara cucu dan kakek. Mereka semua pamit undur diri dan menunda diskusi tersebut hingga besok.


“Maafkan Tang Qin yang begitu bodoh kakek, karenaku sekte kita hancur 5 tahun lalu.” Tang Qin meneguk anggur terus menerus demi mengurangi rasa stresnya.


Tang Wu menghela nafas, “itu semua bukan salahmu. Para tetua bodoh yang membocorkan informasi tentang pil tingkat 10 yang kamu buat yang seharusnya disalahkan.”


“Tapi tetap saja penyebab utamanya adalah aku, andai saja aku tidak egois untuk mengumpulkan belasan alkemis di sekte kita untuk membantuku menciptakan pil tersebut. Mungkin ....”


Brak!

__ADS_1


Tang Wu menghentakkan tangannya ke atas meja, kemudian meremukkan gelas anggur yang tengah ia pegang.


__ADS_2